10 - Benci.

6.3K 346 17

Chapter sebelumnya di private.

___________

Mencoba berjalan dengan cepat. Walaupun rasanya sangatlah sakit. Zain sudah mengambil mahkota terpenting yang selalu Keyla jaga. Keyla terus menangis. Zain benar benar jahat. Tak bisa berfikir jernih Keyla menelpon Jam untuk menjemputnya. Tak sampai 5 menit kemudian Jam datang, Keyla langsung masuk ke dalam taksi. Jam nampak terkejut melihat penampilan Keyla yang sangat kacau.

"Key kamu-" ucap Jam terpotong

"Ke asramaku Jam cepat!!" Ucapnya yang masih menangis. Melihat dari spion Zain sudah keluar dan mencari cari Keyla.

*

Zain menjambak rambutnya frustasi. Dia tak tau akan seperti ini. Bahkan yang dia ingat hanya duduk di taman berbincang dengan Frank selanjutnya dia lupa.

"Siallan!! Ini pasti rencana Frank buat hancurin gue!! Brengsek." Umpat Zain. Tak ada waktu untuk terus emosi. Zain harus menemukan Keyla. Mungkin Keyla ke apartment nya. Zain segera mejalankan mobilnya menuju apartment.

Sesampainya disana hasilnya nihil. Keyla tak ada. Buru buru dia melanjutkan ke asrama pasti Keyla disana. Dengan pakaian yang masih berantakan. Zain hanya menggunakan kemeja putihnya. Dia benar benar menyesal melakukan semuanya tanpa sadar. Zain tau Keyla sudah pasti membencinya.

Buru buru Zain naik ke kamar Keyla. Mengetuk pintu dengan keras dan keluarlah Jessi dan Sasya. Memandang pria itu tajam.

"Keyla mana?? Dia ada disini kan?"

"Keyla gak ada disini. Lebih baik kau pergi!! Jangan temui Keyla lagi."

"Astaga. Aku harus bertemu dengan Keyla. Kumohon. Sebentar saja."

"Keyla sudah meninggalkan asrama 10 menit yang lalu. Dia menangis dan penampilannya berantakan. Apa yang kau lakukan terhadapnya. Mengapa Keyla begitu kacau?" Ucap Jessi marah.

"A- aku.. aku harus mencari Keyla." Zain segera meningalkan asrama itu. Keyla benar benar sudah meninggalakan tempat tinggalnya itu.

Tujuan telakhir Zain adalah kampus Keyla. Dia harus memberi tau pihak kampus jika Keyla masuk mereka harus menahan gadis itu.

Zain segera memasuki kampus megah itu. Berjalan menuju ruang tata usaha. Tak peduli semua orang memandangnya. Pewaris Zeir Crop berpenampilan kacau hari ini.

"Permisi saya ingin minta tolong. Jika murid penerima beasiswa bermana Keyla Smith kemari atau menjalani kuliahnya. Tolong tahan dia. Saya harus bertemu dengannya." Ucap Zain pada bagian tata usaha.

"Maaf, apa anda Zain, pewaris Zeir Crop yang menang tender perusahaan terbesar di Jerman tahun lalu?? Astaga.. senang bertemu dengan mu tuan. Dan maaf kau menanyakan Keyla? Murid Indonesia itu? Maaf sekali tuan baru beberapa menit yang lalu Keyla mencabut berkasnya dari Unniversitas ini. Sangat disayangkan. Katanya dia harus pergi dan tidak bisa melanjutkan kuliahnya-" tak mau membuang waktunya Zain nampak begitu cemas. Zain telah menyakiti Keyla dengan semua perbuatannya.

Memukul stirnya dengan seluruh emosinya.

"Key.. bahkan aku gak sadar Key.. kenapa kamu harus ilangan begini sih? Aku gak mau kehilangan kamu lagi untuk ke sekian kalinya!!"

Keyla menangis di dalam taksi Jam. Entah dia harus kemana sekarang.

"Keyla.." berlahan Jam menyentuh pundak Keyla.

"Jangan sentuh aku!!" Tepis Keyla.

"Ma-af. Kamu bisa cerita sama aku Key.. kamu kenapa?"

Keyla terus menangis. Dia begitu kacau. Dia harus kemana sekarang.

I Love My Stepbrother 2 ✔Baca cerita ini secara GRATIS!