18 - Rencana Pernikahan.

6.5K 381 16

Sinar matahari mulai memancarkan sinarnya ke wajah cantik Keyla. Membuat wanita berumur 20 tahun ini mulai terbangun. Merasa posisi yang begitu nyaman dan menyenyakan. Keyla sedikit tersentak karna posisinya yang kini memeluk Zain, lalu tangan Zain berada di atas Keyla. Keyla takut membangunkan Zain dan Zain akan mengira bahwa dirinya semalaman tidur sambil memeluknya. Apalagi tadi malam mereka terlibat pertengkaran.

Rasanya ingin sekali dia beranjak dari kasur dan lari sejauh mungkin karna gengsinya yang ketinggian itu. Berlahan dia mulai menarik tangannya yang sempat melingkar di pinggul Zain.

Tapi Zain menahannya. Keyla buru buru menutup matanya, jangan sampai Zain tau.

5 menit Keyla menunggu, dia tak bisa terus begini. Kepala Zain berada di atasnya, sedangkan posisi Keyla sejajar dengan dada Zain. Keyla jadi tak leluasa melihat Zain tengah tertidur atau tidak.

Gue gak mau peluk dia lama lama!!

Mau tak mau Keyla mendongak ke atas. Seketika Keyla langsung menutup matanya, bagaikan orang tertidur, tapi kenyataannya dia salah langkah. Zain sedang menatap dan memperhatikan Keyla. Masih dalam posisi yang sama Keyla masih mendongak ke atas sambil menutup matanya. Zain terkekeh dalam hati.

Lalu Zain memajukan kepalanya dan melumatkan bibirnya di bibir Keyla. Sedikit terkejut karna Zain akan menciumnya. Ciuman yang mendamaikan dan menenangkan hati, begitu lembut dan penuh kasih sayang, berlahan Keyla membalas ciuman Zain hingga mereka bercumbu. Keyla menikmati setiap inci ciuman Zain tak sadar tangannya sekarang sudah melingkar di leher Zain sambil mendorong kepala pria itu supaya memperdalam ciumannya.

"Mmpph.." Keyla melepas ciuman itu dan sedikit menjauh. Sebenarnya dia sangat menginginkan itu lebih lama, tapi dia baru sadar bahwa mereka sedang terlibat pertengkaran.

"Kiss morning honey.." Ucap Zain sambil memberikan senyum mautnya. Jujur Keyla tak bisa membohongi jantungnya untuk berdetak lebih cepat atas kejadian barusan di tambah senyuman Zain, hatinya langsung luluh.

"Mau lagi?" Tanya Zain.

Dengan berat hati Keyla menggeleng. Lalu melirik tangan Zain yang sempat ia perban semalam. Keyla beranjak dari kasurnya, piyamanya begitu acak acakan. Buru buru dia membenahi lalu berjalan menuju kamar mandi.

"Kenapa gue bales ciumannya!! Bego keyy argh!!"

Di tempat lain Zain tersenyum puas. Dia harap dengan kejadian tadi Keyla lebih mudah di bujuk.

Semenit kemudian Keyla keluar dari kamar mandi sambil menguncir rambutnya hingga membentuk gelungan. Memperlihatkan leher jenjangmya yang putih dan mulus.

"Keyy.. sini, aku mau ngomong."

Keyla melirik Zain yang sedang tersenyum, lalu menepuk kasur di sampingnya.

"Bentar doang Key.. sini sayang."

Rasanya kakinya berat untuk menjauh. Terpaksa Keyla menuruti apa mau Zain. Lalu duduk di pinggir kasur.

"Deketan dikit napa?" Zain menarik tangan Keyla, hingga duduk tepat di tengah kasur bersama Zain. Zain merangkul Keyla.

"Sayang.. maaffin aku ya?"

Keyla tak menjawab.

"Aku gak bakal sibuk sibuk lagi, aku bakal kurangin jam kerja aku. Bahkan aku bakal kerjain pekerjaan di rumah aja. Waktu kamu tidur. Jadi seharian kita bisa bareng terus. Atau kalok kamu mau aku bisa bilang ayah buat gak kerja lagi. Gak masalah kok, aku bisa atasin semuanya. Gimana?? Maaffin aku Key? Aku lakuin ini juga buat masa depan keluarga kecil kita nanti? Tapi sekarang terserah sama kamu aja. Aku mau kamu juga seneng sama apa yang aku lakuin. Maaf ya udah suka buat kamu kesel dan nunggu aku lamaa.."

I Love My Stepbrother 2 ✔Baca cerita ini secara GRATIS!