Ketika Hidupmu Terasa Kacau

49 13 2
                                    

Selamat, pagi. Ini hari Minggu, bulan Februari 2021. Topik ini sudah puluhan kali gue pikirkan. Terkadang lucu juga membahas apa yang pernah atau sedang gue alami. Karena sebenarnya gue selalu membahas sesuatu setelah mengalami sesuatu. 

Kayaknya topik ini akan jadi topik yang lebih menantang gue untuk paham kalau setiap kehidupan itu memiliki beragam fase. Nah disetiap fase-fase itu sendiri, tidak sesederhana yang kalian pikirkan. Bisa jadi dalam satu fase kamu merasakan posisi yang sedih, kecewa, marah, atau bahkan bahagia.

Fase ketika kita merasa hidup kita kacau, itu tidak akan terjadi sekali dalam seumur hidup. Bisa berkali-kali, dalam tingkatan yang berbeda. Bisa tingkat yang sulit banget untuk diatasi, bisa tingkatan yang cuma sekadar lewat aja, atau tidak berlangsung lama. Gue bisa ketik hal seperti ini, karena gue sudah berulang kali merasakannya.

Gue paham betul, kalau bisa jadi apa yang gue rasakan tidak sama dengan kalian. 'Kacau'-nya itu sendiri tidak sama, dan tingkatannya juga berbeda . Tapi gue percaya, apa yang pernah gue lakukan untuk mengatasi fase seperti ini dapat membantu kalian, setidaknya 5% dari 100% dapat membantu kalian. Atau, 0,5% dari 100% dapat membantu kalian.

Sebesar atau sekecil apapun itu, yang terpenting adalah dapat membantu kalian... semoga saja.

Hal pertama yang harus kalian lakukan kalau merasa semua yang kalian lakukan dan semua yang kalian dapatkan itu kacau adalah bernapas perlahan. Klise? Iya, tapi coba lakukan. Bukan sekadar tarik napas lalu buang begitu saja, tapi rasakan udara yang masuk ke dalam tubuh kalian. Rasakan dan bayangkan udara tersebut tersaring oleh banyaknya sistem yang telah disempurnakan Tuhan. Hal ini membantu kamu untuk merasa rileks dan sedikit nyaman. Lakukan sampai kalian merasa jauh lebih tenang, bisa dibantu dengan alunan instrumental musik, atau pejaman mata, atau bahkan sembari berjalan kaki.

Setelah rileks dan nyaman untuk berpikir, mulailah berpikir. Sebenarnya tidak harus ada orang lain yang menemani. Tapi kalau merasa perlu, maka panggilah. Kalau gue pribadi lebih nyaman sendiri di ruangan yang tenang dan sunyi. Atmosfernya sangat mendukung gue untuk berinteraksi dengan diri gue sendiri. Ditahap inilah kalian harus baik pada kalian sendiri. Please, be kind to yourself. Dengan begitu kalian bisa jujur sama diri kalian. Apasih sebenarnya yang tertahan atau terpendam begitu lama? Hal yang ingin sekali kalian lontarkan tapi terhambat dengan rasa tidak enakan? Atau hal yang ingin sekali kalian lakukan tapi dunia terasa seperti terus menarik kalian untuk kembali bekerja? Just think about it, selama setengah atau satu jam. Berikan diri kalian waktu.

Setelah mendapatkan hal-hal yang telah dipikirkan tersebut, forgive yourself for everything. Maapkan dirimu karena terlambat sarapan, karena terlambat bangun pagi, karena telah melupakan pekerjaan, karena tidak sempat melakukan hal yang membahagiakan untuk diri kalian, karena terus fokus pada pekerjaan, karena telah membuat kesalahan di masa lampau, karena segalanya.

Menjadi satu dengan diri kalian itu sulit. Bahkan terkadang gue merasa tidak kenal dengan diri gue sendiri, apalagi kalau di fase yang kacau ini. Gue 100% akan menyalahkan diri sendiri atas semua hal yang terjadi. Termasuk hal kecil seperti lupa mengisi daya ponsel, atau lupa mematikan lampu. Tapi gue 100% yakin, dengan memaapkan diri gue sendiri baik pada hal kecil dan hal besar yang terasa kacau, gue akan jauh lebih menyatu dengan diri gue sendiri.

Luapkan perasaanmu dalam bentuk apapun. Suka menulis? Tuliskan perasaanmu dengan menulis di jurnal harian. Suka podcast? Rekam keluh kesahmu dengan rekaman ponsel. Suka menggambar? Gambar hal abstrak yang dapat menjelaskan bagaimana perasaanmu saat ini. Suka memasak? Hias kue atau makanan yang kalian buat sesuai dengan perasaan kalian saat itu. Tumpahkan perasaan kalian dalam media apapun, tapi ingat untuk menyimpannya dengan baik, dan simpan untuk dirimu sendiri.

Sejujurnya kalau menurut gue sendiri, fase kacau dari kehidupan kita adalah ketika begitu banyak masalah yang tergabung dalam satu fase. Dimana sebenarnya kamu bisa menyelesaikannya, namun cukup kesulitan karena tidak terbiasa menyelesaikan puluhan bahkan sampai ratusan masalah secara bersamaan. Dirimu terkejut melihat begitu banyaknya masalah yang belum terselesaikan, ditambah jumlahnya tidak sedikit. Maka solusi yang tepat adalah mengatur masalah yang bisa kamu selesaikan hari ini. Meski sedikit, lakukanlah dengan catatan, harus dalam keadaan sudah tenang dan sudah berdamai dengan dirimu sendiri.

Menurut gue pribadi, mengatur masalah itu penting. Meski tidak semua bisa diatur (terkadang ada yang masalah yang ketika berusaha untuk kita selesaikan malah tidak menghasilkan apapun), tapi gue yakin mengatur masalah itu bisa setidaknya merapihkan pekerjaan yang mesti dikerjakan dan yang bisa dikerjakan. Jadi, kamu tetap bisa tahu apa yang mesti kamu lakukan. Mulailah ambil pena dan selembar kertas. Tulis masalahmu, buat rangkaian solusinya, ciptakan progressnya

Cobalah untuk memiliki pemikiran 'Tidak masalah jika memiliki hari yang buruk' atau 'Tidak masalah jika ini hari yang buruk' karena 'Kita akan baik-baik saja'. Ini klise juga, tapi kalau kamu memahami bahwa cara kerja dunia seperti ini, cara roda berputar seperti ini, maka kamu akan jauh lebih kuat. Kamu akan mengenali dunia, dan bagaimana cara dunia membuatmu jatuh dan tersenyum disaat yang bersamaan. Pikirkan bahwa kehidupan memang tidak bisa terus-menerus menampilkan kebahagiaan. Ada masa dimana kamu harus berusaha keras menyelesaikan masalahmu, agar kamu terbiasa dan menjadi manusia yang mampu menghadapi kerasnya dunia.

Setelah perjuangan yang kamu perjuangkan untuk baik kepada dirimu sendiri, mampu memaapkan dirimu sendiri, berani meluapkan perasaanmu sendiri, mencoba mencari solusi dengan membuat planning, dan berusaha mengolah pemikiran,  gue masih punya satu solusi untuk melengkapi perjalanan kalian dalam membaca bab ini.

Yaitu, trust yourself. 

Kemungkinan untuk menyelesaikan masalah dalam keadaan tidak memercayai dirimu sendiri itu kecil. Bisa, tapi sangat kecil. Bahkan kalaupun gagal, kamu akan kembali menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang kamu usahakan. Pastikan untuk memercayai dirimu sendiri atas hasil apapun yang kamu dapatkan. Karena yang terpenting adalah kamu bisa menyelesaikan masalah itu dengan pikiran tenang, dan memercayai segala hal kepada dirimu sendiri.

Buat kalimat simpel untuk memulai pagimu dan hidupmu. Gue biasanya setiap pagi lihat cermin dan bilang pada pantulan diri gue di cermin, "Hari ini akan menjadi hari yang baik-baik saja, kalau tidak baik pun tidak masalah, karena kamu Bita."

...

That's all from me, sekali lagi, ini adalah cara gue ketika gue merasa hidup gue sangat kacau. Bisa jadi tidak berfungsi dikalian, tapi gue yakin bisa membantu kalian setidaknya 0,5%.

Omong-omong, terima kasih banyak atas 5K viewers. Thanks a lot guys! Semoga kedepannya, topik yang gue bawakan jauh lebih menarik dan jauh lebih relate sama masalah para remaja.

Stay hydrated,

Bita<3.

Segmen RemajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang