part 27

704 110 28


Yeyeye
Aku next part ini dulu biar adil ya jadi setiap hari aku next satu story'.

Budayakan vote sebelum baca dan maaf untuk typo yang bertebaran

♥Happy reading♥
______

Setelah pulang dari butik Alki sempet mampir untuk makan siang dan Al langsung mengantarkan Yuki pulang,karna bunda Maia dan mama Wina berpesan agar mereka langsung pulang karna ini terakhir mereka ketemu sebelum acara ijab qobul dilaksanakan atau bisa dibilang mulai besok mereka akan dipingit.

Sebenarnya berat bagi keduanya untuk tidak ketemu selama seminggu karna mereka sudah terbiasa dengan adanya satu sama lain setiap harinya dan parahnya lagi mereka tidak boleh VC dan hanya boleh telfon dan berkirim pesan.

Galau begitulah Alki seminggu kedepan sampai mereka sah Dimata agama dan negara.

Sejak pulang tadi Yuki langsung menyendiri dikamar entah apa yang di fikirkan,dia hanya membolak balikkan handphonenya sambil gulang guling diatas ranjang.

Ditempat lain Al sedang membelikan pesenan sang bunda yang tiba tiba pengen makan martabak telur untung saja ada kedai yang jual martabak siang siang gini karna biasanya martabak beroperasi saat sore menjelang malam.

S

K

I

P

Ini sudah tiga hari Alki tidak ketemu ataupun melakukan panggilan lewat Video,mereka hanya berkirim pesan dan telfon sehari sekali karna memang Al maupun Yuki sengaja dibuat agar tidak sering sering berkirim kabar itu sengaja dilakukan oleh kedua keluarga.

Seperti saat ini seharian Yuki hanya nonton film bersama sahabatnya yang setiap hari datang bergantian hanya untuk menemani Yuki,itu juga salah satu permintaan dari keluarga Yuki dan Al yang sengaja menghubungi sahabat sahabat mereka.

"Ki"panggil Nina yang melihat Yuki malah melamun sedangkan dia sendiri dan kedua sahabatnya menikmati cemilan sambil menonton Drakor yang membuat mereka melow,Yuki tersentak kaget saat pundaknya ditepuk oleh Nina.

"Eh kenapa?"tanya Yuki menatap kearah Nina.

"Lo pasti mikirin pangeran posesif Lo kan?"tanya Nina penuh selidik sedangkan yang ditanya hanya nyengir Kuda dan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang,diikuti Nina yang duduk disebelah Yuki sedangkan Keyna dan Diana masih berada di karpet bawah ranjang Yuki dengan laptop dihadapannya.

"Emang harus gini ya kalo mau nikah?"tanya Yuki sambil memiringkan tubuhnya menatap kearah Nina.

"Ya sepertinya memang seperti itu,kadang bisa lebih dari seminggu"jawab Nina membuat Yuki melongo,mana bisa lebih dari seminggu dia aja yang baru beberapa hari ngak ketemu aja dilanda Rindu.

"Berat ya ujiannya lebih berat dari pada mengerjakan soal ujian Nasional"ujar Yuki yang langsung dapat pukulan dari Nina.

"Buat Lo iya tapi kalo buat orang lain mungkin lebih susah soal Ujian kali neng"cibir Nina karena memang dia tau gimana otak Yuki dalam segala hal.

"Kuy kalo Lo sudah nikah apa Lo bakal langsung ngasih kita keponakan?"tanya Keyna yang langsung duduk diatas ranjang diikuti Diana karna memang drakon yang mereka tonton sudah selesai.

"Kalo aku si pen....

Tok tok tok

Yuki tidak melanjutkan ucapannya dia berjalan kearah pintu dan tepat didepannya Reyna berdiri dan tersenyum kearah sang kakak.

Cinta pertama (✓)Baca cerita ini secara GRATIS!