27

3.8K 228 31

"Kakak ke atas dulu ya. kamu bicara dengan Niki jangan sampe kemaleman, kamu harus istrahat, ini udah jam 9" ucap Alex pelan lalu Alex berdiri dari duduknya dan melihat Niki yang duduk di seberang Jany "Niki, aku tinggal ya. Oh iya, jangan kemaleman bicaranya, Jany harus istrahat" ucap Alex lagi tak lupa senyum yang tak kalah manis dari Jany karena Niki tak sekalipun pernah menghilangkan senyuman itu dari wajahnya hingga mau tak mau Alex pun harus tersenyum walau ia tak suka.

Melihat Alex yang telah pergi, Niki pun kembali melihat ke arah Jany

"Kamu sedang sakit ya Jan?"

"Kemarin. Sekarang udah sembuh kok tapi masih harus istrahat"

"Alex perhatian banget sama kamu" Jany yang mendengar itu hanya tersenyum sambil tertunduk karena ia menyembunyikan rona merah dipipinya "Bunda kamu mana Jan?"

"Oh bunda? Bunda lagi gak dirumah, paling besok atau lusa udah balik lagi. Ada urusan katanya"

"Berarti tinggal kamu dan Alex berdua aja?"

"Mm" Jany mengangguk

Setelah beberapa lama mereka berbicara, akhirnya Niki berdiri dari duduknya dan pamit undur diri.

"Aku balik dulu ya Jan"

"Kamu nginap dimana malam-malam gini Nik?"

"Barang-barang aku yang lainnya sudah di antar di hotel Kolash pesanan teman bokap. Jadi selama aku di Indo, aku bakal nginap dihotel itu. Kalau kamu ada waktu, boleh mampir kok. Disana ada kolam renang, kali aja kamu mau renang seperti dulu di Amrik"

"Aku usahain bakalan mampir, karena aku juga sekolah dan gak bisa keluar kalau bunda aku gak dirumah"

"Iya gak apa-apa. Kalo kamu gak bisa, Aku kan bisa main disini"

Mendengar itu, perasaan Jany mendadak merasa tidak enak dan kurang nyaman bersama Niki lagi semenjak ia tau bagaimana perasaan Niki kepadanya.

"Ya udah, Aku pamit dulu" Niki mendekat ke arah Jany yang juga sudah berdiri dari duduknya dan langsung menarik Jany kedalam pelukannya hingga membuat Jany kaget.

"Haah, kamu tau? Betapa rindunya aku sama kamu Jan, seminggu sebelum ke Indo pun aku bahkan tak bisa tidur nyenyak karena ingin sekali bertemu kamu. Maafkan aku karena begitu merindukanmu" Jelas Niki dengan nada melemah dan masih terus memeluk Jany. Jany yang merasakan kesedihan itu tiba-tiba mengangkat tangannya dan balik memeluk Niki.

"Maafin aku juga, karena aku, kamu jadi menderita seperti ini"

Niki menggeleng cepat dan sedikit menjauhkan kepalanya dari bahu Jany dan menatap dekat kedua mata Jany

"Bukan salah kamu. Aku begini karena diri aku sendiri, kamu gak salah apa-apa. Jadi, aku mohon, kamu tetap perlakukan aku seperti saat sebelum kamu tau semuanya, aku gak tahan liat kamu selalu tersenyum palsu buat aku, dan selalu ngejauh." Niki melihat dalam kedua mata Jany, lalu Jany mengangguk 2 kali hingga membuat perasaan Niki menjadi lega dan memeluk kembali Jany dengan erat sambil menutup matanya, merasakan kembali pelukan Jany yang selama ini dirindukannya.

"Ehem" Suara dehaman dibelakang Jany membuat Niki membuka kedua matanya dan langsung melihat Alex yang sedang berdiri memegang botol air. Niki bersikap biasa saja, lalu melepaskan pelukannya dari Jany. Jany yang mendengar dehaman Alex, juga serasa seperti dipergok selingkuh dan bersyukur Niki segera melepaskan pelukannya.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Baca cerita ini secara GRATIS!