34

4.2K 215 6

Comeback ^^

*****

"Makasih ya Jan." Niki memegang lengan kanan Jany "oh iya, Besok aku kayaknya gak bisa ketemu kamu dulu deh, abis ada pertemuan yang harus aku datangi" Jelas Niki dengan wajah sedihnya.

Jany tersenyum sambil melepaskan tangan Niki dari lengannya "Kan masih ada hari esok"

Niki mengangkat kedua alisnya lalu menghela nafas panjang yang menandakan ia kecewa "Sejak ketemu kamu lagi, Sejam saja tanpa liat kamu itu serasa hari aku gak berarti Jan"

"Ya elah, berlebihan banget sih lo, udah pergi sana. Ntar kemaleman lagi" Jany mendorong pelan bahu Niki dan melambaikan tangannya.

Niki pun berbalik dan melambaikan tangannya kembali
"G'night sweety" teriak Niki dengan mengedipkan sebelah matanya, yang mungkin untuk wanita lain pasti langsung tersenyum senyum penuh malu dan campur bahagia tapi untuk Jany hal itu sudah bukan apa apa lagi untuknya.

"G'night too Nik" Jany pun berbalik tanpa menunggu melihat Niki untuk pergi.

*****

Jany terus mencoba memencet bel rumahnya tapi sudah sekitar 6 menit ia berdiri didepan pintu sampai sekarang tak ada seorangpun yang membukakan pintu itu.

Sampai akhirnya di bel terakhir yang berbunyi, pintu itu pun terbuka hingga Jany langsung bernafas dengan lega karena ia takut berdiri sendiri diluar rumah dan dengan suasana halaman rumahnya yang hanya mempunyai penerangan remang-remang.

"Thanks god" gumam Jany dan dengan cepat ia melangkah masuk kemudian mendengar suara pintu tertutup dan mendapati Alex yang sedang memegang gagang pintu menutup pintu tadi

"Telfon bunda dan bilang kalau kamu sudah dirumah" ucap Alex yang kemudian terus berjalan menuju ruang keluarga

Jany mengikuti dari belakang dengan pandangan bingung nya sampai Alex membantingkan badannya disofa sambil meraih remote mengganti siaran tv.

Jany pun ikut duduk "Kenapa harus ditelfon? Jany kan bisa kekamar bunda"

Alex menutup sebentar kedua matanya dan membuka kembali sambil menghela nafasnya perlahan.
"Kalau aku bilang telfon yang telfon aja Jan. Nurut dikit bisa gak sih?" Ucap Alex dengan nada tidak ramah hingga membuat Jany me-melototkan matanya karena kaget.

Jany berkedip beberapa kali kemudian terpaksa mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia menatap Alex dengan sedikit emosi, tak mengerti kenapa dan apa yang sudah membuat Alex menjadi sinis seperti itu.

"Halo, bunda Jany udah dirumah" ucap Jany pertama saat nada telpon diangkat

"Pulangnya malam banget" ucap wanita diseberang sana

"Macet bun"

"Iya deh yang asik kencan"

"Apaan sih bun. Jany cuma nemenin Niki doang dibilang kencan" bantah Jany tak terima

"Bunda dimana?" Tambah Jany

"Lagi temenin ayah kamu ke bandung. Besok mungkin balik"

Jany mengangguk-angguk dan matanya kemudian menangkap Alex lagi yang tengah serius melihat ke aras Televisi

"Bun" panggil Jany sambil setengan berbisik

"Iya sayang? Kenapa?"

"Kakak kenapa sih? Kok sinis gitu?" Jany masih berbisik.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang