Part 17

4.4K 508 7

.
.
.
Part 17
(Love so much)

.
.
.

###

Daniel sedikit terbangun dan mencoba meraba tangan Rara agar bisa ia genggam namun tak ada yang dia rasakan. Daniel terbangun cepat melihat ternyata Rara tidak ada di kasurnya. Daniel bingung, saat ini hanya ada Daniel dan Woojin yang masih tertidur.

Daniel dengan bergegas hendak pergi namun tertahan saat melihat sosok yang akan dia cari muncul di depan pintu sambil membawa 2 gelas air putih.

Rara meletakan air di meja yang ada kemudian mendekati Daniel yang masih terduduk.

"Ada apa Niel? Kau mimpi buruk?" Rara bertanya pada Daniel dengan memegang bahu Daniel.

Daniel menatap lekat Rara dan memeluk Rara erat.
"Kupikir kau akan pergi. Aku takut, sangat takut" ucap Daniel dengan suara serak frustasinya.

Rara yang semula kaget kini mulai paham dan membalas pelukan Daniel.
"Jangan takut aku disini"

Rara mencoba melepaskan pelukan Daniel.
"Minumlah, lalu tidur kembali hm" ucap Rara lembut.

Daniel mengangguk seperti anak kecil. Rara mengambil air dan memberikan pada Daniel.

Setelah cukup minum Rara mencoba menidurkan Daniel kembali.

"Aku suka saat kau mencoba menidurkanku seperti ini. Kau seperti eomma"

Rara tersenyum pada Daniel.
"Niel, semua perempuan mempunyai jiwa keibuan. Begitu pula denganku"

"Mm mm, aniyo. Kau berbeda Rara-ya"

"Ya terserah kau saja Niel. Tidurlah atau kau akan kesiangan"

"Jika aku tidur kau tak akan pergikan?"

"Tidak Niel, percayalah"

###

Daniel terbangun dan duduk sejenak. Dia ingat sekarang bukan di kamarnya melainkan di rumah Rara. Daniel melihat sebelahnya, sudah tidak ada Rara dan Woojin. Daniel bergegas berdiri dan keluar dari kamar Rara.

"Sudah bangun?" Rara menyapa Daniel dari dapur.

Daniel hanya menatap Rara yang sedang membersihkan peralatan makan. Terdapat raut muka lega pada Daniel.

Rara menghentikan aktifitasnya itu dan mendekat.
"Makanlah dulu. Sudah aku siapkan" Rara melihat kearah meja makan.

"Kau sudah makan?"

"Sudah, tinggal kau yang belum. Makanlah"

Daniel mengangguk kemudian duduk dan memakan sarapanya.

Rara mendekati Daniel dan menatap Daniel sejenak.
"Bagaimana?"

"Mm, masissta" ucap Daniel lalu tersenyum menunjukan gigi kelincinya.

Rara tersenyum melihat Daniel.
"Baiklah, habiskan sarapanmu. Aku mau pergi dulu"

Daniel menghentikan makannya. Entahlah sejak kapan Daniel sangat takut ungkapan kata pergi.

"Hajima"

"Wae?"

"Hajima~"

"Ada apa Niel?"

"Kau jangan pergi. Ku mohon"

My Nurse - Kang DanielBaca cerita ini secara GRATIS!