EKSTRA PART

5.9K 227 34

Karena banyak yang minta ekstra part (walau nggak banyak2 amat sebenernya) jadi aku buatin ekstra part yang menurut aku yaah lumayan bikin--- baca sendiri aja ya 😘

—————————————————————————

"Kak, ini aku taruh disini aja ya?" Tanya suara seorang gadis yang sedang berdiri dibawah lemari gantung dalam apartemen dengan suara yang sedikit dikeraskan mengingat orang yang ditanyainya itu sedang berada didalam kamar.

Namun tak kunjung ada jawaban hingga sosok yang sangat tampat itu keluar dan berjalan menghampirinya, mengambil tempat berdiri dibelakangnya dengan berkacak pinggang dan keningnya sudah berkerut.

Gadis itupun berbalik dan menatap sosok itu dengan wajah penuh pertanyaan.

Sosok itu lalu dengan cepat membalikkan gadis dihadapannya hingga gadis itu kembali membelakangi nya dan ia segera memeluk gadis itu erat sambil menaruh kepalanya dipundak seorang yang ia cintai.

"Kamu masih aja tanpa sadar manggil aku kakak" ia berucap pelan sambil menutup matanya, menghirup aroma wangi dari pemilik yang sedang dalam pelukannya

Gadis itu kembali mengingat kapan ia pernah menyebutkan lagi panggilan itu? Sudah sejak 3 hari berlalu ia selalu berusaha dengan keras mengontrol dirinya untuk tidak memanggil orang yang sedang memeluknya dari belakang ini dengan sebutan 'kakak' melainkan sebutan 'Alex' atau kamu. Namun, dengan cepat pula ia sadar kalau itu pasti terjadi saat apa yang terakhir ia tanyakan tadi.

Gadis itu melepaskan diatas meja beberapa bahan makanan dari pemberian bundanya yang sedari tadi dipegangnya lalu mengelus kedua telapak tangan yang sedang terletak didepan perutnya.

"Maaf. Aku nggak sengaja" balasnya dengan lemah.

Alex mengangkat kepalanya lalu mencium puncak kepala gadis mungil dihadapannya, membalik tubuh itu hingga ia bisa dengan langsung menatap dalam kedua mata yang amat sangat dan selalu dirindukannya.

Alex menggeleng "Gak apa-apa kok. Gak perlu dipermasalahkan. Nanti juga bakal biasa sendiri" Gadis itu lalu tersenyum , menarik Alex untuk segera duduk dan memakan sarapan yang sudah dibawanya. Jam sudah menunjukan jam 10 dan mereka baru akan sarapan.

"Ini aku yang buat sendiri loh untuk kamu" Ia sedang sibuk membuka penutup-penutup dari beberapa tempat dihadapan mereka dan Alex memerhatikan ketelatenan itu sambil memekarkan senyumannya. Ia bahagia.

"Yakin buat sendiri? Gak dibantuin sama bunda?" Ejek Alex saat melihat salad buah yang sudah dipindahnya kedalam mangkuk kecil. Alex tau betul kalau itu bukanlah salad buatan gadis itu, melainkan Bundanya.

Yang diejek pun segera memberikan tatapan tajamnya kepada Alex sampai pria itu terkekeh melihatnya.

Lalu Alex seakan teringat sesuatu
"Jan, nanti kalau --" belum sempat Alex menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ponsel di samping Jany -milik Jany-  berbunyi menandakan ada pesan masuk hingga mengalihkan perhatian kedua orang itu.

Nama pengirim langsung muncul disana dan Jany sempat kaget melihatnya. Jany pun melirik Alex dan Alex memberikan tanda untuk segera membuka pesannya.

Dari : Niyulsam Kitahara

Maaf aku mengirimu pesan pagi-pagi seperti ini. Aku rasa aku juga perlu minta maaf. Bukan untuk pesan ini tapi untuk aku yang selalu mengganggumu hingga membuatmu memilih untuk pindah ke Indonesia. Aku sadar aku adalah sedikit alasan yang membuatmu memilih meninggalkan Amerika walau aku yakin 75% alasan itu untuk Alex.

Jany menarik nafasnya dalam-dalam dan tanpa ia sadari Alex sudah memerhatikannya sedari tadi. Walau tidak semua ia tau tapi Alex tau apa inti pesan itu karena tanpa sengaja ia mendapat kabar dari Edo -Teman yang pernah bertemu Niki dan bekerja sama dengan proyek perusahaan Niki- kalau Niki akan meninggalkan Jakarta hari ini.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Where stories live. Discover now