Part 8

5.4K 608 4

.
.
.
Part 8
(Really ?)
.
.
.

"Daniel kau sudah bisa pulang sore nanti" ucap dokter Lee.

"Mwo?" Daniel terlihat kaget.

"Wae? Kau sudah sembuh bukankah ini yang kau mau? Kau sudah boleh pulang. Tanganmu juga mulai membaik hanya tinggal rawat jalan" jelas dokter Lee.

Daniel melihat kearah Rara yang kini tersenyum padanya.
"Sebahagia itukah dirimu Rara?" Batin Daniel.

"Suster Lee kau merawatnya dengan baik. Terimakasih"

"Ne Lee uisa-nim"

"Kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong" Rara membungkuk pada dokter Lee.

"Syukurlah kau sudah sembuh. Sekarang kau bisa melakukan apapun yang kau mau" Rara tersenyum pada Daniel tapi tidak dengan Daniel. Dia nampak sedikit murung.

"Ada apa Daniel-ssi?"

"Apa kau tak bisa melihatku?"

"Apa maksudmu. Tentu saja aku melihatmu"

Daniel hanya menghelas nafas frustasi. Rara tersenyum melihat Daniel.

"Ada apa? Katakan padaku"

"Aku akan kehilanganmu"

"Semua pasien berkata seperti itu pada susternya"

"Tapi aku serius Rara-ya" Daniel menatap Rara serius. Rara hanya terdiam melihat Daniel.

"Daniel-ssi apa maksudmu?"

"Aku tidak mau pergi darimu"

"Katakan dengan jelas Daniel"

"Aku tak yakin tapi..." Daniel terdiam sejenak.

"Saranghae" sambung Daniel.

Rara hanya membulatkan matanya tidak percaya dengan yang baru saja dia dengar. Daniel seorang idol menyatakan cinta padanya.

"Lebih baik a.. ak.. aku pergi sekarang"

Rara baru saja berbalik Daniel langsung menarik lengan Rara dan menariknya dalam pelukan Daniel.

"Waeyo? Apa ini artinya kau menolakku?"

"A.. an... aniyo. Kang Daniel"

Daniel melepaskan pelukannya dan menatap Rara.
"Lalu?"

"Oppa!" Suara Haerin terdengar keras diruangan itu. Haerin menyaksikan sendiri kejadian ini sangat menyakitkan hatinya. Manager Jung yang tadi sempat keluar baru saja kembali dengan kebingungan.

"Ada apa?" Tanya manager Jung.

Rara melepaskan genggaman Daniel pada lengannya.
"Saya permisi" Dengan cepat Rara pergi dari ruangan itu.

Keheningan menyelimuti sejenak. Daniel hanya diam dan mengacak rambutnya frustasi. Haerin hanya terdiam mencoba mengendalikan amarahnya.

"Oppa apa yang kau lakukan pada suster itu"

"Bukan urusanmu"

"Itu urusanku karna aku mencintaimu"

Dengan cepat Daniel membatah.
"Tapi aku tidak mencintaimu! Kau seharus tau itu Jang Haerin"

"Kau calon tunanganku oppa" Haerin tetap tidak mau kalah.

"Dan aku menolaknya Haerin"

"Oppa!"

"Pergi!"

Haerin tak percaya langsung pergi meninggalkan ruangan itu. Hatinya terlampau sakit dengan ucapan Daniel.

###

Rara pergi bergegas dari ruangan Daniel. Rara memegangi dadanya, jantungnya kini berdetak tak tentu. Terlalu cepat bagi Rara untuk menyimpulkan perasaannya saat ini.

"Apa ini" Rara mencoba menenangkan dirinya.

"Lee Rara!" Rara tersentak dan berbalik. Melihat orang yang memanggilnya.

"Ah nona.. annyeng.."

Plakk!!
Sebuah tamparan cukup keras mendarat mulus dipipi Rara. Siapa lagi kalau buka Haerin yang menamparnya. Rara hanya bisa terdiam.

"Mianhamnida nona"

"Aku tidak butuh minta maafmu. Kau tinggalkan Daniel sekarang juga. Jangan temui Daniel, jika aku melihatmu dekat dengan Daniel.."

Haerin mendekatkan dirinya dan membisikan sesuatu pada Rara.
"Kau akan mendapatkan balasannya"

Kemudian Haerin berlalu pergi dari Rara yang kini mematung.
"Aigo, kenapa jadi seperti ini" Rara menutup matanya sejenak kemudian pergi.

###

Sore ini Daniel bersiap siap pergi meninggalkan rumah sakit. Namun wajahnya nampak sedikit gelisah. Manager Jung menghampiri Daniel ditempat tidurnya.

"Ada apa?"

"Aniyo hyung" jawab Daniel lemas.

"Kau memikirkan suster itu?"

"Aniyo"

"Jangan berbohong Kang Daniel"

Daniel memghelaskan nafas.
"Ne, aku merindukannya dan aku baru saja mengatakan perasaanku padanya" jawab Daniel malas. Manager Jung terkejut dan mendekati Daniel.

"Mwo?! Katakan sekali lagi"

"Aish, aku mengatakan kalau aku mencintainya hyung" ulang Daniel malas.

"Lalu apa jawaban suster Lee"

"Dia belum menjawabnya" Suara Daniel semakin melemas dibagian akhir kalimat. Manager Jung hanya menghelas nafas.

"Lupakan dia Kang Daniel"

"Mwo?! Hyung apa yang kau katakan?"

"Aku tak yakin dia menyukaimu. Jikapun dia menyukaimu dan dekat dengamu itu sama saja kau mebahayakan dia Daniel" Daniel terdiam sejenak.

"Kalau begitu aku berhenti jadi idol saja hyung"

"Yak! Neo" Manager Jung memukup kepala Daniel.

"Aish, appayo hyung"

"Kau ini sangat gila Kang Daniel" Daniel hanya mempoutkan bibirnya tak suka.

"Sudahlah, kita pulang sekarang" ucap manager Jung.

Mereka akhirnya pulang tanpa bertemu dengan Rara.

Sementara itu Rara hanya duduk terdiam dimejanya. Dia memikirkan perkataan Daniel yang mengungkapkan perasaannya dan ucapan Jang Haerin yang tak bisa dianggap remeh itu.

"Mungkinkah yang mereka berdua katakan sungguhan? Jadi aku harus bagaimana" batin Rara.

Maaf ini lebih pendek dari biasanya. Harap maklum jika ada typo dan kesalahan lainnya. Terimakasih sudah membaca ^^

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!