Part 31

4.4K 440 31

.
.
.
Part 31
(Ending)
.
.
.

Daniel tidak beranjak seincipun dari tempat duduknya. Fokusnya kini hanya pada Rara yang penuh dengan alat bantu nafas di wajahnya. Daniel bahkan tidak mau makan sebelum Rara membuka matanya. Namun, Ong dan Manager Jung selalu memaksa Daniel memakan sesuatu agar Daniel tak jatuh sakit selama beberapa hari ini.

"Niel, istirahatlah" ucap manager Jung sedikit frustasi.

"Aniyo, aku harus menunggu Rara bangun"

"Niel" manager Jung hendak memaksa kembali. Namun ditahan oleh Ong.

"Biarkan saja" lirih Ong.

"Ong, bagaimana kondisi Rara?"

"Semenjak operasi dan dipindahkan dari Busan ke Seoul kondisi Rara lebih baik. Aku yakin dia akan bangun"

Daniel menatap Rara sendu.

"Aku pamit pergi dulu" ucap Ong.

Ong pergi keluar dengan menundukan kepalanya. Ong meremas kepalanya.

"Ireona Rara-ya. Aku ingin kau bahagia. Walau bukan bersamaku" lirih Ong

###

"Rara, ireona. Kau sudah tidur selama 3 hari. Apa kau tidak ingin bangun? Kenapa kau seperti ini padaku. Ireona Rara-ya, kau yang seharusnya merawatku. Bukan aku" Daniel menundukan kepalanya dan menangis.

Jari jemari Rara mulai bergerak. Daniel merasakan tangan Rara yang dia genggam bergerak dan melihat mata Rara yang ternyata sudah terbuka.

"N..niel" ucap Rara lirih, bahkan hampir tak terdengar.

"Rara" Daniel tersenyum, begitupun Rara membalas senyum Daniel dengan tenaga yang ada.

"Manager Jung!"

"Ne"

"Rara sudah bangun"

"Jinjja?" Manager Jung langsung mendekat pada Daniel.

"Aku akan panggilkan dokter" tambah manager Jung kemudian pergi.

"Rara-ya"

"Ke..napa ka..u me..nangis" tangan Rara mencoba menggapai pipi Daniel yang basah. Daniel mendekatkan pipinya pada Rara.

"Aniyo Rara. Aku tidak menangis" bohong Daniel.

"Ka..u ber..bohong. Ni..el ul..jima" ucap Rara lemah sambil menghapus air mata Daniel.

"Aku sangat bahagia kau sudah bangun"

Tak lama kemudian dokter sudah datang bersama manager Jung dan Ong juga ikut memeriksa Rara.

"Bagaimana nuna?" Tanya Daniel. Yap, dokter itu adalah dokter Shin.

"Kondisi Rara masih sangat lemah karna baru siuman."

"Ne"

"Syukurlah dia sudah bangun. Kau harus menjaganya Niel"

"Tanpa nuna berita tahu. Aku tentu akan menjaganya"

Dokter Shin tersenyum.
"Kalau begitu aku pamit"

"Syukurlah kau sudah sadar" ucap Ong.

Rara tersenyum dan mengangguk.

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!