4

3.3K 284 3

.
.
.

"Nino jangan jauh jauh" ucap Rara saat melihat Nino tengah berlarian di taman belakang.

Daniel berjalan mendekati Rara yang duduk di kursi taman.

"Hah~"

"Niel?"

"Hm?"

"Kau tidak istirahat"

"Aku juga ingin berkumpul dengan keluargaku. Sudah cukup aku dengan kesibukanku" ucap Daniel. Rara hanya tersenyum kemudian memandang Nino kembali.

"Rara?"

"Hm?" Rara pun menoleh pada Daniel.

"Mm, kau tau kan dulu aku seorang idol?"

"Ne, bahkan saat kita menikah media media juga mencoba memberitakannya. Padahal kau sudah vakum bukan"

"Hm, kau benar" Daniel terdiam sebentar.

"Rara"

"Ne?"

"Aku sedikit ragu mengatakannya"

"Ada apa Niel ? Katakan saja" ucap Rara sedikit mengerutkan dahi.

"Begini, sepertinya kita harus pindah ke apartemenku yang dulu"

"Wae?"

"Seorang PD menawariku untuk mengikuti acara keluarga bersama Nino"

"Tapi itu jika kau setuju. Kalau kau tidak setuju aku bisa menolaknya. Ah, bahkan akan ku telfon sekarang" tambah Daniel kemudian mengeluarkan ponselnya.

"Aniyo, aniyo Niel" Rara menahan tangan Daniel kemudian tersenyum.

"Aku tidak keberatan sama sekali"

Daniel membulatkan matanya.
"Ji...jinjja?"

"Ne jinjja. Aku tidak keberatan jika kau mengikutinya. Tapi kenapa kita harus pindah?"

"Aku tidak ingin rumah utama diketahui mereka"

"Suatu saat mereka pasti tau Niel"

"Tapi aku tidak mau mereka mengetahui isi didalam rumah dan disini ada appa sayang"

"Arraseo. Lalu apakah appa mengijinkan?"

"Aku sudah bicara dengan appa. Dia tidak masalah" ucap Daniel. Rata hanya menganggukan kepala.

"Kau benar benar mengijinkannya?" Tanya Daniel sedikit cemas.

Rara tersenyum pada Daniel.
"Aku ijinkan Niel"

Daniel langsung memeluk Rara.
"Gomawo, istriku memang terbaik"

"Appa" Nino berlari mendekati Daniel.

"Appa bisa main belsama Nino? Appa Nino ingin menangkap kupu kupu itu"

"Wae? Kenapa Nino ingin menangkap kupu kupu itu?" Tanya Daniel sambil mendudukan Nino di pahanya.

"Kupu kupu itu cantik sepelti eomma. Nino ingin menangkapnya untuk eomma" ucap Nino polos.

Rara dan Daniel hanya tertawa.
"Nino biarkan kupu kupu itu terbang sayang. Eomma sudah senang hanya dengan melihatnya" ucap Rara.

"Wae? Eomma tidak suka?"

"Aniyo, eomma suka. Tapi Nino jangan menangkap kupu kupu itu nanti dia tidak bisa terbang kemanapun"

"Jika eomma melarang Nino bermain keluar apa Nino suka?" Tambah Rara.

"Aniyo. Nino tidak suka"

"Begitupula dengan kupu kupu" tambah Rara. Nino hanya ber'oh' ria dengan menganggukan kepala.

"Kalau begitu Nino tidak akan mencoba menangkap kupu kupu lagi. Nino hanya akan melihatnya saja" ucap Nino.

"Appa, kajja main berlsama Nino" pinta Nino.

Daniel melihat anaknya itu dan merapihkan rambut anaknya.
"Nino main bermain dengan appa?"

"Ne, Nino ingin berlmain bola. Nino akan menangkap bola yang dilempal appa" ucap Nino antusias.

"Baiklah kajja kita mulai" Daniel menurunkan Nino dan beranjak dari tempat duduknya.

Daniel bersiap melempar bolanya. Dan yap, Daniel melemparnya dan Nino berlari kearah bola itu.

"Appa! Appa Nino mendapatkannya" ucap Nino berlari menuju Daniel.

Daniel tersenyum sedikit berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Nino yang mendekatinya.
"Kemarilah, berikan pada appa" ucap Daniel bahagia. Mereka bermain penuh dengan canda tawa.

---

Kesokannya Rara mengemasi barang barang yang harus dipersiapkan untuk pindah.

Drttt.... Drtttt...

Ponsel Rara berbunyi membuat Rara menghenyikan aktivitasnya itu.

"Yeoboseo?"

"Nuna"

Rara membukatkan matanya.
"Woojin?"

"Ne nuna. Ini aku Woojin, bagaimana kabar nuna?"

"Seharusnya nuna yang bertanya seperti itu. Aish, kenapa kau jarang mengabari nuna? Apa kau sudah terlalu senang diJepang hm?"

"Ehehee mianhae nuna. Ah, mana keponakanku?"

"Ah, Nino masih tertidur"

"Ah, arraseo. Nuna hari ini aku sudah di Korea dan aku akan tinggal ditempat Jihoon hyung"

"Jinjja? Kenapa tidak bilang dulu pada Nuna?"

"Aku ingin membuat kejutan pada nuna. Ah, Jihoon hyung bilang nuna hari ini kembali keapartement Niel hyung?"

"Ne, nuna akan pindah kesana pagi ini"

"Wae?"

"Nino dan appanya akan memiliki acara"

"Wah, jinjja? Niel hyung akan kembali kedunia hiburan?"

"Hm, mungkin tapi tidak seperti dulu. Aish, ya sudah. Hati hati, kalau sudah sampai di apartement Jihoon istirahatlah"

"Ne"

"Hm"

Rara mematikan sambungan dan beralih memasukan barang barang Nino yang akan dibawa.

"Nugu?" Ucap Daniel sembari mengeringkan kepalanya dengan handuk.

Rara menoleh pada Daniel.
"Ah, Woojin. Dia baru sampai di Korea"

"Jinjja? Lalu apa dia akan kemari?"

"Aniyo, dia bilang akan ke apartement Jihoon. Lagi pula aku sudah bilang kita akan pindah"

Daniel mengangguk kemudian duduk di samping Nino yang masih tertidur.
"Hah~ jagoan appa belum bangun" ucap Daniel lirih sambil menatap anaknya itu.

Rara menoleh sejenak kemudian melanjutkan berkemasnya.
"Ini masih pagi, tentu Nino belum bangun"

"Bagaimana aku akan menjalankan acara itu jika hal seperti ini saja tidak tau" ucap Daniel kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Rara tertawa kecil melihat Daniel.
"Niel, nanti kau pasti tau"

.
.
.

Terimakasih bagi yang sudah membaca, vote dan coment ^^

Maaf jika kurang bagus untuk kali ini. Semoga lain waktu bisa lebih baik lagi sequelnya...

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!