9

3.2K 297 16

.
.
.

Rara hanya duduk diam dalam mobil Jihoon. Jihoon sesekali menatap sepupunya itu.

"Rara?"

"Hm?" Rara menoleh pada Jihoon.

"Gwenchana?"

Rara mengangguk.
"Ne gwenchana Jihoon. Nino sudah percaya. Dia tidak akan brutal ingin menemui diriku lagi seperti kemarin"

"Memang. Tapi bagaimana dengan hatimu? Gwencahan?"

Rara hanya diam. Bohong jika hatinya tak sakit. Hatinya sangat sakit saat ini karna berpisah dengan anak dan suaminya.

Jihoon menghelas nafas.
"Aku tak masalah mengantarkanmu ke apartement Daniel jika kau ingin bertemu Nino"

Rara menggeleng sambil menunduk.
"Aku harus ijin dengan Daniel. Aku tak akan kesana jika tidak diperlukan Jihoon"

"Aishhh, Kang Daniel" ucap Jihoon kesal.

"Hey, jangan seperti itu, dia lebih tua dari kita" ucap Rara. Jihoon hanya melirik pada Rara.

---

Hari ini Nino sudah diperbolehkan pulang. Daniel bersyukur anaknya tak mengalami luka yang amat serius dan dapat pulang dengan cepat pagi ini.

"Appa?"

"Hm?"

"Eomma belum pulang?" Tanya Nino sambil memainkan robotnya.

Daniel hanya bisa terpaku diam. Daniel mencoba menjawab walau terselip keraguan dalam hatinya.
"Belum sayang. Sepertinya eomma sedikit lama"

Nino mengangguk tenang.
"Allaseo, Nino akan belsabal menunggu eomma dilumah"

Daniel hanya bisa diam. Haruskah dia berterimakasih pada Rara ? Karna membuat Nino bisa lepas darinya untuk beberapa saat? Tapi dada Daniel sudah terlalu sesak dan ini menambah sesak di dadanya.

---

Daniel menggendong Nino untuk masuk kedalam apartementnya. Kemudian menurunkan Nino setelah sampai di ruang tamu. Nino nampak senang dan berlari menuju kamarnya mencari mainan yang lainnya.

Daniel menatap Nino kosong kemudian menghepaskan tubuhnya ke sofa. Daniel memijat  pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing karna banyak masalah.

"Nino?"

"Ne?"

"Appa mandi dulu. Nino bermain dulu arraseo"

"Ne appa" jawab Nino sambil bermain kembali.

Daniel melangkahkan kakinya kekamarnya dan Rara. Terlihat foto pernikahan dirinya dan Rara yang terpajang di dinding kamarnya. Dan dekorasi dari Rara yang medominasi. Daniel menunduk lesu sambil masuk ke dalam kamar mandi.

Tak butuh waktu lama Daniel telah selesai dan kini tujuannya adalah Nino. Daniel harus memandikan Nino kali ini.

---

Dua minggu telah berlalu. Nino sudah mulai takut dengan keberadan ibunya. Daniel tau ini tidak akan bertahan lama. Daniel juga sudah merasakan sesak yang teramat dalam dihatinya. Daniel benar benar membutuhkan Rara, Daniel sangat mencintai Rara. Daniel bertahan demi Rara. Daniel bertahan demi menguatkan hatinya untuk mengajak Rara pulang.

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!