30

6.2K 284 23

Comeback
*****

"Masuk Jan. Udah tengah malam" tambah Alex sambil terus berjalan menjauhi Jany dan memasukkan kedua tangannya ke saku celana yang ia kenakkan.

"Tapi, perasaan emang gak bisa dibohongin. Karena itu.... aku ingin melepasnya" Gumam Alex sambil tersenyum puas

"Ka Alex gak masalah dengan perasaan Jany?" teriak Jany hingga membuat Alex terhenti dan berbalik badan melihat Jany

"Masalah banget" ucap Alex tersenyum

"Maksud ka Alex?" Jany melihat ke arah Alex dengan bingung

Alex yang dilihat pun langsung bergerak maju dan berjalan cepat menuju tempat Jany berdiri.

Langkah demi langkah Alex semakin cepat, Jany yang kini hanya sekitar 5 langkah lagi tepat di hadapan Alex langsung menautkan kedua alisnya

5 langkah

4 langkah

3 langkah

2 langkah

1 langkah

Kini Jany sudah dalam pelukan hangat Alex. Jany masih terpengarah entah kemana karena ia sungguh bingung dengan Alex, tapi ia bahagia kalau sekarang orang yang di cintai nya sedang memeluknya erat, tak lupa, Jany juga membalas pelukan Alex sambil meneteskan air mata bahagianya.

Alex menarik mundur bahu Jany hingga ia dan Jany bisa saling bertatapan hanya dalam jarak sejengkal. Jany tersenyum sambil mengeluarkan air matanya saat melihat kedua mata Alex.

Tanpa dijelaskan dengan kalimat pun, Jany tau, kalau Alex telah menerima hatinya, menerima perasaannya.

Dengan lembut, Alex mengecup pelan dahi Jany yang kemudian di balas pelukan erat lagi dari Jany.

Sekitar 15 menit mereka berpelukan di tengah taman, akhirnya Alex melepaskan pelukan itu dan menggenggam tangan kanan Jany.

*****

"Tidur ya" ucap Alex saat ia dan Jany sudah berada di depan pintu kamar Jany.

Jany hanya mengangguk mengiyakan suruhan Alex tanpa melepaskan senyumannya.

"Kakak kekamar dulu" tambahnya sambil melepaskan genggaman mereka tapi dengan cepat Jany menangkap kembali genggaman Alex yang hanya mendapat tatapan tak mengerti dari kakak nya itu

"Mm?" tanya Alex bingung

"Bukan gini ka" balas Jany tersenyum malu

"Gini apa?"

"Di Amerika, untuk ngucapin salam sampai jumpa itu bukan kayak gini" jelas Jany sambil melihat genggamannya dan genggaman Alex

Alex makin tak mengerti dengan perkataan Jany hingga Jany yang merasa kakak nya memang tak mengerti langsung mengambil alih dan mendekat di hadapan Alex

Cupp

Jany mengecup singkat bibir Alex dan bergerak mundur beberapa langkah. Alex yang mendapati ciuman singkat itu awalnya hanya terdiam karena kaget, namun, secepat kilat Alex langsung tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya kalau sekarang ia sudah mengerti apa yang Jany maksud sedari tadi.

Alex menatap dalam kedua mata Jany dan Jany hanya tersenyum melalui matanya, menahan tawa nya dihadapan Alex.

Tak mau kalah dari Jany, dengan cepat pula Alex menarik pinggul Jany mendekat hingga merapat di perut bidang milik Alex. Kini, Jany hanya memelototkan kedua bola matanya karena kaget dengan tarikan dari Alex tadi.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Baca cerita ini secara GRATIS!