Part 28

4K 432 5

.
.
.
Part 28
(Busan)
.
.
.

###

Daniel menatap kaca didepannya sambil membenarkan dasinya. Namun tetap dengan tatapan dingin Daniel yang khas.

2 bulan semenjak Rara pergi dari dirinya, Daniel berubah seperti vampir. Daniel kehilangan beberapan kilogram berat tubuhnya dan sikap dingin dan egoisnya kembali. Entah, Daniel juga tak menyadarinya kapan sifat buruknya muncul.

"Tuan, manager Jung sudah ada di depan"

Daniel tak membalas ucapan bibi Min lalu pergi begitu saja meninggalkan bibi Min.

"Niel" sapa Manger Jung

"Hyung, kita langsung pergi" ucap Daniel dingin dan langsung masuk dalam mobil. Diikuti manager Jung yang masuk berada di kursi depan.

"Hyung"

"Hm?"

"Apa kau sudah menemukannya?"

Manager Jung mengehalaskan nafasnya berat.
"Niel, sampai kapan kau akan mencarinya. Cari saja yang lain"

"Hyung!" Ucap Daniel marah.

"Baiklah.. mianhae"

Daniel menutup matanya sejenak.
"Hyung, aku ingin ke Busan sekarang"

"Mau apa?"

"Aku ingin mengunjungi makam ibuku"

"Baiklah. Aku akan telfon sekertaris Jeon untuk mengawasi perusahaan untuk sementara"

"Hm"

###

"Woojin, Jihoon keluarlah, kajja kita makan~!" Panggil Rara dari dapur.

Tak lama kemudian keduanya keluar. Woojin sudah rapi memakai seragamnnya dan Jihoon dengan pakaian seadanya. Yah, Jihoon benar benar baru bangun dari tidurnya.

Rara tersenyum pada keduanya. Namun pandangannya sedikit masam melihat Jihoon.
"Jihoon, kau belum cuci muka dan gosok gigi?"

Jihoon hanya mengangguk. Rara tersenyum kembali.
"Cuci mukamu dan gosok gigi dahulu. Baru kita makan"

Jihoon kemudian pergi tanpa suara.
"Nuna~ boleh aku makan sekarang?"

"Aniyo Woojin. Kita harus menunggu Jihoon"

"Arraseo" jawab Woojin singkat dengan posisi sudah duduk dan siap menyantap makanan.

Tak lama kemudian Jihoon kembali dan duduk.

"Nuna, sekarang boleh aku makan masakan nuna?" Tanya Woojin semangat.

Rara mengangguk dengan senyum yang mengembang.
"Ne, makanlah. Pelan pelan saja Woojin"

Mendengar itu, Woojin hanya mengangguk dan tetap menyantap makanannya.

Rara sedikit tersenyum melihat Woojin.
"Jihoon?"

"Ne"

"Apa kau tidak apa apa harus di Busan seperti ini?"

"Gwenchana Rara-ya"

"Tapi kau harus memakan waktu lama ke Seoul. Kau pasti sangat lelah. Jihoon, gwenchana jika disini hanya ada aku dan Woojin. Kami bisa menjaga diri"

"Rara, dengarkan aku. Aku tidak masalah jika jaraknya jauh. Aku hanya ingin kau dan Woojin aman. Dan aku tidak bisa meninggalkan kalian sendiri disini"

Ting..tong..

Jihoon menatap pintu dan hendap berdiri, namun Rara menahanya.

"Biar aku saja. Kau makan saja"

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!