12; Keributan di Aula Surgawi

337 34 2
                                                  

Aula Surgawi dari Istana Da Xun sangat megah, dengan pilar emas yang kokoh, dan tangga batu giok yang indah. Istana ini telah diturunkan dari generasi ke generasi Keluarga Kekaisaran Murong, dan Murong Hui sebagai Kaisar saat ini. Kaisar Hong Hui memiliki sembilan anak yang bisa mencapai Usia dewasa, sisa anak-anak sang Kaisar meninggal karena sebab yang tidak diketahui di Istana dalam.

Murong Yun Yue berdiri di dekat tangga paling bawah dari sembilan tangga giok dari takhta Kaisar, wajahnya santai, dan acuh tak acuh seolah-olah tidak melihat tatapan para menteri, beberapa sensor Kekaisaran dan Pangeran Jin yang diarahkan kearahnya.

Murong Yun Xuan datang, memimpin para Pangeran, Pangeran Qing, Pangeran Yu dan Pangeran Xing. Murong Yun Yue mengangguk kearah mereka yang dibalas lambaian tangan oleh Pangeran Yu, Murong Yun Yu.

Tak lama, suara kasim Pribadi Kaisar, Kasim Zhang terdengar,

"Kaisar Disini!!!"

Para pejabat Da Xun beserta para Pangeran berlutut memberi hormat dengan dahi menyentuh tanah, hanya Murong Yun Yue yang membungkuk kearah Kaisar, setelah itu, suara yang memiliki aura mulia terdengar,

"Bangkit." Kata Kaisar Hong Hui, Para Pejabat dan Pangeran bangun,

"Terima Kasih, Bixia."

Setelah Kaisar duduk, seorang sensor Kekaisaran, Kong Daren menghadap Kaisar, berlutut hormat,

"Pejabat rendahan ini menyapa Bixia, semoga yang Mulia berumur panjang."

Kaisar Hong Hui mengangguk, "apa yang ingin dilaporkan olehmu, Pejabat Kong?"

"Informan Pejabat rendahan ini berkata, kalau semalam Yang Mulia Putri Zhang Guo menerobos Jin Wangfu dan membakar halaman yang ditinggali Jin Junwangye, Bixia tolong penilaian yang adil," Pejabat Kong mulai berlutut dan membenturkan dahi ke tanah, Para Pejabat lainnya yang memiliki hubungan baik dengan Yang Mulia Jin Wang juga berlutut membenturkan dahi mereka ke tanah aula, Jin Wang sendiri juga berlutut ke tanah,

"Mohon penilaian yang adil, Yang Mulia!"

Murong Yun Yue menatap Para Pejabat itu dengan senyum seadanya, tatapan jijik melayang di mata sang Putri, sementara kakaknya, Pangeran Xuan menatap sang adik khawatir, tapi dia tahu kalau adik perempuannya itu tidak akan pernah menderita kekalahan maupun kerugian, dia segera sekarang mulai merasa kasihan kepada Pejabat yang berlutut di aula, semoga Dewa keberuntungan menyertai mereka.

Kaisar Hong Hui menatap Putrinya dari atas takhta, dia melirik Kasim Zhang, sang Kasim lalu berteriak,

"Cukup!" Suaranya cukup keras dan nyaring menyebabkan semua pejabat yang berlutut segera berhenti membenturkan dahi mereka, dan secara bertahap diam. Kasim Zhang menatap Kaisar lalu mundur selangkah ke belakang setelah memberi hormat,

"Zhen melihatnya," tatapannya beralih ke Putrinya, "bagaimana dengan Pembelaanmu, Putri Zhang Guo?"

Murong Yun Yue memberi hormat kepada Kaisar, lalu menatap para Pejabat yang berlutut, mereka berjumlah sekitar lima belas orang,

"Jadi kenapa jika bengong membakar halaman Jin Junwang? Bahkan jika ben gong membakar Jin Wangfu  lalu apa? Apa yang akan kalian lakukan? Memaksa bengong untuk mati?" Suaranya tidak terdengar keras ataupun kecil, faktanya dia berbicara dengan sangat normal dan acuh tak acuh seakan-akan masalah itu bahkan tidak berhubungan dengan dia. Seakan-akan yang dituduhkan oleh para Pejabat itu bukan dirinya.

Dia menatap Pangeran Jin, "Paman Kekaisaran Jin, dengan identitas ben gong apakah Paman berpikir ben gong akan menaruh Jin Junwang dimata ben gong? Katakan, Paman Kekaisaran Jin, apakah Ben Gong harus datang dan berlutut pada Jin Junwang?"

Zhang Guo GongzhuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang