52|| Rintikan Tulus

1.4K 131 12
                                    

Tanah masih basah bermandi hujan.
Langit tetap berteman dengan Sang halilintar.
Semua orang mencari tempat berlindung agar tak tersentuh oleh dinginnya air itu.

Namun tidak untukku.
Aku masih tetap di tempatku semula.
Di taman bunga yang kini ikut basah.
Di kursi panjang putih bertaut sendiri.

Mataku memejam, menikmati setiap sentuhan yang diberikannya.
Dingin dan tenang, aku sangat menikmatinya.

Kini bau tanah tak lagi tercium.
Hanya semerbak bunga yang mulai bercampur harum denganmu.

Setiap jengkal yang membasahi tubuhku adalah air dari Kahyangan.
Yang turun bersama para peri kecil dari gugusan pelangi.
Hujan kali ini aku suka.
Kali ini aku suka hujan.

Lambat laun petir mulai bercengkerama dengan lemah.
Rintik hujan mulai sayu.
Beberapa orang mulai kembali.
Dan bunga mekar kembali meski masih ada bulir yang tertinggal.
Tapi aku tetap di sini.

Aku tak segampang itu jika telah nyaman.
Tak semudah itu pula untuk meninggalkan.
Karena aku cinta yang tulus, tak datang lalu pergi.
Aku tahu diri jika hanya kau yang ku cintai.

To: Pluviophile30

Sabtu, 16 Desember 2017

KLASIK √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang