11

4.7K 271 15

Haii readers
Ini lanjutannya ya.

Maaf telat, selamat membaca :D

*****

Amerika, hari yang sama

Tok

Tok

Tok

Niki mengetuk pelan pintu ruang kerja Ayah Jany dari luar.

Sudah seminggu ia tidak bertemu Jany, sudah selama itu pula ia tidak pernah mendengar sedikitpun kabar Jany.

Niki yang merasa khawatir kalau terjadi sesuatu dengan Jany segera mengambil inisiatif untuk menemui ayah Jany langsung karena sudah beberapa hari ini Niki ke apartemen Jany dimana Jany lalu tinggal tapi kata pembantu rumah tangga yang mengurus apartemen itu kalau ia tidak tau apa-apa tentang Jany.

Disinilah Niki sekarang. Dikantor pusat ViDar, berdiri resah karena pintu yang sedari tadi diketuknya belum terbuka juga.

" Excuse me , how can I help you?" sahut gadis cantik dengan mata biru, rok sejengkal diatas lutut dan rambut dikuncir kebelakang.

Ohh, itu adalah sekretaris ayah Jany yang sudah Niki kenal karena Jany lalu memperkenalkannya.

Niki langsung berbalik dan melihat ke sekretaris itu. Niki memang tadi tidak melihat ada sekretaris yang berdiri di meja sekretaris didepan sana, jadi Niki langsung saja berjalan masuk.

"I want to meet Jany's Father , is he there ?" balas Niki dengan menunjuk ke arah belakangnya. Menunjukan pintu ruangan yang tertutup.

"Ohh , host a meeting with foreign investors"

"Is it still a long completion ?"

" It seems so , how can I help you?"

"Oh no. Do I have to wait here until the meeting is finished?"

" Yes , of course it could . Please wait there" tunjuk sekretaris nan cantik itu ke salah satu ruang tunggu untuk menunggu ayah Jany selesai rapat.

"thank you" ucap Niki saat sekretaris itu mempersilahkan Niki masuk

"you're welcome" balasnya dengan anggun dan langsung menutup pintu, meninggalkan Niki diruangan yang sangat sepi itu.

*****

Niki mengotak-atik hape nya dan kembali melirik jam yang tergantung didepan ruangan itu. Jany mendesah panjang saat melihat jam itu. Sudah 1 jam 15 menit ia menunggu, tapi ayah Jany belum keluar juga dari ruangan rapat.

Niki melihat remot di sampingnya dan langsung menekannya. TV didepannya itu telah menyala. Lumayan lah, karena bosan dengan hapenya, kini ada TV yang menggantikan posisi hape itu.

Niki keasikan menonton sampai lupa waktu. Ia kembali melirik jam dinding itu dan dengan cepat Niki berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.

"Excuse me miss, Are father Jany's unfinished meeting ?" tanya Niki kepada sekretaris yang sedang berkutat dengan komputer dihadapannya.

"Sorry , the meetings have not been completed . It seems like a long time" ucap sekretaris itu dengan wajah rasa bersalah

Niki pun meninggalkan perusahaan besar itu dengan kecewa. Kecewa karena tidak bertemu ayah Jany, dan juga kecewa karena belum mendengar kabar Jany.

Sebenarnya ia ingin menunggu lebih lama lagi sampai ia bertemu dengan ayah Jany, tapi tidak bisa karena Niki mempunyai janji temu dengan klien ayahnya juga. Jadi dengan berat hati Niki meninggalkan perusahaan itu dengan tangan kosong.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Where stories live. Discover now