EPILOG

2.7K 11 0
                                    

EPILOG

 

Cinta ini telah pergi, cita ini telah tiada untuk selama-lamanya. Keindahan sunset itu sungguh mempesona. Cahayanya, cakrawalanya, bahkan hembusan anginnya. Keindahan sunset bisa membius fikiran siapapun untuk menjadi tenang dan damai. Cinta mereka berdua seperti sunset. Indah bahkan tak bisa terlukiskan oleh apapun. Matahari itu telah menuju peristirahatannya. Matahari itu telah menyelesaikan tugas sucinya. Mencintai setulus hati. Mencintai sampai mati. “Selamat jalan Fika. Cintamu akan selalu terkenang, cintamu adalah matahari penerang yang tak akan penah padam di hati ini. Aku akan selalu menjaga cinta sucimu itu. Sampai nanti, bahkan sampai mati.  I Love you Fika, Good bye...”

~ Fiki ~

***

 

 

 

Pagi tadi, di rumah sakit

“Kakak.. aku sudah sembuh loh. Aku mau kakak menemaniku sekarang.” Fika terlihat kesal melihat Fiki tak mau menemaninya jalan-jalan. Fiki hanya bisa meneteskan air matanya.

Ayahnya membisikkan sesuatu ke telinga Fiki. Begitu lirih bahkan tak bisa terdengar jelas.

            “Baiklah Fika.. Kakak akan mengajakmu untuk pergi ketaman dan restauran itu. Tapi kamu harus janji, setelah kakak ajak jalan-jalan, kamu harus sembuh seperti sedia kala.” Fiki menyanggupi permintaan Fika setelah ayahnya membisikkan sesuatu ke telinganya.

            “Siapp.. kakak. Setelah jalan-jalan, aku akan sehat seperti sedia kala.” Fika terlihat senang Fiki mau menuruti keinginannya saat itu. Ia mengangkat tangannya dan hormat kearah Fiki. “Siap komandan.” Ia tersenyum kearah Fiki. Fiki hanya bisa menahan kesedihannya. Melihat orang yang paling ia kasihi hidupnya sudah tak lama lagi.

             “Aku tahu kamu begitu mencintainya, aku juga sangat mencintainya Fiki. Sudah lama aku merindukannya, sejak 20 tahun yang lalu. Antarkan dia menuju kebahagiaanya sekarang. Ayah tahu mungkin hari ini adalah hari terakhirnya bersama kita. Namun Ayah ingin sekali Fika bisa tersenyum kembali, setelah kejadian itu. Setidaknya ia bahagia sebelum ia pergi”

~Bisik Ayahnya kepada Fiki~

6 Mei 2013

Happy birthday to you..

Happy birthday to you..

Happy birthday happy birthday..

Happy birthday to you.

Ibu dan ayah Fika juga ikut menyanyi saat itu, membuat kejutan itu semakin meriah.

Tiup lilinya, tutup lilinya, tiup lilinya sekarang juga

Sekarang juga

Sekarang juga..

Fika bersiap-siap untuk meniup lilin ulang tahunnya.

“Stop... sebelum kamu meniup lilin itu. alangkah baiknya kamu mengajukan permohonan dan harapanmu di hari ulang tahunmu ini.”sahut Fiki.

“Emmm.. baiklah..” Fika memejamkan matanya dan menggenggam kedua tangan didepan dadanya. Fika mulai mengajukan permohonnya didalam hati. “Sudah selesai..” Fika meniup lilin ulang tahunnya.

“Horeee... hahhahaa...” Kemeriahan terjadi saat itu. Fiki dan kedua orang tua Fika tertawa, Fikapun juga ikut tertawa seperti mereka.

Tuhan aku begitu menyayangi mereka, aku begitu mencintai Fiki. Jagalah Fiki selalu untukku. Sayangilah dia. Seperti aku sekarang yang begitu menyayanginya. I Love You Fiki.

 

~ permohonan Fika saat ulang tahun ~

THE END

Love In Sunset (Romantic Novel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang