✓And Drew The Destiny [VerKwa...

By KwonFire3424

407K 54.3K 9K

Bisakah takdir digambarkan dengan rangkaian kata demi kata? Tentu bisa. Warn! BxB Mpreg Less than 1000 words... More

Hola!
Awal
Kenal
Kwanie
Vernon
Langsung
Jatuh
Cinta
Pada
Pandangan
Pertama
dan
Mereka
Akhirnya
Ditakdirkan
Untuk
Hidup
Bersama
Selamanya
Karena
Saling
Mencintai
Satu
Sama
Lain
.
ByeBye~
Omake
Omake 2
Last
Side Story (2)
Side Story (3)
Side Story (4)
Side Story (5)
Penutup

Side Story

9.9K 1.3K 258
By KwonFire3424

Matahari belum terbit, langit di luar masih agak gelap sebab waktu baru menunjukkan pukul lima subuh. Seharusnya Vernon masih menikmati mimpinya jam segini. Tapi suara rusuh langkah seseorang juga beberapa barang jatuh, terpaksa membuat matanya terbuka. Memicing ke segala arah dan akhirnya sadar kalau Seungkwan tak lagi di sisi.

Tubuh setengah polos itu pun akhirnya bangun. Duduk, menatap bayangan yang ada di dalam kamar mandi kemudian menyisiri beberapa pecahan barang di sekitar.

Apa yang terjadi?

"Boo."

Panggilnya secara halus. Namun bukannya sahutan, malah suara air keran yang menjawab. Tak lupa flush toilet menambah berisik keadaan sehingga Seungkwan tak kunjung membalas teguran sang suami.

"Boo-
Astaga, kau kenapa?!"

Beruntung namja manis itu segera keluar dengan wajah pucat pasi. Bibirnya tak berwarna, mata juga sedikit berair, makanya Vernon panik hingga melompat turun dari kasur.

Seungkwan sama sekali tak mengindahkan kecemasan suaminya. Ia malah menatap nanar ke bawah, tepat ke serpihan benda yang telah rusak menjadi puing sampah.

"Aku menghancurkannya."

"Hah?"

"Mainan pesawat.
Punya Andrew.
Harusnya aku bungkus dengan kertas kado tadi, tapi.. hiks-"

"Ya tuhan, itu bisa beli lagi nanti! Beli yang bukan mainan juga aku sanggup. Sekarang jawab pertanyaanku, kamu kenapa?!"

"..perut Kwanie sakit."

"Sakit?!"

"Tiba-tiba mual gitu. Makanya tadi tidak sengaja menjatuhkan mainan Andrew saking tidak tahannya ingin ke kamar mandi."

"..."

"Ah, sakit sekali.."

Lengan kokoh Vernon sigap terjulur kala tubuh Seungkwan mulai merunduk. Ingin sekali meringkuk lantaran rasa yang tidak nyaman membuatnya menitikkan air mata sekarang.

Bukan, mereka bukan pengantin baru yang tidak berpengalaman.

Tapi bagi Vernon, ini pertama kalinya.

"Apa? Perlu air hangat? Atau kupanggil dokter?"

Gelengan Seungkwan semakin membuat si dominan bingung. Terlebih saat istrinya mengalungkan tangan ke leher, maksud hati sebagai kode untuk segera dibantu naik ke atas tempat tidur.

"W-wae? Kenapa begini? Kau mau..melakukan sesuatu?"

Kalau tidak sedang lemas, mungkin Vernon sudah jadi bulan-bulanan Seungkwan sekarang karena ketidakpekaannya.

"Ah gendong Kwanie, palli!
Jangan macam-macam, aku sedang sakit!"

"N-ne."

Gugup, takut, menjadi satu.
Tak tau harus apa, Vernon hanya bisa mengelus perut rata sang istri dari balik piyama. Wajah masih kaku, kentara sekali kegelisahan yang sedang ia alami.

Tapi kalau dilihat dari dekat begini, kenapa kesannya lucu?

Vernon benar-benar clueless dan itu membuat istrinya tertawa secara tiba-tiba.

"Wajahmu.. kkkk aigo Bononie aahahahahhaaa"

"Aku? Kenapa?"

"Tuan Chwe kau sangat bodoh aaahahaaa."

"...yah! Jangan-jangan kau pura-pura sakit ya?!"

"Pfftt tidak, sayang."

"Terus kenapa ketawa?!"

"Karena..ini sakit bahagia?"

"..."

"Kkk dah sana keluar, cari apotek 24 jam. Beli test pack dua atau tiga, biar akurat."

Dapat dilihat wajah blank seorang Vernon Chwe selama beberapa detik, gagal menyerap informasi sebelum akhirnya pergi dengan terburu.

Ia bahkan lupa mengenakan atasan piyamanya sampai harus kembali lagi dan ditertawai Seungkwan untuk kedua kalinya.

--

"Eottae? Eottae eottae eottae?!"

Lihat siapa yang excited. Melompat-lompat kecil kala istrinya keluar dari kamar mandi dengan kedua tangan di belakang.

"Jangan berisik bodoh, nanti terdengar sampai luar!"

"Biarin sih."

"Ish, tadi katanya janji kalau positif akan jadi kado penggantinya pangeran, berarti jangan sampai ketahuan!"

"Ya habisnya kamu-

Tunggu.

Positif?"

Senyum Seungkwan perlahan merekah. Tangan terangkat menunjukkan dua buah benda tipis yang kompak menggambarkan dua garis merah.

"..mana positifnya?"

"Ini. Ini sama-sama dua garis, berarti positif."

"Oh, kirain akan ada simbol 'tambah' gitu, hehe."

"Aish, paboya."

"Kkk cha. Kemari.
Aku mau peluk banyak-banyak."

Tak ada suara lain kecuali Seungkwan yang terkekeh, mendengar degup tak teratur di dada Vernon. Menandakan betapa bahagianya pria yang kini tengah memberi pelukan erat. Sesekali mengecup, tapi kemudian kembali mendekap tanpa ada niatan lepas sedikitpun.

"Wah daebak. Padahal baru semalam, kenapa langsung jadi?"

"Apanya langsung jadi.. kan dari bulan lalu juga kamu sudah lupa cara pakai pengaman, Hansol-ssi."

"Huh? Berarti dari semalam dia sudah disana?"

"Bisa jadi.
Toh cuma butuh waktu paling sedikit 2 minggu untuk membuat seseorang hamil.
Jadi mungkin dia sudah disini selama seminggu lebih, tapi baru terasa sekar-

Wae? Kenapa wajahmu begitu?"

Jelas Seungkwan langsung memotong penjelasannya demi mempertanyakan ekspresi ambigu si suami.

Diam-diam merasa hawa tidak enak, sebelum akhirnya tubuh ringkih tersebut dipaksa mepet ke sisi tembok guna dikunci pergerakannya oleh si wajah menyeramkan ini.

"Berarti..aku tidak perlu puasa 9 bulan kan nanti?"

".....ne?"

"Tuh tadi kata kamu, dia sudah di sana sejak minggu lalu. Tapi semalam kita masih-"

"Yah! Mesum sekali!"

"Oh, benar.
Waktu itu juga kau bilangnya 'tidak dianjurkan', bukan 'tidak boleh'.
Iya kan?
Wah..bodoh sekali aku."

Wajah Seungkwan langsung kehilangan warna. Ia lebih dari takut sekarang. Makanya secepat mungkin dirinya menyelipkan tubuh ke samping. Melewati kolong lengan Vernon, lalu kabur keluar sebelum bahaya mengancamnya detik itu juga.

"Kkk dasar Seungkwan Chwe.."


--

"Dudu ulang tahun."

"Huh? Iya pangeran, mami ingat.."

"Kado?"

"..ne?"

"Hadiah.
Mami Papi belum kasih Dudu hadiah."

"Sudah kok. Kita sudah siapkan hadiah."
Sela Vernon dengan enteng. Sambil menyilangkan kaki, tersenyum miring ke arah sepasang anak dan istrinya.

"Mana??"

"Tuh, samping kamu."

"????"

"Kkkk~
Di dalam perut mami, sayang.
Ada adik buat Andrew disana."

"Jinjja?!
Mommy, is dat twue?!"

"Haha..
N-ne."

"Waaah.
Dudu's gonna have a sibling today!"

"No, not today, Drew.
Tunggu sampai 9 bulan lagi."

"..huh??
Sekarang, lah!
Kan Dudu ulang tahunnya sekarang, bukan 9 bulan lagi.."

Continue Reading

You'll Also Like

157K 16K 63
FREEN G!P/FUTA • peringatan, banyak mengandung unsur dewasa (21+) harap bijak dalam memilih bacaan. Becky Armstrong, wanita berusia 23 tahun bekerja...
107K 15.3K 16
Sekelas sama mantan, gimana rasanya? B aja - Yoon Jeonghan ..... Ya gitu deh - Choi Seungcheol X : ini republish ya
2.4K 292 16
Lanjutan serendipity i Reinkarnasi terus berulang, kembali mempertemukan keduanya dan kembali menjalani kehidupan sebagai sepasang soulmate untuk sel...
81.5K 8.8K 19
Vernon memiliki tabiat yang jelek. Dia suka berkelahi, menyiksa, membuat kekacauan. Namun karena seseorang, dia selalu lepas dari hukum. Hal yang bai...