Fiki mengajakku mencari novel

1.5K 15 0
                                    

Fiki mengajakku mencari novel

Tanpa ada kata, bila tak ada niatan untuk berucap. Keindahan itu tak akan selalu nyata dipelupuk mata. Jikalau semua telah tergambar jelas difikiran. Jiwa akan selalu bertanya dalam hati yang selalu mengisi. Pertemuan pertama akan menjadi suatu yang indah. Dan pertemuan ke dua akan menjadi hal yang paling mengesankan. Jika hati sudah menancap pada satu tujuan. Tak ada sesuatupun yang dapat menghalanginya. Entah apa yang terjadi pada rasa ini. Yang jelas pertemuan itu membuat hati ini serasa nyaman. Senyaman hembusan angin malam yang selalu kutunggu kesegarannya.

Sejak pertemuan saat itu, antara Fiki dan Fika terlihat sangat akrab. Tak jarang mereka saling berkomunikasi. Entah melalui pesan singkat, ataupun saling telfon-menelfon.

Ponsel Fika bedering.

“Hallo..”

“Hallo selamat pagi.” Seru suara Fiki di sebrang telfon.

“Selamat  pagi Fiki, ada perlu apa?”

“Apakah hari ini kamu libur Fika?” Tanya Fiki

“Iya...” Jawab Fika singkat

“Apakah hari ini kamu tidak ada acara?”

“Tidak...”

“Apakah hari ini kamu akan berkumpul dengan keluargamu, ataukah mau jalan-jalan bersama teman-temanmu?” Tanya Fiki lagi.

“Sepertinya tidak ada rencana”

“Apakah kamu sekarang sibuk?”

“Tidak.” Jawab Fika singkat

“Apakah kamu sekarang sedang sakit dan tak bisa keluar rumah?”

“Tidak. Aku sehat-sehat saja?” Fika mulai sebal dengan pertanyaan-pertanyaan Fiki.

“Apakah kamu...?”

“Stop. Langsung saja, Fiki mau apa?” Fika menyela pertanyaan Fiki yang dari tadi selalu berputar-putar.

Suasana hening sejenak. “Aku mau pergi ke sebuah toko buku. Tapi aku tak tahu mau ke toko buku mana? Maklum aku sudah lupa jalan di Surabaya. Apakah kamu orang yang hafal jalan?”

“Sepertinya aku cukup tahu jalan?” Fika berkata bangga.

 “Bagus. Bisakah kamu mengantarku ke sebuah toko buku? Ada beberapa buku yang ingin aku baca. Eh maksudku ada beberapa buku yang mau aku beli?”

“Boleh, ide yang bagus. Memang kamu mau beli buku apa?” Tanya Fika yang selalu ingin tahu.

“Aku mau beli beberapa novel. Aku ingin beli novel yang berjudul “Penantian di Ujung Jalan, sherlock holmes, 5 cm, Twilight.” dan masih banyak lagi.”

“Kamu suka novel ya Fiki?” Tanya Fika.

“Iya aku sangat suka dengan novel. Dan beberapa film. Aku sangat menikmati semua itu. Bagaimana denganmu Fika?”

“Akupun juga begitu. Aku juga sangat menggemari novel sepertimu. Dan sepertinya novel yang kamu sebutkan itu, aku juga sedang mencarinya. Aku sedang mencari novel “Penantian di Ujung Jalan dan Twiight” , bagaimana kalau kita nanti bagi tugas?

“Tugas seperti apa Fika?

“Aku nanti yang beli novel yang aku cari. Dan kamu nanti yang beli sherlock holmes dan 5 cm. Nanti kita bisa tukeran novel. Yah itung-itung irit biaya juga kan?” Usul Fika yang sangat pintar masalah irit-mengirit biaya.

“Ya. Itu ide yang sangat bagus Fika.” Seru Fiki dalam telfon.

“Oke.. kita bertemu dimana?”

Love In Sunset (Romantic Novel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang