16

7.8K 325 6

Gomen gomen gomen

*****

"aaa--aaa--aaa sakit" Jany menjerit kesakitan saat Alex mengobati kaki nya.

Jany sedang duduk dipinggir sisi ranjang tempat tidurnya dan Alex sedang berjongkok dibawahnya untuk mengobati luka akibat kebodohannya tadi.

Alex mendongkakkan sedikit kepalanya untuk melihat Jany yang sedang meremas kuat boneka beruang karena menahan sakit.

"bentaran lagi ya. Tahan dulu" ucap Alex dengan lembut dan Jany hanya mengangguk.

Bagi Jany, sebenarnya sakit dikakinya itu tidaklah lebih sakit dari sakit didada nya selama ini karena kelakuan kakaknya. Tapi ia bersyukur karena sakit didada nya kini telah tergantikan dengan kebahagiaan yang tiada taranya.

Ia akhirnya bisa menyelesaikan masalah yang entah dari mana awalnya.

Jany tidak menyadari bahwa kejadian dari masalah itu hanyalah masalah awal yang akan dia hadapi dari sekarang. Masa depan yang ia tidak ketahui sudah tidak terbesit lagi karena tertimbun kebahagiaan yang mengakibatkan ia buta akan masalah kedepan.

"nah udah" Alex melepaskan telapak kaki Jany dan meletakkannya dengan perlahan dilantai.

Mendengar ucapan Alex barusan kembali menyadarkan Jany dari senyum lamunannya hingga benar-benar tidak menyadari selama proses pengobatan tadi.

"waah rapi banget ka Alex ngeperban lukanya, udah sering ngobatin pacar ka Alex ya hehehehe" ucap Jany bercanda sambil mengangkat kakinya memerhatikan perban luka yang sudah menempel disana dan tidak menyadari perubahan mimik diwajah Alex yang sudah berdiri sedikit menyamping dari tempat Jany duduk.

"Mm" hanya itu yang bisa Alex balas untuk candaan Jany tadi.

"Udah malam, kamu tidur deh" Alex mengemas kotak P3K lalu berjalan menuju arah pintu kamar Jany

Jany masih memekarkan senyum manisnya yang sedari tadi menghiasi wajah cantiknya itu tanpa melepaskan tatapannya dari balik punggung Alex yang mulai menjauh.

"aah pintu kamu besok kakak baikin" Tunjuk Alex yang tiba-tiba terhenti dipintu saat melihat gagang pintu yang masih seperti beberapa hari setelah kejadian Jany yang pingsan.

Jany kembali tersenyum dan mengangguk keras mengiyakan perkataan Alex

"g'night ka"

"g'night Jan" balas Alex menutup pintu dan berlalu menuju kamarnya

*****

Bunda sudah berada diruang makan untuk menyiapkan sarapan dihari libur dengan bantuan dari para pembantu rumah tangga yang sudah berada dibagian dapur.

"Pagi buuun" sapa Jany dengan sedikit berteriak saat melihat bundanya dari tempat ia berjalan, bunda yang tengah sibuk dengan roti yang masih dibakar.

"Pagi juga sayang. Makan dulu yuk"

"oke bun" Jany langsung berlari melewati ruang keluarga dan langsung menuju ruang makan.

Bunda yang melihat ada yang berbeda dari anaknya itu langsung mengangat dahi kebingungan

"ada kabar bagus sayang?" tanya bunda saat Jany menjatuhkan pantatnya dikursi berwarna perak.

"Mm? Kabar apa bun?" tanya Jany balik sambil mengambil roti yang sedikit berada jauh dari jangkauan tangannya.

"Kamu kayaknya seneng banget"

"Pagi bunda, pagi Jany, pagi bibi" Potong Alex disela-sela pembicaran bunda dan Jany yang sedari tadi tidak menyadari kehadiran Alex yang sudah bertengger diujung pintu ruang makan. Sapaan Alex pun terdengar aneh ditelinga bunda dipagi hari ini.

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang