7; Dingin

404 28 1
                                                  

Xu Fei Hong adalah Pria dengan ketampanan yang bisa meruntuhkan sebuah kekaisaran. Wajahnya sudah sangat tampan, saat mengenakan jubah putih dia tampak sangat lembut seperti peri, apalagi dengan senyuman dangkal di bibirnya, membuat para Xiaojie muda di taman itu menarik napas dingin.

Perdana Menteri Kiri Xu sangat tampan, tapi senyuman di bibirnya hanya ditujukan kepada Murong Yun Yue membuat sang Putri hanya memutar mata dan meminum anggur dari gelasnya.

"Putri Yun Yue, anda sangat cantik," perkataan Xu Fei Hong membuat Murong Yun Yue hampir memuntahkan kembali anggur yang tadi dia minum, dengan anggun dia menaruh cangkir itu di meja, sebelum dia kehilangan kesabaran dan melempar cangkir ke kepala Xu Fei Hong,

"Apakah pantas bagi Xu Xiang untuk memanggil Ben Gong tanpa gelar?" tanya Murong Yun Yue dingin, wajahnya yang sedingin batu giok nampak tambah dingin, apalagi tatapan matanya yang jernih namun mengungkapkan rasa dingin yang menusuk,

"Aiya, Ben Xiang sangat sedih. Pejabat rendahan ini hanya ingin mengagumi kecantikan Putri Yun Yue," jawab Xu Fei Hong masih dengan senyuman. Murong Yun Yue merasa seperti baru keluar dari dalam gunung berapi, dia menembakkan tatapan tajam pada Xu Fei Hong,

"Xu Xiang, tolong perhatikan kata-katamu," suara dingin keluar, Pangeran ke empat, Murong Yun Qing yang baru berada di taman maju menatap Xu Fei Hong seakan-akan ingin memakannya,

"Ah, Qing Wangye, Ben Xiang hanya ingin melihat wajah Putri Yun Yue, dan ingin mengkonfirmasi rumor kalau Putri Yun Yue hanya sebuah vas yang cantik atau bukan." Jawabnya tanpa melihat wajah Qing Wang yang sudah menghitam. Murong Yun Yue mengangkat alis,

"Xu Xiangye jangan keterlaluan," giliran sebuah suara menginterupsi, seorang Pria dengan pakaian biru laut dengan aura keras di medan perang tidak mampu menutupi ketampanan diwajahnya, Murong Yun Yue menggangga menatap mereka lalu menggeleng, Xu Fei Hong nampaknya melihat tingkah Murong Yun Yue dan senyum dibibirnya makin dalam,

"Apa maksud Jenderal Muda Shen? Ben Xiang hanya ingin melihat Putri Yun Yue," Qing Wang sangat marah hingga hampir memuntahkan darah,

"Apakah wajah ben gong bisa dilihat oleh sembarangan orang?" tanya Murong Yun Yue dingin, suhu diruangan nampak turun beberapa derajat. Beberapa Wangfei nampak pura-pura tidak melihat pertengkaran mereka, sementara Xiaojie dan Furen hanya diam-diam meringkuk disudut.

Ke empat orang yang tengah berdebat, tidak ada yang bisa mereka singgung.

Satu adalah Pangeran Ketiga Kekaisaran yang memiliki status mulia, satu adalah Perdana Menteri Kiri yang keluarganya sangat berpengaruh, yang satu lainnya adalah Jenderal Muda yang membawahi pasukan militer, dan yang satu lagi adalah Putri Zhang Guo yang memiliki kepribadian tidak bisa ditebak.

"Putri Yun Yue, bukan seperti itu. Perdana menteri ini hanya ingin bertanya kepada Putri tentang rumor, ah," kata Xu Fei Hong,

"Rumor apa?" tanya Pangeran Qing, Murong Yun Yue hanya duduk sambil menyesap teh dengan tenang, melihat ketiga Pria yang berdebat tentangnya,

"Rumor kalau Putri Yun Yue hanya sebuah Vas kosong yang cantik," jawav Xu Fei Hong dengan senyuman diwajahnya, Murong Yun Yue meliriknya dingin, "rumor berkata kalau Putri Yun Yue sangat jelek, tidak memiliki kebajikan seorang Wanita dan tidak berbakat dalam empat seni!" Bagai tidak melihat wajah Murong Yun Yue yang menghitam, Xu Fei Hong terus berbicara, beberapa Pangeran dan Putri, Wang, Wangfei, Junzhu, Para pejabat dan bangsawan hanya menunduk. Pura-pura tidak mendengar perkataan Xu Fei Hong yang sangat jahat.

"Rumor sangat jahat, ah," sambung Rong Xian Yu yang duduk di dekat Liang Hou Wang dan Liang Hou Shizi serta Cefei. Xu Fei Hong melirik Rong Xian Yu,

"Rumor tidak hanya tentang sang Putri, tapi juga tentang Junzhu," kata Xu Fei Hong dengan senyuman, Rong Xian Yu juga ikut tersenyum menatapnya,

"Bisakah Junzhu ini merepotkan Xu Xiangye untuk menceritakan tentang apa itu?" tanya Rong Xian Yu dengan senyuman elegan,

"Rumor berkata kalau Junzhu sangat jahat. Baru kemari dari Perbatasan, Junzhu sudah berurusan dengan selir Liang Hou Wangye. Sangat mengerikan," ucap Xu Fei Hong membuat Rong Xian Yu bertepuk tangan dengan antusias, sementara wajah Liang Hou Wang sudah sangat menghitam,

"Ai, rumor sangat tidak berperasaan," masih ada nada bercanda saat Rong Xian Yu berbicara,

"Kalau junzhu dan Gongzhu ingin membantah rumor itu. Kalian bisa menerima tantangan dariku." Kata Xu Fei Hong dengan nada usil.

__

Kaisar, Permaisuri, Ibu suri dan Selir kekaisaran yang memiliki status tinggi duduk. Para tamu memberikan hadiah ulang tahun. Semua orang sangat menikmati pertunjukan dari para Penari Istana, hingga,

"Kaisar, izinkan Pangeran ini menunjukkan penampilan Qin untuk menghibur Huang Taihou Niang-Niang," Pangeran dari Da Long, Long Fei Yang tiba-tiba berlutut, Ibu Suri sangat gembira hingga mengangguk. Long Fei Yang mengambil Qin dan mulai memainkannya.

Matanya melirik kearah Murong Yun Yue yang tengah minum teh dengan anggun.

Tiba-tiba, sesosok berjubah hijau terbang ke tengah taman, tangannya memegang pedang, dia mulai menari mengikuti irama Qin yang lembut.

Rong Xian Yu menggerakkan pedangnya dengan anggun namun tegas, tak selang lama, sesosok berjubah biru juga ikut terbang ke tengah taman, gerakannya sangat harmonis dan singkron, bagaikan hutan hijau dan langit biru.

Lalu sesosok jubah putih muncul, dengan lembut dan anggun mengayungkan pedang seperti Rong Xian Yu dan Shen Di Feng,

Mata ketiganya tidak lepas dari Murong Yun Yue membuat sang Putri menghela nafas. Dia melirik Ruo Mei dan Ruo Qiu yang menatapnya berbinar sambil memegang sebilah pedang. Murong Yun Yue mengambil pedang itu, tepat saat suara Qin yang dimainkan Long Fei Yang bergemuruh. Murong Yun Yue melompat dan mendarat tepat disamping Xu Fei Hong, saat sang perdana menteri kiri memberikan tekanan pada Qi di pedangnya. Dengan satu tangkisan, bunga api keluar dari pedang keempatnya, seperti lukisan. Para penonton terpukau, keempatnya melompat dan terbang dengan gerakan memutar, membuat jubah mereka terkena satu sama lain.

Ke empatnya menyatukan pedang mereka, memasukkan qi pada pedang, membuat bunga api, jubah mereka berkibar, apalagi dengan nada yang dimainkan Long Fei Yang membuat jantung semua orang tanpa sadar berdegup kencang.

Saat Murong Yun Yue terbang bersama Xu Fei Hong dan saat Rong Xian Yu terbang bersama Shen Di Feng, jubah mereka membuat ilusi, seakan-akan, mereka tengah merepresentasikan alam.

Murong Yun Yue sebagai malam dan neraka, Xu Fei Hong sebagai siang dan Surga, Rong Xian Yu sebagai hutan yang hijau dan Shen Di Feng sebagai langit biru yang cerah.

Keempatnya turun dengan waktu yang bertepatan dengan selesainya lagu yang dimainkan Long Fei Yang.

Kerumunan terdiam tak bisa berkata-kata. Seakan-akan, lagu Qin tadi khusus diciptakan untuk tarian pedang keempatnya. Lalu sorak sorai penonton yang terpukau terdengar, mereka berlima memberi hormat pada Kaisar, Ibu Suri dan Permaisuri.

Meninggalkan rumor yang berkata kalau Murong Yun Yue dan Rong Xian Yu tidaklah berbakat sama sekali.

***

Huang Taihou: Ibu Suri

Qin: Instrumen cina kuno

Qi: tenaga dalam

Vas bunga yang cantik: idiom Cina; cantik tanpa otak

Xiang: perdana menteri

Xiangye: tuan perdana menteri

Ben Xiang: Perdana Menteri ini

Xiaojie: nona muda

Ce Fei: Istri kedua Wang(Raja); satu tingkat dibawah Wangfei

Fu Ren: Wanita yang sudah menikah

Zhang Guo GongzhuWhere stories live. Discover now