•Reon or Kareon 22•

2.4K 364 22
                                    

Annyeonghaseyo/
Halo gegs.

Boleh kasih vote nya dulu?

Part kali ini agak panjang ygy, moga suka. Sekalian bonus ayang ultah😂😌

°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°

HappyReading

'Bisa saja sesuatu yang terlihat nyata, nyata nya hanya halusinasi semata.'

_ReonOrKareon_

Reon menetap ke sekeliling nya, hanya dua kata yang menggambarkan tempat itu, yaitu sepi dan sunyi. Reon mengambil segelas air putih yang ada di nakas lalu meneguknya.

Entahlah Reon tidak heran sama sekali kenapa para abangnya dan Daddy tidak disini selain siang tadi.

Ceklek

Seorang dokter masuk dengan satu orang suster dibelakangnya yang terlihat mendorong sebuah troli.

"Baiklah Reon, dimana Daddy dan kakak mu?" tanya dokter Ran setelah melihat di sekeliling ruangan tidak melihat orang sama sekali kecuali Reon.

"Kelual."

"Dokter akan membicarakan ini dengan Reon saja, Keadaan mu saat ini sudah stabil, besok sudah bisa pulang." Reon hanya mengangguk, ayolah dirawat selama satu Minggu disini membuat Reon lelah.

"Hal itu harus segera dilakukan, kecelakaan mu kali ini menyebabkan efek berkala," ujar Dokter Ran, Reon hanya mengangguk paham dengan maksud dokter Ran.

"Baiklah dokter pergi dulu, jangan lupa untuk beristirahat." Setelahnya sang suster tadi tampak membereskan alat-alat yang sekiranya sudah tidak lagi dibutuhkan Reon.

Setelah dokter Ran meninggalkan ruangan sang suster tampak berbicara.

"Untuk infus nya tidak akan di cabut ya, ditunggu sampai habis."   Melihat Reon yang ingin protes suster tersebut terkekeh. "Tenang saja besok sudah habis, kok." Setelahnya suster tersebut keluar.

Reon menghela nafas.

"Kalau dipikil-pikil luangan ini tampak sama dengan luangan gue dulu, tapi gue yakin bukan ini luangannya." Reon bangkit sambil melepaskan infus nya dengan kasar, sehingga meninggalkan darah di lengan nya.

"Jadi dilantai yang sama?" Gumam Reon.

"Mumpung ada kesempatan," kekeh Reon, sembari keluar ruangan.

Reon melihat sekeliling koridor, takut? Tentu saja tidak banyak, sedikit mungkin iya. Reon terdiam melihat pohon hias dipinggir nya, mendekati pohon tersebut.

Reon memulai telepati nya antara pohon dengan dirinya, entahlah apa yang dibicarakan hanya Reon dan pohon tersebut yang paham, bagi orang-orang mungkin hal ini sedikit aneh, tapi bagi sahabat Reon ini sudah biasa.

Jika tidak mengingat tujuan nya Reon pasti akan terus menatap pohon tersebut.

"Okey, Yon. Lo ingat-ingat lagi dimana ruangan sialan itu," gumam Reon sambil mengamati sekeliling.

Reon Or Kareon || ENDWhere stories live. Discover now