Pertemuan-pertemuan itu membuatku jatuh cinta

1.4K 15 0
                                    

Pertemuan-pertemuan itu membuatku jatuh cinta

 

Pertemuan itu, ya.. siapa sangka jika pertemuan demi pertemuan telah terjadi. Hati yang selalu bertemu dan bertatap muka. Dan tak bisa dipungkiri, hati ini telah terpikat oleh sesosok pria yang sekarang menjadi teman baru Fika. Teman yang di perkenalkan oleh sahabatku Samuel. Dan tak bisa dibohongi. Fika terpikat oleh Pria yang sangat peduli denganya. Entah apa yang telah melandanya, seakan fikiran ini hanya tertuju padanya, Fiki. Ya.. orang tersebut baru saja ia mengenalnya.

Fika masih tak beranjak dari tempat duduknya, ia menatap jam dinding di pojok ruang kerja. “Pukul 16.15” Ia teringat akan sesuatu, ketika ia telat naik kereta dan tak sengaja bertemu dengan Fiki. “Hemm.., kenapa fikiran ini selalu memikirkan Fiki? Aku tak tahu akan perasaanku, yang aku tahu aku begitu menyukai cara dia berbicara, aku begitu suka dengan senyumannya. Dan yang paling aku suka adalah perhatiannya.  Apakah aku memang benar –benar suuu...” Fika memukul-mukul kepalanya dengan sebatang pensil. “Ah.. tidak, tidak,tidak,tidak. Aku tak boleh terlalu cepat jatuh cinta dengan seorang pria. Apalagi Fiki yang baru beberapa minggu aku mengenalnya. Tapi mengapa aku selalu memikirkannya? Mengapa aku tak bisa melupakan wajahnya?” Huuhh..” Fika menghela nafas panjangnya.

Fika menatap kalender. Pandangannya tertuju pada tanggal 8 Desember. Ia teringat, pada tanggal 8 Desember itulah Samuel memperkenalkan Fiki kepadanya. Ya awal mula ia merasa risih dengan kedatangan teman samuel yang tidak begitu ia kenal. Tapi kenapa Samuel begitu yakin bahwa dirinya akan menyukai teman lamanya. “aku yakin kamu bakalan suka dengannya.” Ya aku teringat dengan kata-kata Samuel waktu itu, kenapa Samuel begitu yakin aku menyukainya? Padahal aku...” huhhhh..” Fika kembali menghembuskan nafas panjangnya. “ Memang aku sangat menyukainya.” Fika terseyum kegirangan.

***

Hari ini selepas dari jadwal siaran, Fika memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah. Ia ingin sekali merilekskan pikirannya di salah satu kafe dekat tempat ia bekerja. Fika duduk seorang diri di salah satu meja pojok kafe. Tak begitu ramai suasana kafe saat itu. Terlihat ia sedang menikmati secangkir teh dan memainkan ponselnya. Tak beberapa lama dari arah kejauhan terlihat seseorang memanggilnya.

“Fika. Ngapain kamu disitu?” Samuel menghampiri Fika. Ia menarik kursi dan duduk disamping Fika

“Ohh.. Samuel. kamu dari mana saja, sudah satu minggu aku tak pernah melihatmu.” Fika menatap samuel dan tersenyum. Ia sangat kengen dengan Samuel. Sudah beberapa hari  ia tak pernah bertemu dengannya.

“Maafkan aku Fik. Satu minggu ini aku ditugaskan oleh bosmu ke Jakarta.” Jelas samuel.

“Ke Jakarta? Ada acara apa?” Tanya Fika penasaran.

“Liburan.” Samuel tertawa dengan perasaan bangga.

“Jahat..” Fika menggerutu iri.

“Kenapa?” Tanya Samuel.

“Jahat kamu gak ngajak aku.” Fika terlihat manyun. Ia iri dengan Samuel yang mendapatkan hadiah dari bossnya jalan-jalan.

“Hahahhaa... kamu itu, baru aku tinggal satu minggu aja sudah kangen.” Sindir Samuel.

“Bukan kangen, tapi aku ngiri sama kamu, kamu diajak liburan, tapi aku tidak.” Gerutu Fika yang sepertinya tak rela melihat Samuel liburan.

“Ahh.. kamu ini Fik. kayak tak pernah kenal pak Handoyo bossmu itu.”

“Memang kenapa Sam?” tanya Fika.

“Kamu percaya kalau aku liburan ke Jakarta?” Tanya Samuel.

Love In Sunset (Romantic Novel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang