19 - Hospital.

5.1K 345 6

Sesampainya di rumah sakit. Zain segera menggotong Keyla ke dalam gedung rumah sakit.

"Sus, tolongg.." teriak Zain meminta bantuan. Sedetik kemudian perawat menghampiri keduanya sambil membawa kasur dorong. Zain meletak kan Keyla di atas kasur dorong itu. Beberapa perawat dan Zain membantu mendorong kasur menuju UGD. Sesampainya di depan pintu UGD Zain di tahan supaya tak masuk. Zain sudah sangat khawatir melihat keadaan Keyla. Zain tak bisa tenang menunggu di luar sini. Bolak balik ia menunggu dokter keluar.

Keyy.. sayang, kamu kenapa?

20 menit menunggu dengan cemas akhirnya dokter keluar.

"Dok bagaimana keadaan istri saya?"

"Oh anda suaminya? Tenang saja pak. Istri anda hanya mengalami kontraksi, itu wajar di alami ibu hamil dan keadaannya yang kurang fit juga membuatnya terasa badannya remuk. Kontraksi terjadi karna sang ibu kelelahan ataupun stress, tolong di jaga ya pak istrinya. Dan boleh langsung di bawa pulang."

"Terimakasih dok." Ucap Zain pada dokter jaga.

Zain segera masuk ke UGD dan menengok Keyla.

"Sayang.. astaga, kamu gak kenapa napa kan? Kamu kecapekan. Maaf ya? Kemaren bikin kamu capek, seharusnya kita urus sehari sehari aja."

Keyla tersenyum dan menggeleng.

"Gak masalah Zain. Emm.. aku mau pulang."

"Kamu udh kuat?"

Keyla mengangguk. Zain membantu Keyla turun dari kasur. Dan membopong kekasihnya itu.

"Kamu tunggu di sini bentar ya? Aku urus administrasi dulu." Kata Zain.

Keyla mengangguk saja.

Sambil menunggu Zain, Keyla mengedarkan pandangannya.

"Keyla??" Keyla menoleh ke sumber suara.

"E- edgar?? Kamu ngapain disini?"

"Key, aku kangen banget sama kamu? Kamu katanya baru balik ke Jerman ya?"

"Iya kak."

"Oya kamu ngapain di rumah sakit pagi pagi gini?"

Keyla terdiam.

"Emm. Kalok gak sakit ngapain kesini." Jawabnya sakaristik.

"Kamu sakit Key? Astaga yang sakit mana sayang.."

Keyla menyerngit. Sayang? Peyang!!

"Kak, kayaknya aku harus susul Zain deh." Keyla beranjak dari kursinya namun Edgar tahan. Dia benar benar takut kali ini.

"Aku kangen sama kamu Key. Apa kamu gak kangen sama aku? Bahkan aku masih setia nungguin kamu lho." Keyla tak bergeming, tangan Edgar mulai menyentuh tangan Keyla. Buru buru Keyla menepis tangan Edgar. Tangan satunya memegangi perutnya. Dia tak ingin Edgar macam macam dengan anaknya juga.

"Oya Key, jalan sama aku yuk. Kamu udah putuskan sama Zain?!"

Apa apaan sih dia.

"Aku bahkan bakal nikah sama Zain."

Edgar terkejut, tapi dia tak menampakkan keterkejutannya.

"Karna kamu hamil, hm?"

Keyla terkejut, bagaimana bisa Edgar tau? Keyla sudah tak ingin bertatap muka dengan Edgar.

"Maaf kak aku harus nyusul Zain."

"Oke. Hati hati sayang, jaga anakmu baik baik." Ucapnya menyerngai.

Keyla segwra mencari Zain padahal perutnya masih sedikit keram.

"Sayang?? Kok kamu jalan? Bsrunmau aku susul."

Keyla tak ingin Zain bertemu dengan Edgar lalu Edgar memancing emosi Zain.

"Zain anter aku ke toilet." Alibinya.

"Yok." Zain menuntun Keyla ke toilet.

"Bisa sendiri?" Keyla mengangguk. Lalu masuk ke dalam kamar mandi.

semenit kemudian Keyla baru muncul lagi, Zain langsung membantu menuntun Keyla.

Sesampainya di rumah Yasser dan Misca sudah di landa kepanikan menunggu kedua anaknya baru sampai.

"Astaga.. Keyla kamu kenapa sayang? Kata bibi pagi pagi Keyla di bawa ke rumah sakit?"

"Iya bun, Keyla sempet kontraksi gara gara kecapekan." Jelas Zain.

"Tapi sekarang gakpapa kan?? Yaudah kamu mending istirahat ya? Bunda masakin sup jangung buat kamu. Zain bawa Keyla pelan pelan."

"Oke bun."

Zain membaringkan Keyla di kasur, dan menyelimuti badan Keyla, mencium kening dan tersenyum. Keyla membalas senyuman Zain.

"Kamu pasti masih ngantuk ya?" Keyla mengelus pipi Zain yang duduk di pinggir kasur.

"Enggak kok."

"Aku sayang kamu Zain. Jangan tinggalin aku ya?"

"Aku lebih sayang kamu, aku gak mungkin ninggalin kamu sayang, adanya kamu yang ninggalin aku."

"Zain.. kamu ngelebihin sayang kamu ke aku buat anak kita."

Zain mengangguk.

"Aku cinta sama kamu sayang.." ucap Keyla sambil tersenyum.

"Aku lebih cinta sama kamu Keyla sayang.." keyla terkekeh. Memukul lengan Zain lirih.

"Ikut ikut terus."

*

Dua bulan kemudian...

Keyla mengirim pesan ke temannya di Jerman untuk menghadiri acara pernikahannya besok.

setelah memberi pesan Keyla teringat seseorang. Jam. Ya orang itu, kali ini Keyla menghubungi Jam.

Sambungan terhubung.

"Halo Keyla??"

"Iya ini aku Jam!! Gimana kabarmu disana."

"Baik Key, kamu gimana?? Kamu udah balik ke Indonesia ya?"

"Iya udah beberapa bulan yang lalu. Oya Jam aku mau kasih tau kamu."

"Kasih tau apaan??"

"Besok aku nikahh Jam!! Gila!! Aku nikah sama Zain. Besok acaranya, kamu dateng ya?? Please.. "

"N- nikah?? Wahh seneng dong ya? Aku ke Indonesia? Tapi-"

"Ayolahh please,  tenang aja, biaya pulang balik aku udh urus, hotel udh aku urus kamu cukup dateng ke acara pernikahannku, santai aja. Dateng yaa please Jam."

"Ya, liat aja besok ya."

"Kok gak meyakinkan gitu sih.. pokoknya besok aku tunggu kamu okey?? Bye Jam."

Key.. kenapa kamu harus undang aku ke acara pernikahanmu, padahal kepergianmu dari Jerman udah buat aku sedih, ini di tambah kamu nikah. Hishh..

___________

Tbc.

I Love My Stepbrother 2 ✔Baca cerita ini secara GRATIS!