1

4K 345 5

.
.
.

Hari ini adalah hari minggu. Jadi Rara bisa memasak didapur tanpa harus sibuk mempersiapkan segala hal untuk berangkat kerja baik dirinya dan Daniel. Yah, Rara memang masih bekerja menjadi suster di rumah sakit.

Sebenarnya Daniel sudah melarang Rara untuk bekerja namun Rara tetap kekeh. Dan dengan terpaksa Daniel membiarkan Rara untuk tetap bekerja.

"Eomma huwaaa" isak Nino sambil berjalan mencari keberadaan ibunya.

Rara menoleh dan mendapati Nino yang sudah tak jauh darinya.

Rara mendekati Nino dan menggendong anaknya itu.

"Nino"

Tangis Nino mulai meredah saat Rara menggendongnya kemudian Nino memeluk leher ibunya.

"Nino bangun pagi sekali. Eomma bahkan belum selesai membuat sarapan" ucap Rara sambil mengusap kepala anaknya. Nino tetap Diam dalam dekapan ibunya itu.

"Uyu~" ucap Nino sambil menunjuk arah kulkas di dapur.

"Uyu? Nino ingin susu?" Nino hanya mengangguk.

"Arraseo eomma akan buatkan. Nino duduk disofa dulu ne"

"Ani~ shileo" Nino memeluk Rara erat.

"Shireo?"

"Shileo~"

Rara membuatkan Nino dengan menggendong Nino. Sedikit susuah memang tapi ya begitulah, Nino tak ingin turun dan duduk.

Setelah selesai Rara memberika susu dalam botol kepada Nino. Kemudian Nino meminumnya dengan lahap.

Tak lama kemudian Rara sadar Nino hendak terlelap kembali. Jadi Rara membawa Nino kekamarnya dan menidurkan Nino di kamarnya.

Rara sesekali melihat Daniel yang masih terlelap juga.

"Niel?" Panggil Rara sambil menggoyangkan tubuh Daniel yang besar. Dan cara ini tidak berhasil.

"Niel" Rara mengusap pelan rambut Daniel dan sedikit menepuk pipi Daniel.

"Hmm?" Daniel mengeliak dan mencoba melihat Rara.

"Mwo?" Ucap Daniel dengan setengah sadar.

"Niel, Nino ada di sebelahmu dia sudah tertidur. Jaga Nino sebentar aku mau membantu Min ahjuma"

Daniel melihat sebelahnya yang terdapat Nino sedang tertidur dan meminum susu yang hampir habis di dalam botol tersebut.

"Ah, ne Rara" Daniel memeluk Nino dan tidur kembali.

Rara tersenyum kemudian mengecuk Dahi suaminya dan Nino.

"Kenapa tidak disini" ucap Daniel  sambil menunjuk bibirnya dengan mata yang kasih tertutup.

Rara terkekeh melihat Daniel. Daniel memanyunkan bibirnya agar Rara mencium bibirnya itu. Kemudian dengan singat Rara mencium bibir Daniel. Daniel cukup senang rupanya kemudian melanjutkan tidur sambil tersenyum.

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!