Part 5

7.2K 807 6

.
.
.
Part 5
(You)
.
.
.

###
Daniel terbangun dari tidur siangnya dengan keringat bercucuran. Perutnya saat ini terasa panas perih yang luar biasa.

"Hh..hy.. hyung" Daniel memanggil manager Jung dengan susah payah. Namun tak berhasil, manager Jung tengah tertidur saat ini.

"Hh..hyung.. aa.. aappo" Daniel memanggil lebih keras namun tak membuat manager Jung terbangun.

Daniel bersusah payah mendudukan tubuhnya mencoba mendekati manager Jung. Tetapi tubuhnya terlalu lemas membuatnya ambruk terjatuh kelantai.

"Daniel-ssi" panggil seorang suster mendekati Daniel memcoba membantu Daniel kembali ke tempat tidurnya.

Daniel dengan wajah pucatnya melihat sang suster.
"Ra..Rara" Rara mengangguk.

"Ne, apa yang terjadi kenapa kau bisa dibawah"

Daniel tak menggubrisnya pertanyaan Rara. Ia memejamkan matanya mencoba menahan perutnya yang semakin sakit.

"Appo" lirih Daniel memegangi perutnya. Rara melirik perut Daniel.

"Daniel-ssi, berbaringlah. Akan ku panggilkan dokter"
Rara hendak pergi namun Daniel memengan pergelangan tangannya.

"Ha..ha.. hajima"

"Gwenchana"

Daniel menggelengkan kepalanya.
"Ku mohon Rara"

"Aku akan kembali Daniel"

"Sungguh"

"Ne, percayalah padaku"

Daniel melepaskan genggamannya itu Rara menatap Daniel sejenak lalu pergi menemui dokter Lee.

Tak butuh waktu lama. Rara dan dokter Lee datang, dan disusul dokter Shin. Rara mencoba membangunkan manager Jung saat Daniel diperiksa.

"Ji hyun-ssi ireona" Ji hyun terbangun dan sedikit bingung dengan situasi disini. Kemudian dia melihat Daniel yang masih kesakitan.

"Ada apa dengan Daniel?!"

"Daniel kesakitan dibagian perutnya"

"Rara" panggil Daniel.

"Ne Daniel-ssi"

"Aku tidak mau di obat bius. Aku akan disuntik. Shireo~" kata Daniel pelan.

Rara melirik dokter Lee dan dokter Shin sesaat.
"Gwenchana, tak akan sakit Daniel"

"Shireo~" Tolak Daniel lemah. Rara memberi kode pada dokter Lee agar menyuntik Daniel.

"Wae ? Itu tak akan menyakitkan dan kau tak akan marasakan sakit pada perutmu"

"Tapi aku akan kehilanganmu"

Rara sedikit membulatkan matanya. Begitu juga dokter Shin yang terkejut dengan yang Daniel katakan.

"Aghh..." Daniel sedikit memandangi tanganya.
"Lihatlah sakit bukan" rintih Daniel lemas.

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!