part 23

921 125 31

Lanjut lagi...

♥ Happy reading ♥
_____

Seseorang berjalan dengan wajah yang sudah ditekuk dia memasuki rumahnya setelah mengucapkan salam,dia melewati orang orang yang berada diruang keluarga yang  menatap aneh kearahnya.

Ya Al baru saja masuk kedalam rumahnya,dia sudah terlambat karna pesawat yang Yuki naiki sudah lepas landas,Al tidak sempet ketemu Yuki dan Al tau betul kalo saat ini sudah bisa dipastikan Yuki ngambek,itu tandanya Al harus segera menyusul Yuki sebelum hal yang buruk terjadi.

Dengan segera Al masuk kedalam kamarnya dan membersihkan badannya agar tubuhnya lebih rileks,selesai mandi Al mencari benda pipih yang tadi ia lempar keatas kasur dan dia berjalan kearah balkon.

"Siapkan semuanya,besok pagi kita berangkat"

"........."

"Sekalian Lo pesen tiket untuk kita semua"

".........."

"Iya,nanti gue kabari lagi"

"......."

"Ok, assalamualaikum"

Begitulah percakapan antara Al dan orang diseberang sana, setelah panggilan Al putus sepihak dia kembali masuk kedalam kamarnya menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang, memejamkan matanya untuk menghilangkan sebentar beban yang ada.

Sedangkan didalam rumah yang sama tepatnya diruang keluarga mereka tengah membincangkan apa yang terjadi pada Al sehingga wajahnya terlihat kucel seperti baju yang belum di setrika.

"Kenapa dengan kakak Al?"tanya Bunda menatap El dan Dul yang menggelengkan kepalanya.

"Bun coba deh bunda tanya sama kakak Al,siapa tau ada masalah gitu"ujar El menyuruh sang bunda bukan tidak sopan hanya saja El tau kalo sang kakak akan lebih terbuka kepada sang bunda.

Mendengar ucapan El bunda Maia langsung berdiri dan berjalan menaiki tangga menuju kamar anak sulungnya.

Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan persetujuan dari dalam bunda Maia membuka pintu dihadapannya dan langsung bisa melihat sang anak yang saat ini tengah meringkuk diatas ranjang.

"Kenapa kak?"tanya bunda Maia yang sudah duduk disisi ranjang dimana Al membaringkan tubuhnya.

"Al lupa pagi tadi mau nganterin By Bun,Al telat dan tidak ketemu princess pesawatnya sudah landas"jawab Al dengan lesu.

"Makanya kalo dibangunin itu langsung bangun kak"ujar sang bunda mengusap lembut kepala Al yang sudah berada dipangkuan sang bunda.

"Namanya juga lupa"jawab Al menatap kearah Bunda Maia.

Hening

Tiba tiba saja suasana menjadi hening,bunda yang masih setia dengan mengusap kepala Al dengan lembut sedangkan Al menenggelamkan kepalanya pada lekukan perut sang bunda,tempat ternyaman Al saat menjadikan paha sang bunda sebagai bantalan.

"Bun"lirih Al memecah keheningan diantara mereka.

"Kenapa sayang?"lembut sang bunda memegang  kedua tangan Al karna saat ini Al sudah duduk dihadapannya sang bunda.

"Kalo Al nikah sama princess gimana?"tanya Al pada sang bunda yang saat ini tengah terdiam mencerna ucapan Al barusan.

"......"

"Bun"panggil Al karna tidak ada respon dari sang bunda.

"Eh"kaget bunda Maia menatap kearah Al,mencari kesungguhan Dimata hitam lekat seperti elang tersebut dan ternyata memang apa yang Al ucapkan sungguh sungguh tidak ada kebohongan disana.

Cinta pertama (✓)Baca cerita ini secara GRATIS!