01 - Keyla ke Jerman.

10.6K 551 7

4 tahun kemudian..

Semuanya benar benar berubah saat ini. Tak ada lagi tangis setiap malamnya. Kesedihan. Kesepian. Maupun ke galauan.

"Keyla.. kau benar benar akan pergi meninggalakan bunda?"

"C'mon bunda.. Keyla di sana menuntut ilmu. Keyla gak beemaksud ninggallin bunda lama-lama. Cuma 3 tahun aja. Dan liburan musim panas Keyla bakal pulang ke sini, untuk nengok bunda."

"Benar ya?? Janji?"

"Janji bundaku sayang.."

"Jadilah anak yang sukses Keyla! Bunda sangat bangka kau mendapat beasiswa ke Jerman!"

"Itu berkat doa bunda." Ucap gadis itu sambil tersenyum hangat.

"Kau sudah dewasa Keyla. Bunda sangat menyayangi anak bunda yang cantik ini. Jaga dirimu baik baik, jangan lupa saat kau berada di asrama kau harus langsung menghubungi bunda oke?" Ucap Bundanya dengan penuh perhatian.

"Siap bos."

"Kau sangat menggemaskan. Bunda akan sangat merindukanmu, sayang."

Melirik gadis sebayanya yang sedang terharu.

"Ohh my sweetheart Jasmine. Jangan baperan dong.."

"Gue gak mau lo jauh dari gue. Ahh.. kenapa lo harus pergi." Rengek Jasmine tak rela.

"Sesuai pernyataan pertama. Takdir Jas." Semua terkekeh.

"Gue bakal kangen berat sama lo Key.. sini peluk.." Keyla memeluk Jasmine. Jasmine memeluk Keyla manja.

"Jangan lupain gue ya?"

"Ah elo lebay. Gak bakal lah.." Jawab Keyla sambil tertawa renyah.

Tiba-tiba speaker berbunyi jika keberangkatan menuju Jerman akan segera berangkat 5 menit lagi.

"Yaudah deh Keyla berangkat dulu ya?"

"Gue bakal kangen banget sama lo!! Ahh.." Jasmine menangis.

"Jaga dirimu baik baik Key.. bunda bakal nunggu kamu buat balik ke rumah." Keyla mengangguk dan mencium tangan bundanya. Lalu mengeret kopernya masuk ke dalam.

"Dahh keyla.." Jasmine masih terisak haru, sambil terus melambaikan tangan ke arah Keyla.

Keyla membalas melambaikan tangannya.

Menghembuskan nafas panjang, lalu memberi tiket ke penjaga pintu utama.

***

Keyla masuk ke dalam pesawat. Mencari bangku kosong. Dia melilih untuk dekat dengan jendela. Dia jadi mengingat keberangkatannya ke London, beberapa tahun yang lalu.

Lupain Key.. lupain, lo harus fokus sama kuliah lo yang di Jerman ini!! Jangan sia siain beasiswa ini.

Menggeleng-gelengkan kepalanya. Menghilangkan pikirannya tentang Zain.

Tiba tiba seseorang duduk di sebelahnya.

Keyla sontak menoleh, seorang wanita lanjut usia yang masih terlihat begitu segar duduk di sampingnya sambil melemparkan senyuman, terlihat wanita ini ingin pulang ke negara asalnya, terlihat dari wajah baratnya.

"Hai. Bolehkan saya duduk disini?"

"Hai juga. Tentu saja, itu hakmu nyonya."

"Jangan memanggilku seperti itu. Panggil saja oma Jean. Atau kau cukup memanggilku oma."

"Oh baiklah, senang bertemu denganmu oma."

"Kau sangat cantik. Siapa namamu?" Tanya Wanita itu.

I Love My Stepbrother 2 ✔Baca cerita ini secara GRATIS!