11 - Oma Jena.

5.8K 361 7

Oma menuntun Keyla ke dalam kamarnya. Ruangan yang begitu besar dan kasurnya juga berukuran queen size, Keyla menjadi kurang enak jika oma memanjakan dirinya yang bukan siapa siapa di hidupnya.

"Oma kamar ini terlalu bagus."

"Aku senang jika kau menggunakan kamar ini. Aku sudah menyiapkannya Keyla. Dulu ini kamar anakku tapi sayang dia laki laki dari dulu aku ingin anak perempuan atau cucu perempuan sampai sekarang aku selalu mendapatkan anak laki laki dan cucu laki laki. Tapi baru tahun yang lalu menantuku melahirkan anak perempuan dan itu membuatku senang. Akirnya aku mempunyai cucu perempuan. Aku senang kau mau menjadi cucuku Keyla. Kau gadis yang baik. Sekarang kau bersihkan dirimu. Setelah itu makan dan beristirahat. Oma akan senang jika kau mau bercerita tentang masalahmu sayang." Ucap oma sambil mengelus rambut panjang Keyla.

Keyla mengangguk.

"Oma. Kau baik sekali. Aku menyayangimu. Aku mau kau menjadi nenekku. Aku akan sangat berterimakasih dan bahagia mempunyai oma yang baik dan cantik sepertimu." Ucap Keyla sambil memeluk Jena.

"Iya sayang. Terimakasih, aku jiga menyayangimu Keyla. Yasudah oma keluar ya?" Keyla mengangguk sambil tersenyum.

"Semoga kau betah tinggal disini." Ucap Jena lalu menutup pintu kamar Keyla.

Keyla sangat bersyukur bisa kenal dengan oma Jena yang baik itu. Entah bagaimana nasibnya jika dia tak mengenal wanita sebaik beliau.

Keyla segera membersihkan badannya, rasanya begitu risih dan jijik. Dia tak menyangka Zain tega melakukan hubungan dengannya. Ya walaupun akhirnya mereka akan menikah, tapi tetap saja Zain lancang dan kurang ngajar. Entah Keyla masih ingin menerima Zain atau tidak untuk kelangsungan hidupnya.

Jujur saja sebenarnya orang mabuk itu setengah sadar setengah tidak. Dan pastinya mereka dapat merasakan bagaimana rasanya saat kejadian itu berlangsung. Keyla masih mengingat tapi tak begitu jelas. Zain melakukannya. Pertama Zain memeluk Keyla dan Keyla mengubah posisi menghadap Zain lalu dengan cepat Zain melumatkan bibirnya ke bibir Keyla dengan ganas, setelah itu..

"Arrghhh!!!! Gue bencii bencii!!! Lo jahat Zain!!" Emosinya di dalam bathtub.

Zain berhasil menerobos bagian kewanitaannya. Mengingat itu semua Keyla kembali menangis. Dan hal membuat Keyla tambah membencinya. Zain membuat kiss mark di dadanya. Itu membuat Keyla tambah mengingat kejadian menjijikan itu.

Selesai dengan membersihkan badan. Keyla memilih baju yang layak dia gunakan. Kaos berlengan panjang bergambarkan bendera UK dan celana jeans ketat 3/4 ,mana berani dia menggunakan hotpans di depan oma.

Keluar dari kamarnya. Cacing di perutnya sudah minta jatah. Dengan langkah ragu, Keyla keluar kamar, menuju meja makan. Melihat oma sedang membaca korang di ruang tengah.

"Hai sayang.. sudah selesai? Ayo makan dulu kita makan siang bersama ya? Sebentar oma panggilkan cucu oma dulu."

Cucu? Gawat. Aku takut nanti cucunya gak bisa nerima aku disini.

"Dave.. ayo turun makan siang dulu sayang.. Dave!" Teriak oma. Tak ada yang menyaut.

"Biar oma ke kamarnya dulu ya? Kamu duduk dulu Keyla. Jangan camggung anggap saja rumah sendiri. Oke?"

Keyla hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi keramahhan oma.

Semenit kemudian oma keluar dari kamar cucunya yang bernama Dave, bersama dengan cucu laki lakinya itu.

Berjalan ke arah Keyla, buru buru dia membenahi posisinya.

"Nah Dave, kenalkan ini Keyla. Dia sekarang tinggal disini menemani oma. Cantik bukan?"

I Love My Stepbrother 2 ✔Baca cerita ini secara GRATIS!