24 - Reuni.

6.4K 401 10

Mulmed Zain gendong Vian.

____________

Keluarga Zain sudah bersiap. Zain menggendong Vian yang menangis.

"Udah sayang?" Tanya Keyla yang juga menggendong Vira.

"Tolong benerin rambutku dong, yang."

Keyla membenahi rambut Zain hingga menimbukan jambul.

"Udah."

"Ini baby Vian gak di pakek in baju kayak Vira? Masa baju rumah sih?"

"Enggak. Udah gakpapa. Vian lagi suka kesumukan, sampek nangis gitu barusan baru aku kasih bedak biar gak gatel, udah gitu juga masih unyu." Ucap Keyla sambil sibuk menggoyang-goyangkan Vira dalam dekapannya.

"Yaudah deh, yok berangkat sekarang."

*

Di dalam mobil, Vira dan Vian di masukan dalam box bayi yang di letakan di belakang Keyla dan Zain. Di box ada berbagai mainan jadi mereka tak akan merengek, lagi pula Vian dan Vira jarang menangis jika mereka masih melihat kedua orang tuanya ada di sekitar mereka, kecuali Zain mengganggu Keyla di hadapan kedua anaknya atau orang tua mereka memberikan mereka pada orang yang tak mereka kenal walaupun itu teman Keyla / Zain sekalipun.

"Vian jaga adeknya ya di belakang." Zain mulai menjalankan mobil.

"Sayang.. kita kapan pindah rumah?" Ucap Zain tiba tiba.

"Pindah rumah dari tempat ayah sama bunda?"

"Iya. Aku udah beli rumah buat keluarga kita? Sebelum mereka lahir aku udah beli rumah. Kamu gak mau kita punya rumah dan ngebangun rumah tangga sendiri?" Tanya Zain, sambil fokus ke jalanan.

"Mau Zain.. tapi aku gak tega ninggalin ayah sama bunda."

"Iya aku tau, dan aku juga gak tega, tapi kita udah punya keluarga sayang.. lagian bunda sama ayah pasti gak keberatan." Jelas Zain, untuk membujuk Keyla.

"Iya deh, nanti aku pikirin dulu."

*

Sesampainya mereka disana. Sedikit telat karna jalanan yang macet.

"Vian, Vira— Zain? Yahh, kok pada tidur?" Sadar Keyla saat mau membawa mereka dalam gendongannya.

"Aduhh gimna dong? Perasaan baru sore tadi mereka bangun deh?" Lanjut Keyla, tak tega membangunkan.

"Apa kita balik ke rumah aja? Kamu aja deh yang masuk. Aku nunggu mereka disini. Kasian." Lanjutnya.

"Udah mereka di gendong aja. Palingngan nanti bangun."

"Ihh kamu mah, kasian tauk udah sana."

"Kalok mereka tidur sekarang? Bisa-bisa waktu kita capek mereka bangun, bisa bangun tengah malem tuh, lagian baru aja Vian bangun tidur tadi—"

Tiba tiba ada suara cekikian di belakang. Keyla dan Zain menghentikan perdebatannya.

"Lah? Tadi mereka tidur." Ucap Keyla heran, dan melihat anaknya sudah menampakkan senyum ke kedua orang tuanya.

"Wahh ngerjain orang tuanya ni anak." Zain meraih tubuh Vian.

"Papi cium ni emhh.. emmmhh.." mencium leher Vian hingga anak itu menggeliat sambil tertawa geli ala bayi.

Zain mengentikan aksinya saat kedua perempuan di hadapannya hanya memandangnya aneh.

"Ihh ihh, mukanya sama, ih jelek banget ya kan kak." Kecoh Zain yang mengajak Vian untuk menjadi patnernya,  tiba tiba Vian menangis, tangannya mengarah ke Keyla.

I Love My Stepbrother 2 ✔Baca cerita ini secara GRATIS!