EKSTRA PART II

6.1K 198 16

Alex tau, Jany sudah menemukan seseorang yang sudah mereka cari sedari tadi. Sudah saatnya pula Alex melepaskan genggamannya dan membiarkan gadis itu berjalan dengan sendirinya menuju tempat kenangan nya tertinggal. Alex tersenyum tulus, ia tidak berharap banyak, ia hanya berharap kebahagiaan akan menghampiri gadis itu di manapun ia berada.

*****

Sudah 5 bulan kepergian Niki dan berarti, sudah 5 bulan juga Alex merindukan Jany.

Gadis yang tidak pernah hilang dari ingatannya, gadis yang selalu hadir bagai bayang semu disaat ia bangun dan tidur dan gadis yang tidak akan pernah lekang oleh waktu.

Saat ini, Alex sedang berbaring di kamar tidurnya dan entah mengapa, di waktu yang menunjukan sudah jam 9 pagi ini Alex merasa seluruh otot-otot tubuhnya terasa lemas.

Ia menghela nafas berat lalu memaksakan tubuhnya untuk bangun dan bergerak.

Apartement terasa sepi, angin sejuk mulai memasuki jendela besar dan membuat Alex merapatkan jaketnya dan ia pun memilih untuk menyeduhkan coklat panas terlebih dahulu sambil mengecek pesan masuk di handphone nya daripada menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya untuk pergi kekantor.

5 pesan masuk
2 panggilan tak terjawab

Jari Alex mulai membuka ke-5 pesan tersebut yang menurutnya hanya satu saja yang penting untuk hidupnya, pesan yang datangnya hanya sebulan sekali dihari paginya, yang empat lainnya adalah pesan dari sekretaris kantornya.

Alex mengabaikan empat pesan itu lalu membuka satu pesan penting tersebut.

Dari : ❤

Apa kabar?
Kalau kamu tanya kabar aku bagaimana, aku bohong kalau aku bilang aku baik-baik saja disini.

Alex melepaskan cangkir cokelat panas dari tangan kirinya lalu menyandarkan kepalanya disandaran sofa sambil menghela nafas berat lagi. Benar-benar berat hingga ia ingin memesan tiket sekarang juga lalu pergi menuju tempat gadis yang ia rindukan berada.

Tapi, aku harap kamu baik-baik aja tanpa aku disitu.
Sepertinya menanyakan keadaanmu sekarang bukan hal yang tepat karena aku tau, walaupun aku berharap kamu baik-baik aja tapi aku yakin kamu pasti sekarang sedang menahan ego kamu untuk nyusul aku hahaha.

Lantas, Alex kemudian tersenyum setelah membaca tebakan dari isi pesan itu tepat seperti yang ia rasakan saat ini.

Alex benar-benar menahan egonya sama seperti beberapa tahun dulu saat seseorang meninggalkannya. Ia ingin menyusul gadis itu namun ada yang harus ia jagai disini.

Aku berharap waktu cepat berlalu dan membiarkan aku melihat wajahmu hingga senja tiba.
I miss you so much. I love you ❤︎
Oh iya, jangan lupa ngantor dan cek email dari ayah.

Alex meletakkan ponselnya di atas meja lalu berjalan menuju kamarnya dan bersiap-siap untuk menuju kantor lalu mengecek email dari ayahnya.

Ia tersenyum lebar saat sadar kalau dirinya sudah seperti robot yang menuruti apa yang disuruhi untuknya. Namun hanya satu yang akan menjadi tuannya apabila ia seorang robot, tidak lain tidak bukan tuannya hanyalah Jany. Jany Violin Darmansyah.

*****

5 bulan yang lalu

Alex melepaskan genggamannya dan disaat itu pula Jany berlari menuju seseorang yang sedang duduk di salah satu kursi ruang tunggu.

Alex hanya berdiri dan melihat dari kejauhan kalau Jany yang tanpa ragu memeluk orang itu dari belakang hingga orang yang dipeluknya langsung mengelus rambut Jany tanpa melihat dahulu siapa orang yang memeluknya.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Where stories live. Discover now