22 - Si Kembar.

Mulai dari awal

"Ya ampunn lucu bangettt cicit oma.. yang cowok sama ceweknya matanya kayak bapaknya nih, mukanya campuran bapak ibunya, hidungnya mirip Misca yang cowok. Yang cewek hidungnya mirip Alroy. Bibir yang cowok mirip Yasser. Yang cewek mirip.. Keyla. Cantik sama ganteng, wahh.. jadi gemes nih oma." Puji Jena, sambil mengelus pipi putri Keyla.

Yasser menggendong anak laki laki mereka dan Alroy menggendong anak perempuan.

Zain sedari tadi mengusap rambut Keyla.

"Yahh tu Zain gak bisa gendong anaknya. Ajarin deh. Nanti kalok jatoh kan repot." Ucap Keyla.

"Ah iya tu, nanti cucu bunda jatoh lagi. Sana mas ajarin anaknya."

Yasser mengajari Zain cara menggendong anaknya. Di kesempatan lain Alroy tersenyum sambil memandang Misca.

Menyadari pandangan Alroy. Misca mendekati Yasser, dan mencoba tidak mengetahui bahwa Misca tau sebenarnya Alroy memandangnya.

"Oya kalian mau kasih nama mereka siapa?? Sampek belom kepikiran?" Buyar oma.

"Ahh aku udah dapet sama Zain yang cowok namanya Devian Alanzo yang cewek namanya Davira Carrissa, di panggil Vian sama Vira. Gimana? Bagus kan??" Ucap Keyla semangat.

"Bagus.. kalian pinter bikin nama ya?"

Tiba tiba Vira menangis. Alroy memberikan Vira pada ibunya, di susul Vian.

"Aduhh si kembar nangis ini. Nangis aja kompak." Semua terkekeh melihat kelucuan bayi itu, sedetik kemudian suster datang.

"Permisi. Waktunya pemberian asi, bunda Keyla.. saya akan mengajarkan cara memberi asi yang benar."

"Yaudah deh kita keluar dulu ya.." Ucap Yasser, diikuti yang lainnya kecuali Zain.

"Di buka dulu bunda.." ucap suster. Keyla memandang Zain dengan tatapan tajam.

"Ahh- iya aku juga keluar deh." Lalu Zain beranjak keluar.

Yaelah udah jadi suami masih aja gengsi.

Giliran pertama Vian, sang kakak menjadi yang pertama mendapatkan asi ibunya. Suster mengajari bagaimana cara menyusui sang anak, Keyla mungkin akan kerepotan karna 2 anaknya harus mendapat asi seimbang. Padahal di awal kelahiran mereka. Masih kurang bisa kalok langsung dua duanya ikut menyusui. Karna Keyla juga harus beradatasi. Keyla tersenyum melihat wajah Vian yang terlihat amat tampan.

Baby.. akhirnya kalian lahir juga.. mami sayang baby.

Batinnya lalu mencium kening sang anak.

*

Ayah dan bundanya sudah pulang, Alroy dan oma juga ingin membersihkan badan dulu di hotel. Sedangkan Zain? Sedang asik memandang istrinya.

"Aku masih pengen liat Vira sama Vian Zain.. kenapa susternya bawa mereka ke ruang bayi sih? Kan aku masih kangen."

"Udah lah sama papinya dulu aja mami.."

"Ishh.. bosen, mending mandang anak aku yang imut imut."

"iya imut lah, keturunan papinya.."

"Pede meternya naik tuhh, Udah sana kamu pulang aja gakpapa. Kamu pasti capek kan?"

Zain menggeleng.

"Kamu belom tidur semaleman?"

"Kamu juga belom tidur. Itu juga pingsan, sekalinya pingsan buat aku hampir mati tau nggak!"

"Aku kan gak kuat Zain.."

"Aku kan khawatir sayang.. udah ah, mending kita tidur berdua, mumpung gak ada anakkan? Nanti kalok udah pulang dari rumah sakit pasti kita repot deh. Dah ah tidur."

I Love My Stepbrother 2 ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang