4

11K 470 5

"sayang udah ya. Kita udah mau masuk nih bentar lagi pesawatnya berangkat" kata Ayah sambil menarik Jany melepas pelukannya dan Alex

Melepasnya pelukan Jany membuat Alex merasakan kehilangan setengah penyemangat hidupnya. Alex tidak menyangka Jany akan meninggalkannya secepat ini disaat mereka masih sangat kecil dan masih saling membutuhkan.

"Ka Alex" panggil Jany yang sudah mau melewati batas pengantar

"Hati-hati ya Jan"

"iya ka. Kakak juga harus hati-hati"

"kamu harus ingat kalau ka Alex selalu sayang kamu Jan"

"Jany juga sayang Ka Alex"

Langkah Alex terhenti karena sudah sampai dibatas ia tidak bisa mengantar Jani untuk masuk lebih dalam lagi. Dan kagetnya lagi Jany berlari menujunya dan berhenti tepat didepannya.

Ayah dan bunda mereka hanya melihat kedua anaknya itu dengan sedih. Sedih karena harus memisahkan mereka.

"Kenapa balik Jan?, kakak hanya bisa antar kamu sampai sini. Kamu masuk sana gih"

Jany hanya menatap Alex. Begitupun Alex.
Seakan kedua anak ini sedang memuas-muaskan saling menatap untuk mengingat wajah kecil mereka satu sama lain.

"ka Alex, peluk Jany sekali lagi ya" pinta Jany dengan membuka kedua tangannya dan Alex langsung memeluk Jany merasakan pelukan masa kecil mereka ini.

"Jany sayang ka Alex" ucap Jany langsung melepas pelukannya dan mencium pipi Alex dengan tiba-tiba dan langsung berlari ke Ayah nya.

Alex kaget dengan sikap Jany. Tapi bagi Alex mereka memang akan bertemu sangat lama lagi hingga adiknya berkelakuan seperti itu.

Jany melambaikan tangannya ke Alex dan bunda diluar sana sedangkan ia dan ayahnya berjalan menjauhi pintu masuk.

Alex melambaikan tangan singkat juga ke Jany. Menyadari bahwa mereka akan bertemu lagi entah kapan.

*****

Amerika, 1tahun kemudian, 25 feb 2005

"Yah, Jany kan udah mau SD bulan depan. Ayah udah pilihin sekolah yang bagus buat Jany?" tanya Jany diruangan ayahnya dikantor pusat Amerika.

"udah sayang. Don't worry about it. Ayah udah pilihin sekolah terbaik buat kamu"

Jany setiap pulang sekolah selalu dikantor ayahnya karena katanya di apartemen ayah sunyi banget. Tidak kayak rumah di Indonesia biar tidak ada bunda dan ka Alex tetap saja ramai karena banyak pembantu rumah tangga.

Sedangkan di apartemen ayahnya hanya ada seorang pembantu rumah tangga dan itupun kalau sudah selesai kerja langsung pulang. Jadi sunyi banget katanya.

Jany memerhatikan kendaraan yang berlalu lalang dibawah sana melalui jendela kaca yang besar di ruangan ayahnya yang berada di lantai 20 gedung pusat ViDar

Jany jadi ingat seseorang kalau melihat kendaraan seperti ini. Alex. Jany ingat Alex selalu bilang kalau melihat kendaraan dari atas itu seperti melihat pelangi yang berada dibawah kita karena selalunya pelangi selalu di atas.

Kenapa pelangi? Karena mobil yang berwarna-warni tersebutlah Alex jadi menyebutnya pelangi.

"Yah, can I call Bunda? I miss they" kata Jany ke ayahnya

"ooh of course sayang. Ini hp ayah pake aja"

Jany men slide hp ayahnya dan langsung mencari nama Bunda.

Tuuut
.
.
Tuuut
.
.
Tuuut

"bunda kok gak angkat telpon Jany sih"

"lagi kerja kali sayang"

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Baca cerita ini secara GRATIS!