Fika adalah adik kandung fiki

3.1K 11 0
                                    

Fika adalah adik kandung fiki

 

Tiba-tiba keringat dingin mulai mengucur di tubuh Ayah Fiki. Serasa dada ini begitu sesak. Bahkan untuk mernafas saja sangat sulit. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia melihat foto yang ada diliontin itu. Ayah Fiki tersenyum dan mendadak meneteskan air matanya. Ia menangis memandang foto itu. Ia tak kuasa menahan tangisannya. Semua orang yang melihat ayah Fiki merasa kaget melihatnya seperti itu. Tiba-tiba pria itu menangis tanpa sebab. Ayah Fiki tetap memandangi foto yang ada di liontin itu. Tangisanya tak bisa ia hentikan. Serasa ia tak bisa mempercayai semua itu.

“Liana...” Terlontar nama itu di bibir ayah Fiki. Ayah Fiki masih menangis sambil memandang foto diliontin itu. Fiki bingung dan kaget, kenapa nama ibunya disebut ayahnya? Fikipun mulai bertanya-tanya. Ada hubungan apa dengan ibu?

“Liana...” Ayah Fiki masih memandangi liontin itu. Ia tak kuasa menghentikan tangisannya. Ternyata foto yang ada di liontin itu adalah foto istrinya, ibu Fiki.

“Ayah ada apa? Kenapa dengan dirimu saat ini?” Tanya Fiki yang penasaran melihat ayahnya yang mendadak menangis. “Ada apa dengan liontin itu?” Tanya Fiki penasaran.

Ayah Fiki tak bisa berkata. Ia mencoba untuk mengumpulkan tenaganya. Ia menghapus air mata yang keluar saat itu.

“Fika, dari mana kamu mendapatkan liontin itu?” Pertanyaan itu keluar dari mulut Ayah Fiki. Ia memberanikan diri untuk menanyakan akan perihal liontin itu. Ia sangat bingung, kenapa liontin itu sama mirip dengan liontin yang istrinya pakai? Kenapa sampai Fika bisa memakainya sekarang?

Fika tak bisa berkata apa-apa. Fikirannya bingung dengan pertanyaan Ayah Fiki. “Aku baru memakainya tadi pak. Ibu yang memberikanku.” Jawab Fika.

“Liana.. apa yang terjadi saat ini. sungguh ini tak mungkin.” Ayah Fiki masih saja menangis. Padahal ia berusaha untuk menghentikan deraian air matanya. Serasa ia tak bisa menutupi semuanya.

“Fika anakku, anak kandungku?” mendadak suasana menjadi tegang. Ayah Fiki memanggil Fika anaknya. Semua yang ada di ruang tamu tak mengerti dengan ucapan ayah Fiki. Begitu mencengangkan. Apa maksud dari semua ini? apa maksud dengan ucapan ayah Fiki? Semua bingung saat itu.

Wajah Fiki mendadak sangat serius. Ia memandang kearah ayahnya. Ia mengkerutkan keningnya. Ia tak mengerti dengan ucapan ayahnya yang baru terlontarkan.

“Fika, kamu adalah anakku. Anak kandungku.” Ayah Fiki tak bisa membendung kesedihannya saat ini. Ia terus menangis dan memandang kearah Fika. Liontin ini, foto ini, memang benar-benar foto istrinya. Terdapat Foto perempuan yang sangat cantik di liontin itu. Ayah Fiki masih memandangi foto itu dengan isakan tangis. Benar, ini foto istrinya. Foto orang yang paling ia sayangi. Yang telah lama meninggal akibat kecelakaan kereta itu. didalam liontin itu juga terdapat sebuah nama “Fika”. Fika adalah nama yang ia berikan saat seorang anak perempuannya lahir. Ia teringat dua puluh dua tahun yang lalu, sebelum kecelakaan itu terjadi, istrinya mengenakan liontin itu.

“Ayah, apa maksud perkataanmu itu, mengapa ayah tiba-tiba menyebut nama ibu, kenapa dengan ibu? Kenapa tiba-tiba memanggil Fika seperti itu? apa yang telah terjadi? Setelah ayah melihat liontin itu, kanapa ayah mendadak menangis? Ada apa dengan semuanya ayah? Aku harap ayah menceritakan semuanya.” Fiki merasa tak bisa mengendalikan rasa penasarannya saat itu. Ia memberanikan diri untuk menanyakan kepada ayahnya.

Ayah Fika masih tak bisa menghentikan tangisannya, tapi ia berusaha mengumpulkan seluruh tenaganya. “Ini liontin ibumu Fiki, ia kenakan sebelum ia pergi meninggalkan ayahmu selama-lamanya.”

Fika terlihat tak bisa berkata apa-apa. Ia bingung akan perkataan ayah Fiki saat itu. Kalimat itu serasasulit untuk memahaminya.

Mendadak ibu Fika ikut menangis. Ia menangis tak henti-henti. Ada apa dengan semua ini? pertanyaan itu muncul di fikiran Fika saat itu. Ada apa dengan semua orang hari ini? Begitu aneh.

Suasanapun agak membingungkan. Yang semula suasana sangat menggembirakan, mendadak berubah. Ibu Fika masih menangis. Ia melihati Fika yang masih kebingungan tentang apa yang telah terjadi. Tatapan ibu Fika menegaskan ada sesuatu yang telah disembunyikan. Ibu Fika membelai rambut anaknya dan terus menangis. Ia berusaha untuk menghentikan tangisannya.

“Ada yang perlu aku utarakan disini.” Ibu Fika mulai angkat bicara. Ia memandang kearah Ayah Fiki yang tak henti-hentinya menangis. Ibu Fika mengimpulkan sekuat tenaganya untuk menceritakan semuanya.

Love In Sunset (Romantic Novel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang