33

5.3K 230 17

Flashback

"Wah, tempat ini tidak berubah ya Jan?" Jany menggangguk sambil terus memerhatikan bangunan sekelilingnya dengan seksama

"Tapi, perasaan tadi aku bilang ke tempat untuk orang baru di Indonesia, kok kamu bawa aku kesini? Kamu kan tau aku udah pernah disini" tanya Niki heran

"Emang gue sengaja" Jawab Jany santai tak perduli tatapan bingung Niki "Elo kan waktu di Amrik bilang kalau tempat ini tuh tempat yang menurut lo terbaik selama elo di Indonesia, jadi gue sengaja bawa elo lagi kesini"

Niki mengangguk membenarkan dan mulai mengerti maksud Jany membawanya ke tempat itu.

Saat ini, Jany dan Niki sedang berada di DuFan. Bagi Niki, tempat ini adalah tempat kebahagiaan bersama keluarganya yang tidak bisa dipungkiri selalu terbayang dibenaknya saat mengingat Indonesia.

Sedangkan bagi Jany, DuFan adalah tempat dimana Alex menjadi layaknya Palawan kecil nya untuk pertama kali saat ia kecil dulu, mengingat parasnya yang mendekati sempurna, maka makin banyak pula anak-anak yang seumurannya dulu mengejarnya bahkan sampai pernah membuat Jany terluka. Dan sejak saat itu, Alex selalu menjaganya hingga membuat Jany merasakan hawa panas didarahnya, bahkan sampai saat ini pun hawa itu masih ada.

Tiba-tiba Jany tersenyum mengingat hal itu tanpa menyadari kalau ia sudah berdiri mematung dikerumunan orang banyak.

Dengan cepat, Niki menarik lengan Jany untuk menjauh dari tempat ia berdiri saat seseorang berbadan besar hampir menyenggol Jany.

Jany mendadak melotot kaget saat ia sadar kalau posisinya yang saat ini tengah berada di pelukan Niki saat Niki menariknya tadi.

Jany melepaskan tangan Niki dari lengannya dan melangkah mundur lalu menatap Niki dengan mata melototnya.

"Apaan Nik? Banyak orang tau" Jany melihat sekeliling memberi kode kepada Niki

"Kamu yang apaan? Ngapain coba senyum-senyum di tengah kerumunan itu?"

Refleks, Jany langsung gelagapan karena ketahuan sedang tersenyum saat Niki tak sedang tersenyum bersamanya.

"Ya gak kenapa-kenapa, cuma inget masa kecil doang" bohong Jany "Yuk jalan"

*****

"Nik, gue mau ke toilet dulu, lo pesen makan dluan aja ya, pesenin gue yang kayak biasa" suruh Jany dan pamit untuk ke toilet

Niki mengangguk dan tersenyum

Dengan cepat, Jany meninggalkan Niki yang baru saja duduk di kursi restorant dan berjalan menuru ruangan yang bertuliskan 'Women' dan 'Men'.

Sekitar 5 menit Jany didalam, akhirnya ia keluar dan saat itu juga, sepasang mata terus memerhatikan Jany yang sekarang tengah menyimpan Lipstik ke dalam tas tangannya.

"Permisi?" Tegur orang itu ragu

Dengan cepat Jany langsung berbalik saat ada suara laki-laki tepat berada di belakangnya.

Seketika itu juga, Jany mengangkat kedua keningnya dan tersenyum

"Hey" sapa Jany terlebih dahulu

"Haah, aku kirain salah orang"

"Ka Edo kan? Agak lupa, soalnya baru sekali aja ketemu" tebak Jany mencoba mengingat saat pertemuan pertamanya dengan Edo, teman Alex.

"Iya" ucap Edo sambil tersenyum dan memandang kearah belakang Jany mencari sesuatu yang tak dilihatnya sedari tadi.

Jany yang melihat tingkah Edo seperti itu lantas mengikuti arah pandang Edo yang kesana kemari menyapu seluruh ruang direstoran.

"Alex mana?" Tanya Edo saat tak menemukan sosok itu

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Where stories live. Discover now