Kenina langsung melesat pergi menuju kelas sebelahnya, yaitu kelasnya naura.

"Hai Naura!" sapa kenina pada naura yang masih sibuk berkutat pada bukunya.

"Hai." balas naura singkat.

"Kantin yuk gue laper nih, kerjaan lo entar aja dikerjain lagi."
Ajak Kenina pada Naura.

Naura yang mendengar perkataan Kenina sontak menatap Kenina tajam.
Kenina terkejut melihat tatapan itu.

"Hahaha, liat expresi kamu lucu banget." tawa itu sukses lepas dari mulut Naura.

"Jadi kamu ngerjain aku! Aku pikir kamu bakalan marah karena aku ganggu acara belajar kamu."

"Ya engak lah, masa aku marah sih. Ya udah ayo kita kekantin."

_____LS_____

"Eh! Kenina kamu duluan aja yah kekelas." ucap naura tiba-tiba menghentikan langkah mereka.

"Loh! Emangnya kenapa?"

"Gak apa-apa kok, aku cuma ada urusan sebentar." jelas naura.

"Hmm oke, tapi sepulang sekolah jangan lupa kita ketemuan di toilet yah."

"Oke, bay aku pergi dulu ya."
Ucap Naura, dan Naura pun langsung pergi meningalkan Kenina yang masih ada ditempatnya berdiri.

"ada urusan apa ya naura? hmm.. Lebih baik gue ikutin dia aja deh dari pada gue mati penasaran, kan bel masuk belum bunyi."

Sejenak Kenina berfikir, Kenina pun pergi melesat mengikuti kemana arah Naura pergi.

Maklum kepo akut Kenina kambuh.

Kenina terus mengikuti arah kemana naura pergi, sampai Naura berhenti tepat dibalik pohon beringin.

Kenina 'pun berhenti tak jauh dari tempat Naura berhenti.
Kenina terus menatap gerak gerik naura.

"dia liat apa ya, apa mungkin naura bertemu sama penunggu hantu pohon beringin itu?"
Pertanyaan demi pertanyaan selalu berputar sikepala kenina saat itu, yang masih menatap Naura yang bersembunyi dibalik pohon beringin itu.

"Woi!, kamu lagi liat apa sih?"
Tepukkan dipundak kenina sontak membuat Kenina tekejut dan mengumpat akan hal itu.

"Apaan sih kamu! Ganggu orang aja."
Gerutu Kenina pada orang yang menepuk bahunya itu.

"Kamu liat apa di situ?"
Tanya penasaran orang tersebut pada Kenina

"Itu tuh,, Naura kenapa kayak ngintip gitu yaa?"

"Ooh itu mah memang kebiasaan dia. abis istirahat dia memang selalu ngeliatin Satria disitu."
Jelas orang itu.

"Satria?? Emang dia siapa?"
Kepo Kenina, yang sekarang Kenina terfokus kepada lawan bicaranya sedari tadi.

"kenapa nama itu seperti tidak asing lagi ya?"

"Satria itu famous di sekolah ini, dan dia itu bisa disebut Boys wanted gitu deh karena dia ganteng. Tapi aku juga ganteng dan gak kalah famouns sama dia."
Jelas orang itu berbanga diri.

"Idih sok ganteng loh, oh iya Dimas! Jadi hubungan nya Naura dengan acara ngintip Satria itu apa Dim?" tanya Kenina masih tidak mengerti.

"Idih kamu jadi cewek lemot banget! Si Naura itu suka sama Satria."
Jawab Dimas, yups! Ternyata Dimas lah lawan bicara Kenina dari tadi.

"Apaa!!" teriak kaget Kenina, tapi langsung dia tutup mulutnya supaya tidak ketauan oleh Naura.

"Lebay kamu! udah ah, gue masuk kelas dulu ya."

Dimas 'pun berlalu dari hadapan kenina yang kembali memperhatikan Naura.

"Oh iya kalau kamu penasaran sama Satria, pulang sekolah lo kembali aja kesini lagi, dia pasti ada disana." bisik Dimas di telinga Kenina, Dimas memang kembali lagi.
"Anjritt! Kamu mau buat aku mati jantungan!"
Gerutu Kenina, dan sang pelaku hanya cengar-cengir meningalkan Kenina.

"oke pulang ini gue akan kesini lagi." tegas kenina.

Sepulang sekolah

"Hai Naura!" sapa kenina pada Naura.

"Hai." balasan singkat dari naura.

Sekarang mereka sedang berada di tempat janjian mereka untuk merencanakan aksinya mereka. Di toilet.

"Jadi bagaimana cara buat orang itu kapok? Cepet aku gak punya waktu ni, aku harus balik cepet!" tanya Naura langsung tanpa basa basi lagi.

"Oke oke sabar dikit, gini aku jelasin sama kamu caranya gimana."

Dan Kenina'pun menjelaskan ide nya pada Naura, ide untuk mengerjai dan membuat kapok si biang kerok geng Angel itu.

"Oke besok aku tunggu abis pulang sekolah. Gue pulang ya." pamit Naura setelah mendengar penjelasan Kenina.

"Oke."

Mereka 'pun berpisah, dan Kenina langsung melesat ketaman belakang dimana ada Satria yang di intip oleh Naura.

"semoga dia belum pulang, amiin."

Entah mengapa? Setelah Dimas menjelaskan siapa Satria itu Kenina menjadi penasaran dengan sosok satria itu.

Kenina terus menelusuri koridor yang sudah mulai sepi itu, dan ia terus berjalan sampai kenini tiba di tempat dimana awalnya Naura mengintip Satria.

"Yah kayaknya dia sudah pulang deh, gagal deh liat Satria itu. Padahal gue 'kan kepo banget."
Gerutu Kenina, saat dia meliat taman itu sudah sepi tak berpenghuni.

"gue sih kelamaan jelasin rencana itu sama naura, besok aja deh gue liat satria dan gue harus pulang sekarang nanti opa marah lagi."

"ngapai kamu mau liat gue besok!?"

Pertanyaan yang mengintrupsi itu jelas Tertangkap di telinga kenina, dan kenina pun sontak menoleh kearah belakang."

"satria?"



















Tbc.

L(*OεV*)E
Doughnut_y

In Memory (On Editing)Où les histoires vivent. Découvrez maintenant