4; Saudara Sedarah

482 26 0
                                              

Murong Yun Yue berjalan di Istana Ming Yue miliknya, dia menatap sekeliling dengan tatapan yang tidak bisa ditebak. Tatapan itu sangat dingin dan kesepian, membuat Para Kasim maupun Pelayan yang ingin memberi hormat padanya mundur dengan canggung.

"Apa yang dipikirkan  meiMei sendirian disini?" Sebuah suara menginterupsi, Murong Yun Yue mendongkak dan mendapati sepasang mata yang menatapnya, Murong  Yun Yue terkejut saat melihat orang itu, dia buru-buru memberikan senyuman terbaiknya dan memberi hormat,

"Meimei memberi hormat pada Huangxiong," ujar Murong Yun Yue, "dan menjawab pertanyaanmu, Kakak-Kekaisaran, meiMei tidak memikirkan apapun selain perbedaan cuaca Jiangnan dan Ibukota,"

Murong Yun Yue tersenyum, di kehidupan terakhirnya, Murong Yun Yue tidak dekat dengan saudara seibunya ini, karena tidak ingin Ayahnya curiga, dalam kehidupan terakhirnya, Murong Yun Yue memilih menjadi netral dan tidak ikut campur dalam masalah Perebutan kekuasaan di Istana, tapi apa hasilnya?

Dia tetap mati dibunuh oleh Pria yang dipilih Ayahnya untuknya.
Dia- Murong Yun Yue- akan mengubah semuanya mulai sekarang.

"Pasti sulit bagi Mei-Mei sembilan tahun ini, maafkan xiong yang tidak bisa melakukan apa-apa," ucap Xuan Wang, Murong Yun Yue mengangguk,

"Tak apa...meimei baik-baik saja," jawab Murong Yun Yue dengan senyuman tipis, hati Murong Yun Xuan terasa sakit melihat adiknya ini, dia maju dan menepuk kepala Murong Yun Yue dengan canggung,

"Kau semakin mirip Mufei kita," kata Murong Yun Xuan dengan senyuman, matanya menyipit lantaran menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca, "Yun Yue, xiong minta maaf..." Murong Yun Yue mengangguk, hidungnya ikut masam mendengar perkataan kakaknya itu,

"Xiong... Mufei, aku merindukan mufei..." tak terasa airmata Murong Yun Yue turun, dia menutup mulutnya untuk menahan isakan, Murong Yun Xuan mengangguk,

"Mufei juga merindukanmu, Yun Yue... jangan menangis..." bisiknya, "kau harus menemui Yun Ling, ayo kuantar."

Keduanya berjalan bersama, mengobrol dan sesekali tertawa. Murong Yun Yue pada kehidupan terakhirnya tidak dekat dengan kakaknya ini, lantaran Xuan Wang yang dia kenal adalah pribadi yang sangat dingin dan penyendiri.

Keduanya memilih memakai kereta kuda dengan plakat Xuan Wangfu untuk pergi ke Zhao Yang Gongzhu Fu, tempat tinggal Murong Yun Ling, Putri tertua Kaisar Hong Hui, kakak kandung Murong Yun Yue.

Sampai di Zhao Yang Gongzhu Fu, keduanya disambut oleh pelayan tua yang melayani di sisi Putri Zhao Yang. Pelayan tua itu terlihat terkejut saat melihat Murong Yun Yue yang turun dari kereta, apalagi melihat pakaian yang dikenakan Murong Yun Yue,

"Laonu memberi hormat pada Wangye dan Gongzhu niang-niang," Xuan Wang mengangguk dan Murong Yun Yue tersenyum,

"Kalau Ben Gong tidak salah ingat, ini pasti Li mama, benar bukan?" Li mama mengangguk dan memberi hormat lagi,

"Laonu tidak menyangka masih bisa di ingat oleh niang-niang." Li mama menghapus airmatanya, "ayo Wangye dan Gongzhu harus masuk, Zhao Yang Gongzhu dan fuma telah menunggu di dalam."

Keduanya mengikuti Li mama kedalam bersama pelayan yang memegang kotak hadiah, Murong Yun Yue memandang sekitarnya, pohon prem tumbuh dimana-mana, berbagai jenis bunga juga tumbuh, memang Zhao Yang Gongzhu Fu sangat indah sesuai rumor.

"Kenapa saudara-kekaisaran Xuan kemari?" sebuah suara datang dari dalam, Xuan Wang menatap Murong Yun Yue dan tersenyum,

"Zhang Jie berada di dalam, ayo cepat,"

Zhang Guo GongzhuWhere stories live. Discover now