part 19

928 115 8

Part Bali 3

Perlahan Yuki membuka pintu villa tempat dia menginap,dan dia langsung mengunci pintunya saat Yuki membalikkan badannya..

Deg....

Langkah Yuki terhenti karna seseorang yang ingin Yuki Hindari untuk saat ini sudah berdiri tepat dihadapan Yuki..

"Al"gumam Yuki yang melihat Al berdiri tepat di pintu kamar Yuki

Merasa ada suara yang memanggil namanya Al segera mencari sumber suara tersebut,..
Dalam seketika Al berlari dan memeluk erat gadisnya,Yuki hanya diam mematung tanpa membalas pelukan hangat dari seorang Al Fauzi Kohler.

"Maafin aku by,aku bisa jelasin semua"parau Al yang semakin mengeratkan pelukannya

Yuki POV

Aku masuk kedalam villa tempat penginapan kami,

Aku bisa melihat Al yang berdiri tepat didepan kamarku,..

"Al"gumamku yang masih bisa didengar oleh Al,

Tiba tiba Al berlari kecil ke arahku dan langsung memeluk tubuhku dengan erat seolah olah tidak ingin melepasnya,aku hanya diam tanpa ada niatan untuk membalas pelukannya,..

"Maafin aku by,aku bisa jelasin semua"ucapnya yang terdengar parau,

Tiba tiba kurasakan pundakku yang sudah basah dan itu membuat hatiku ikut merasakan sakit yang Al rasakan.

Deg.....

Apa Al saat ini menangis?batinku bertanya

Ku jauhkan tubuh ku dari tubuh Al dan kulihat cairan bening itu sudah membasahi pipinya,apa aku sudah keterlaluan?

"Hey kenapa nangis"tanyaku yang sudah ikut berkaca kaca yang sekali ku kedipkan pasti jatuh juga dari pelupuk mataku,ku hapus sisa air dipipi Al ku suruh Al duduk kembali ke sofa,sungguh ini adalah kelemahan gadis keturunan Jepang ini,dia tidak bisa melihat orang yang dia sayang menangis..

".........."

"Hey jangan nangis"ucapku lagi karna Al hanya menatapku dengan kediamannya,.aku bingung juga harus gimana,baru kali ini juga lihat Al nangis dan itu karena aku.

Kembali Al memeluk tubuhku erat seperti tadi,bahkan rasanya dia tidak ingin melepaskan pelukannya.

"Maaf by,maafin aku,aku janji ini yang terakhir"ucapnya masih dengan memelukku semakin posesive.

"Ay,iya aku maafin tapi jangan nangis gini dong,aku takut"lirihku masih dalam dekapan Al,sungguh aku ikut merasakan kesedihannya.

Perlahan dia mengurai Pelukannya,dia menatapku dan detik kemudian dia mendaratkan bibirnya di keningku cukup lama,dan itu membuat hatiku menghangat.

"Makasih by makasih"suara paraunya terdengar ditelinga ku,dan itu membuat aku hanya bisa menggelengkan kepalaku.

"Udah malem ay, istirahat dulu gih,besok kan masih mau jalan jalan"bujukku,karena aku tidak bisa melihat dia seperti ini,dan itu karena aku.

Cinta pertama (✓)Baca cerita ini secara GRATIS!