Part 16

5.4K 549 3
                                    

.
.
.
Part 16
(Don't Worry 2)
.
.
.

###

Daniel kini berada di luar bersama paman Rara. Mereka berdua duduk didepan sambil meminum soju.

"Kang Da.." paman Rara mencoba megingat nama Daniel.

"Daniel imnida"

"Ah, ne. Daniel-ssi, kudengar kau dulu salah satu pasien Rara"

"Ne, samchon. Dulu aku salah satu pasien Rara di VVIP"

"Hm, kau masih aktif didunia hiburan?"

"Hm? Samchon tau aku?"

"Aigo, bagaimana aku tidak tau kau. Kau adalah salah satu idol yang dikenal dikorea ini. Mana mungkin aku tidak kenal"

"Ah~ ha, ku pikir aku sudah tidak seaktif dulu"

"Apa karna perusahaan? Aku melihatmu ditelevisi, kau mewarisi perusahaan ayahmu"

"Ne, aku baru saja dilantik kemarin"

"Wah, tapi walau kau tak seaktif dulu. Beritamu tetap masuk ditelevisi" Daniel hanya tersenyum.

"Daniel-ssi"

"Ne"

"Ah, apa kau tertarik dengan keponakan ku?"

"Ne? Maksud samchon?"

"Kau menyukai keponakanku?" Daniel hanya bingun. Dia heran bagaimana paman Rara itu tau tentang perasaannya pada Rara.

"Jangan kaget. Aku juga seorang pria, aku tau dari tatapan matamu. Matamu tak bisa berbohong Daniel"

"S...s..samchon, sebenarnya apa yang dikatakan samchon benar"

"Daniel-ssi, cintamu tidak bertepuk sebelah tangan"

"Ne? Mwo? Jinjja?" Ucap Daniel kaget.

"Hahaa, ne jinjjayo. Rara selalu memikirkanmu setiap malam"

"Samchon tidak berbohong?"

"Untuk apa aku berbohong Daniel. Setiap malam Rara akan keluar menikmati angin malam dan aku tak sengaja melihatnya beberapa kali sambil mengucapkan "Kang Daniel bagaimana kabarmu, apa kau sudah makan?, kuharap kau baik baik saja" begitulah kurang lebihnya" Daniel hanya terdiam.

Paman Rara menghelas nafas.
"Daniel-ssi. Aku tak melarangmu dekat dengan Rara, tapi ada satu syarat"

"Apa itu samchon"

"Jaga Rara, dia sudah terlalu menderita selama ini"

###

Daniel masuk dan ingin mengambil air, namun melihat nenek Rara membawa sebuah semangka dan buah lain dari kulkas di tanganya. Daniel buru buru membantu nenek Rara dan meletakkannya di meja makan.

"Gomawo Daniel"

"Cheomana halmeoni"

"Ah, biar ku panggil anakku dan Rara untuk mengupas buahnya agar kita makan bersama"

"Rara!"

"Ne halmeoni"

"Kupas buah buah ini lalu kita makan hm. Ah kupas di depan saja, agar kau tak bolak balik membuang sampahnya dan ajak bibimu juga"

My Nurse - Kang DanielTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang