10

9.5K 411 9

Jany yang mengetahui kalau Alex telah pergi dari kamarnya langsung membuka kedua matanya dengan bahagia.

Jany menyentuh pelan keningnya, kening yang tadi dikecup kakaknya itu.

Sekarang Jany tau kalau Alex tidak berubah. Alex tetaplah Alex. Kakaknya tetaplah kakaknya.

Bagi Jany, sakit seperti ini setiap haripun tak apa, asal Alex selalu berada disisinya.

Klek

Pintu kamar Jany terbuka, dengan cepat Jany menutup kedua matanya kembali. Berpura-pura kalau ia masih tertidur.

"Sayang bangun, sarapan dulu yah"

Jany membuka sedikit kedua matanya untuk melihat orang yang membangunkannya dari tidur pura-puranya itu.

"Bunda" ucap Jany dengan sedikit nada kecewa

"iya sayang ini bunda" jawab bunda mendekat "kata ka Alex, kamu udah mendingan. Sarapan dulu yuk"

Jany segera bangun dari tidurnya dan duduk diujung tempat tidur sambil mengambil gelas untuk minum tapi langsung di ambil alih oleh bundanya karena khawatir melihat tangan Jany yang masih gemetar memegang gelas.

"Ini sayang" bunda memberi gelas yang sekarang telah terisi setengah gelas air

"Makasih bun"

Setelah meminum habis air tadi, Jany berdiri untuk pergi sarapan dibawah.

"bisa sayang?" tanya bunda melihat Jany mencoba berdiri

"iya bisa kok bun, gak apa-apa" ucap Jany sambil berjalan kecil menuju pintu kamarnya dan langsung melotot kaget melihat keadaan pintu kamarnya dengan kenop pintu bagian dalam sudah terlepas dan tinggal kenop pintu dari luar saja yang masih menggantung disana.

"Bun, pintu Jany kenapa?" tanya Jany masih memerhatikan pintunya

Bunda yang berada dibelakang Jany langsung berjalan maju ke samping Jany dan melihat ke arah Jany melihat

"Ohh itu, kakak kamu tuh"

"Ka Alex? Kenapa?"

Bunda kini memandang Putri-nya itu dengan mata seperti berkata karena-kamu-mengunci-pintu-ini-dan-membuat-khawatir-Alex.

Tapi yang berhasil dikatakan bunda adalah
"Dibawah aja yuk sayang, sambil makan" ajak bunda mendorong Jany keluar

Jany memandang kembali ke arah pintu dibelakangnya dan segera menuruni tangga menuju dapur

*****

Jany sudah selesai makan lebih dulu dari Bunda nya dan kini masih terus memandang lekat ke arah bunda yang masih menikmati sarapan pagi itu.

Jany memandang bunda nya karena ingin segera meminta penjelasan atas keadaan tadi di atas yang membuat banyak pertanyaan di pikiran Jany, dan karena tadi bunda sempat berkata "karena Alex".

Bunda-nya telah selesai makan dan langsung melihat ke arah Jany yang masih melipatkan kedua tangannya diatas meja

"kamu gak nambah sayang?"

"gak bun, udah kenyang" jawab Jany sambil melihat mangkuk bekas bubur yang tadi dimakannya

"Bun?" panggil Jany

"iya sayang?"

"jelasin dong kenapa pintu Jany jadi kayak gitu?" pinta Jany penasaran

"Mm..." gumam bunda seperti berpikir "kemarin kan kamu kunci pintu kamar dari dalam, trus bunda ketuk ketuk gak kamu buka jadi kakak kamu ngedobrak pintunya deh" jelas bunda tanpa beban

I LOVE YOU, BROTHER! [COMPLETED]Baca cerita ini secara GRATIS!