Part 10

5K 574 4

.
.
.
Part 10
(Hold)
.
.
.

Rara sedikit terkejut dengan pasien suster Oh. Sedangkan pasien suster Oh hanya tersenyum pada Rara.

"Annyeong Rara-ya. Lama tidak bertemu" ucap pasien itu masih dengan senyumannya yang memperlihatkan giginya.

"Ong sunbae?" Pasien itu mengangguk.

"Apa yang membuat Ong sunbae sakit?" Rara mendekati pasien yang bernama lengkap Ong seongwoo itu, namun akrab dengan panggilan marganya yang langka itu Ong.

"Kau khawatir padaku?"

"Aniyo, sunbae hanya saja .."

"Kau khawatirkan" potong Ong sedangkan Rara hanya diam.

"Lebih baik sekarang sunbae-nim makan" Rara mengambil semangkuk bubur yang sudah ada.

"Kau harus menyuapi aku"

"Wae?"

"Aku masih terlalu lemah untuk makan sendiri" Rara menghelas nafas.

Lalu mencoba menyuapi Seongwoo. Sebenarnya Rara sedikit cangguh dengan Seongwoo. Seongwoo adalah sunbaenya sekaligus cinta pertamanya dulu. Namun perasaan Rara tak terungkapkan karna saat Rara ingin mengatakan perasaannya. Ong Seongwoo sudah pindah dari sekolahnya dan mendapat kabar bawah Ong Seongwoo sudah mendapatkan yeoja chingu yang bernama Yerin saat itu. Bahkan bukti foto Seongwoo dan Yerin sempat beredar di sekolahnya. Hal itu membuat hatinya sakit dan mencoba melupan Ong Seongwoo dan kini orang itu hadir lagi di hadapannya. Setelah bertahun tahun Rara mencoba melupakannya.

Daniel sedang berjalan menelusuri koridor rumah sakit. Dan berharap bertemu dengan suster Rara kembali. Dan keinginannya tercapai. Ia melihat suster Rara, Daniel tersenyum tapi senyumnya itu mengendur seketika saat melihat Rara sedang menyuapi seseorang di taman dekat kolam. Daniel mencoba mengontrol emosinya karna memang pekerjaan Rara sebagai suster memang seperti itu. Tapi satu yang mengganjal, tatapan pasien itu bukan tatapan biasa. Daniel yakin tatapan itu adalah tatapan ketertarikan pada Rara. Tidak, Daniel tidak bisa membiarkan ini dia harus menemui Rara.

###

"Jika aku berkata sudah apa kau akan memaksaku makan lagi?" Tanya Seongwoo.

"Tentu. Sekarang sunbae adalah pasien. Sunbae harus makan lagi agar sembuh atau Sunbae akan terus berada disini dan kurawat terus" Jelas Rara kemudian mencoba menyuapkan makanan.

"Kalau begitu aku tak ingin makan, agar bisa dirawat olehmu" Seongwoo memegang tangan Rara yang baru saja menyuapinya. Rara nampak bingung.

"Sunbae... su..sunbae tidak boleh seperti itu" Rara mencoba melepaskan genggamannya. Namun gengaman Seongwoo semakin kuat.

"Wae, aku ingin kau ...."

"Lepaskan" potong seseorang sambil memegang tangan Seongwoo yang saat itu menggenggam pergelangan Rara. Rara hanya menoleh dan sedikit keheranan melihat Daniel yang tiba tiba berdiri didepannya.

"Daniel. Wae neo?"

"Ikut denganku sebentar" Daniel menggenggam tangan Rara yang lain dan menariknya pergi tapi tertahan oleh Seongwoo.

"Dia sedang merawatku. Kau tidak boleh menariknya asal"

Daniel berbalik dan mendekati Seongwoo.
"Wae? Apa karna kau pasien kau bisa berbuat sesukamu"

Keduanya kini saling bertatapan. Rara mengetahui suasannya sedikit memanas mencoba membuka suara.
"Kalian, tolong hentikan ini. Tolong lepaskan genggaman kalian padaku"

"Aniya" ucap keduanya bersama.

Rara membulatkan matanya dan sedikit meringis kesakitan karna cengkraman mereka berdua.
"Kalian akan membunuhku dengan menggenggamku seperti ini"

Reflek keduanya melepas genggaman mereka pada pergelangan Rara.

"Gwenchana" ucap keduanya serempak lagi.

"Yak! Kenapa kau ikut ikutan ha!" Ucap Daniel sediki emosi.

"Kau yang ikut ikutan bodoh!" balas Seongwoo.

"Cukup. Jangan bertengkar" Rara mencoba menerawang seseorang yang datang.

"Ah, suster Oh sudah datang. Ong Seongwoo sunbae-nim aku permisi dulu" Lalu pergi dan tak lupa juga membawa Daniel pergi dari tempat itu juga.

Seongwoo hanya melihatnya tak suka.
"Aish"

"Eotteokke Seongwoo-ssi"

"Aish, kenapa kau kemari"

"Mianhae , Seongwoo aku tidak bisa meninggalkanmu terlalu lama. Jika aku meninggalkanmu terlalu lama, aku akan dihukum" Seongwoo hanya berdecak.

###

Kini Daniel dan Rara berada di taman luar rumah sakit.

"Apa yang kau lakukan Daniel-ssi"

"Aku tidak suka tatapannya padamu"

"Wae? Memang ada apa dengan tatapannya?"

"Kau tak menyadarinya?" Rara hanya terdiam.

Daniel berdecak sedikit frustasi.
"Dia menyukaimu Lee Rara"

"Mwo?" Rara sedikit terkejut dengan ucapan Daniel.

Daniel menghelas nafas beratnya lalu menunduk.
"Mianhae, aku terlalu mencintaimu"

Rara terdiam, ternyata pernyataan yang dilontarkan Daniel waktu itu benar adanya.  Rara menatap Daniel dan mendekat pada Daniel mencoba memegang tangan Daniel.
"Daniel-ssi"

Daniel sedikit kaget karna Rara tiba tiba memegang tangannya.
"Ne" Daniel dengan cepat menatap Rara.

"Kau mau memberiku waktu?"

"Waktu? Untuk?"

"Untuk pernyataanmu saat itu dan sekarang"

Daniel nampak berpikir sejenak.
"Ye! Maksudmu itu...." Ucap Daniel terkejut dan tidak percaya. Rara mengangguk dan menatap Daniel.

"Bolehkah aku minta sedikit waktu?"

"Tentu. Aku akan menunggumu Rara-ya" Daniel sudah kegirangan sendiri.

"Pulanglah sekarang"

"Kenapa kau menyuruhku pulang? Kau tak ingin didekatku terlalu lama? Atau jangan jangan kau tidak mau bertemu denganku lagi? Kau benci aku Rara-ya? Ayolah kau baru saja mengatakan butuh waktu" ucap Daniel panjang dan frontal.

Rara tertawa kecil melihat tingkah Daniel.
"Aniya. Hanya saja kau perlu istirahat bukan. Atau kau harus secepatnya pergi untuk aktivitasmu"

"Aish, kau membuatku takut Rara-ya" Rara hanya tersenyum pada Daniel.

"Hm, Rara boleh aku minta nomer ponselmu"

Rara mengangguk.
"Ne Daniel-ssi"

Daniel dengan cepat mengambil ponselnya dan memberikan pada Rara.

"Ige" Rara memberikan ponsel itu pada Daniel.

"Gomawo Rara-ya" Daniel langsung memeluk Rara reflek. Rara terkejut dengan yang dilakukan Daniel kemudian sedikit tersenyum.

"Ne, cheomanayo Daniel-ssi"

.
.
.

Maaf untuk beberapa kali ceritanya lebih pendek, karna kesibukan author. Tapi author bakal usaha lebih maksimal lagi. Terimakasih yang sudah mengevote dan membaca ^^

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!