Secepat itu jatuh cinta , secepat itu aku terluka

1.3K 17 0
                                    

Secepat itu jatuh cinta , secepat itu aku terluka

 

Malam ini begitu sunyi. Terlihat Fika duduk di kursi taman favoritnya seorang diri. Ia melihat kearah langit-langit taman, dimana langit yang sangat cerah dihiasi oleh bulan dan bintang. Terlihat begitu indah. Namun sayang keadaan yang indah itu tak seperti hatinya. Ia masih menangis sejak tadi sore. Ia tak bisa menghentikan air matanya yang terus menerus jatuh. Yang terdengar hanyalah isak tangisnya dan suara serangga malam di taman itu.

“Mengapa dengan diriku. Mengapa aku begitu lemah sekarang. Hanya karena suatu rasa yang tak penting. Arrrggghhh.. persetan dengan jatuh cinta. Kenapa aku harus merasakan sakit hati sebelum aku merasakan cinta. Cinta telah membuat orang bahagia. Tapi cinta telah membuat banyak orang sakit hati. Kenapa aku, begitu cepat jatuh cinta dengan seorang pria yang baru saja aku mengenalnya. Pria yang jelas-jelas belum terlalu mengenalnya. Aku begitu cepat merasakan jatuh cinta. Tapi sebelum bunga itu mekar dan berkembang. Bunga itu telah hilang. Kenapa dia tak menelfonku, atau sekedar berpamitan? Kenapa harus lewat Samuel? Setidaknya dia bisa berpamitan denganku. Biar hati ini tak terlalu sakit. Atau aku telfon saja orang itu.” Fika mengambil ponselnya dalam tas dan mengetik nama Fiki. “Ahh.. buat apa aku menelfon dia, dia yang pergi, kenapa tak dia saja yang punya inisiatif buat menelfonku. Tapi... hiks.. hiks. Aku tersiksa dengan perasaan ini. ibu.... hiks.. hiks..” Fika kembali menangis saat itu. air matanya terus berlinang.

***

           

Sesampainya dirumah ia mencari ibunya

“Ibu.... hiks.. hiks..” Fika memeluk ibunya dan menangis.

“Kamu kenapa nak kok menangis?”

“Dia ninggalin aku bu...” Fika terus menangis.

“Dia siapa? Pacarmu?” Tanya ibu Fika.

“Bukan bu. Dia..”

“Dia siapa?” Tanya ibunya yang masih bingung terhadap Fika.

“Sudahlah bu..” Fika mennghapus air matanya.

“Ya sudah.. sekarang kamu istirahat gih, tenangin dirimu.”

“Iya bu.. selamat malam.”

“Selamat malam anakku sayang” Fika menuju kamar dan menutup pintu kamarnya.

Love In Sunset (Romantic Novel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang