23. Nikahi dia

33K 1.5K 403
                                    

RERE POVS

Hari ini aku sudah diperbolehkan oleh dokter untuk pulang.
Ku lihat Hammas sedang asik mengemasi barang-barang.

kata-katanya masih terngiang di fikiranku.
Apakah Hammas menyukaiku ?
Apa benar ?

"Assalamualaikum" Sebuah suara spontan membuatku menengok.

"Ibu" aku melihat ibunda Mas Ryan sedang berdiri diambang pintu.

"Kamu sudah mau pulang nak ?" tanyanya sembari menghampiriku.

"Iya bu Rere sudah mau pulang hari ini" Aku segera mencium tangan ibu mertua ku.

Ibu menatap Hammas, nampak tatapan penuh tanya dimatanya.

"Ini Hammas bu, dia yang jagain dan bantu Rere selama dirumah sakit"

"Terima kasih ya nak Hammas, kamu sudah menjaga Rere saat Ryan tidak bisa menjaganya"

"Sama sama bu" ku lihat Hammas tersenyum manis.

"Re, ibu ingin bicara 4 mata dengan kamu. Bisa ?"

Aku diam, ku lihat Hammas paham tentang maksud ucapan ibu.
Ia segera pamit keluar ruangan.

"Kenapa bu ?" Tanyaku saat Hammas sudah keluar dari dalam ruangan.

"Ibu dengar kamu hamil nak ? Apa benar ?"

"Iya bu aku hamil sudah 4 bulan" aku tersenyum sembari mengusap lembut perutku.

"Yaa allah alhamdulilahhh" Ku lihat mata ibu berkaca-kaca.

"Bu sudah jangan menangis"

"Maafkan Ryan nak, ibu tau dia begitu menyakitimu"

"Bu sudah" Aku hampir menangis melihat ibu yang nampak begitu sedih tapi aku harus kuat.

"Maafkan ayahmu nak, dia tidak bertanggung jawab padamu dan ibumu" ibu mengusap lembut perutku.

Air mataku menetes melihat perlakuan ibu padaku.

"Ree.. ibu boleh minta satu permintaan padamu ?" Ibu menatapku dalam.

"Apa bu ?" Tanyaku.

Ibu menggenggam lembut tanganku.

"Tolong jangan bercerai dengan Ryan, ibu tidak ingin kehilangan cucu ibu re"

Aku sangat paham ibu tidak ingin kehilangan calon cucunya.

"Buu.. sudah" ucapku dengan lirih.

"Re, ibu datang kesini untuk meminta izin karena kamu adalah istri sah dari Ryan"

"Ibu ingin meminta izin apa ?"

Entah kenapa jantungku berdetak cukup kencang.

"TOLONG IZINKAN RYAN MENIKAHI ANGGIE"

Bagaikan petir disiang bolong rasanya jantungku benar-benar telah berhenti.

Setetes air mata kembali jatuh mengalir dari mataku.
Aku sudah tidak dapat membendungnya.

ALLAH, AKU, DAN KAMU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang