Lost In Time: Martyrs (BOOK 2)

By lunariafe

20.1K 3.2K 444

COMPLETED. Buku ke-2 dari seri Lost In Time. Sejak perjalanan terakhir di Narnia, mereka tahu waktu akan menj... More

Chapter 1: Throughout the Years
Chapter 2: Library
Chapter 3: Changes
Chapter 4: The L & L Diner
Chapter 5: An Offer That Can't Be Refuse
Chapter 6: I Will Find You
Chapter 7: The Other Pevensie Boy
Chapter 8: Speechless
Chapter 9: Destined to Stay
Chapter 10: Counting Down
Chapter 11: Don't Let Them Know
Chapter 12: Hi! I Don't Know You Were There!
Chapter 13: Things Have Changed
Chapter 14: The Driver
Chapter 15: It All Begin
Chapter 16: We Will Be Safe
Chapter 18: The Mathieus
Chapter 19: Phylarchus
Chapter 20: Trust No Calm Water
Chapter 21: Encounters
Chapter 22: Caspian and His Royal Feast
Chapter 23: Preparing
Chapter 24: The Masquerade
Chapter 25: Emerald Green Eyed
Chapter 26: The Pale Crow
Chapter 27: The Truth
Chapter 28: My Queen's Nightmare
Chapter 29: Sides
Chapter 30: Getting Ready
Chapter 31: Truth or Lie
Chapter 32: Most Important
Chapter 33: Different Path
Chapter 34: La Biblioteca del Castello di Anvard
Chapter 35: My Little Lord, Erwin
Chapter 36: The Merchant
Chapter 37: Royals of the Past
Chapter 38: For the New Golden Age
Chapter 39: Queens
Chapter 40: The Other Side of the Horizon
Chapter 41: Your Future Queen
Chapter 42: The War to Come
Chapter 43: Love and War
Chapter 44: No More Reason
Chapter 45: Aslan's How
Chapter 46: The Scent of War
Chapter 47: Sacred
Chapter 48: Beyond the Iron Gate
Chapter 49: Devoted to One and All
Chapter 50: In the Dead of Night
Chapter 51: The Golden Eagle
Chapter 52: Avenge the Fallen
Chapter 53: The Duel
Chapter 54: Halvor Hamid
Chapter 55: No More Blood, No More Martyr
Chapter 56: The Fate of One and All
Chapter 57: At the End of the Horizon
Chapter 58: All That Matters
Chapter 59: The 'What If'
Chapter 60: If You Love Me for Me
Chapter 61: Final Gathering
*PENGUMUMAN 14 OKTOBER 2021*
Chapter 62: A New Age
*BUKU KE-3 SUDAH TERBIT*
*SPOTIFY PLAYLIST*

Chapter 17: Here You Are

363 69 9
By lunariafe

-Halvor Hamid-

"Aku mau kembali ke Inggris! Aku akan lapor polisi! Ini semua tidak masuk akal!" Si bocah berteriak tidak karuan. Aku berusaha menyibukkan diri membuat tempat ini sedikit lebih layak untuk kami pakai beristirahat.

Sejak kejadian siang tadi, kejadian di mana kami jatuh ke laut dan berakhir di sebuah kubangan air dangkal di dalam gua yang harus aku akui, tidak masuk akal apalagi di sekitar sini tidak ada sumber air, ini gua yang kering, dan anak yang bernama Eustace itu tidak berhenti mengeluh tentang semua hal yang bisa dia keluhkan... berteriak tidak jelas ke arah batu yang membuatnya tersandung atau burung tak bersalah yang sedang bertengger di sebuah pohon di depan gua sambil berjalan keluar masuk berkali-kali.

"Nak, nak. Tenanglah. Kau kira aku tidak kaget? Aku juga tahu kalau ini tidak masuk akal. Kita baru saja keluar dari kubangan air setinggi mata kaki dan aku tahu ini semua tidak masuk akal, kau kira aku senang mendengar ocehanmu itu?"

Dia berbalik memarahiku. "Kenapa kau begitu santai? Apa kau tahu di mana kita?! Aku akan melaporkanmu karena telah menculikku!" teriaknya.

Reaksinya membuatku makin malas melayani anak ini. Apa pun itu, aku harus berusaha mencari anak-anak lainnya. Aku harus membawa anak ini kembali ke keluarganya. Aku harus tahu di mana kami berada. "Baiklah kalau begitu. Kita tidak akan diam. Sekarang, ikut aku!" jawabku sambil berjalan pergi. Aku agak kaget anak itu tidak bertanya kenapa dia harus mengikutiku tapi dia tetap berjaln di belakangku.

Setelah beberapa puluh menit kami berjalan, kadang aku mendengar dia berbisik mengoceh sesuatu tapi aku tahu dia sudah lelah mengoceh sejak tadi siang. Langkahku terhenti saat-

"Aaaahhh!" Anak yang kini ku ingat bernama Eustace ini berteriak seperti anak perempuan.

Saat aku berbalik, sebuah panah tertancap ke pohon dan berada tepat di depan wajahnya. "Siapa di sana?!" tanya seseorang dari balik pohon tak begitu jauh dari kami.

Aku menjawab dengan agak gugup. "Kami... pengelana! Kami tersesat. Kami tidak bermaksud melukai siapa pun." Sepertinya orang itu mengerti. Dia keluar dari balik pohon dan mengomando beberapa orang dan berjalan mendekati kami.

Dia menjawab, "Maafkan aku. Aku kira kalian bersenjata... sepertinya... tidak. Kau tidak apa-apa, dik?"

Seperti dugaanku, anak itu mulai mengoceh lagi. "Dia baik-baik saja, nak."

Aku sempat memperhatikannya. Pria muda yang gagah, berambut dan bermata cokelat. Dia memiliki wajah seperti orang Eropa, ia juga membawa sebilah pedang di sabuknya dan senjata crossbow di tangannya. Dari apa yang kulihat, senjata yang dia bawa sangat mengintimidasi tapi aku yakin dia anak baik. "Bapak tidak apa-apa?" tanyanya lagi.

Aku memberinya senyuman dan mengangguk. "Aku juga baik-baik saja. Maafkan aku, anak itu memang senang mengeluh. Jangan diambil hati."

Perkataanku membuat dia terkekeh. Untuk sesaat dia memandangku seakan-akan ada sesuatu yang aneh denganku. "Maafkan kalau aku lancang, tapi pakaianmu sangat tidak familiar dengan pakaian penduduk negeri ini. Dari mana kalian berasal?"

"Amerika! Kami dari Amerika! Sebenarnya aku dari Inggris! Kau tahu apa? Aku hanya ingin pulang!" Eustace menjawab panik.

"Inggris? Aku pernah mendengar tempat itu sebelumnya."

Dari wajahnya aku bisa melihat bahwa ada sesuatu tentang dia dan 'Inggris' dan dia berusaha mengingat sesuatu. Itu membuat Eustace sedikit tenang. "Kau tahu... Inggris... Ada jam Big Ben di sana. Negara yang ada di dekat Prancis, Belanda," Eustace mencoba menebak-nebak. "Mungkin sekarang kita ada di Spanyol? Mereka terlihat seperti orang Spanyol... atau Italia."

"Italia? Jangan-jangan kalian dari dunia yang berbeda!" jawabnya kaget.

Eustace menghentikan ocehannya dan bertanya, "Memangnya kami di mana?"

"Wilayah ini termasuk ke dalam wilayah kekuasaan monarki Narnia. Sekarang aku ingat Inggris dan Italia. Kedua wilayah itu ada di dunia yang berbeda," Dia mengajak kami dan 'pasukan'nya duduk beristirahat dan mulai bercerita. "Beberapa tahun yang lalu, di tengah peperangan, kami mendapatkan tamu yang... tak terduga. Empat kakak beradik dari Inggris dan dua kakak beradik dari Italia. Kami terlibat dalam peperangan tapi kami memenangkannya. Pada akhirnya mereka harus kembali ke dunia mereka. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka di sana tapi aku mengharapkan beberapa dari mereka akan kembali untuk mengisi takhta lama mereka tapi, di sinilah kau. Perkenalkan, aku Caspian. Raja Narnia," jelasnya. Ini membuatku yakin kalau aku bisa mempercayai anak ini.

Aku dengan reflek menunduk dan meminta maaf karena tidak memanggilnya dengan gelarnya. "Tidak apa, aku mengerti," jawabnya sambil tersenyum.

"Perkenalkan, tuanku, aku Halvor Hamid dan anak ini Eustace."

Eustace mengenalkan dirinya. "Eustace Scrubb... dan aku ingin pulang kerumah," jawabnya sambil menggerutu.

Aku hanya bisa menghela nafas. "Aku tahu, aku tahu. Jangan banyak mengeluh. Mengeluh tidak akan menyelesaikan apa pun, nak. Aku akan mencari cara untuk mengembalikanmu ke keluargamu."

Raja itu memberiku tatapan heran. "Kau tidak menculiknya kan?"

Eustace menjawab, "Tidak... tapi rasanya seperti diculik."

Raja itu melihat ke arahku seakan-akan meminta penjelasan. Tentu aku mulai menjelaskan sebisaku. "Semuanya terjadi terlalu cepat. Ada sebuah... kecelakaan terjadi yang membuat kami tercebur ke laut, tapi kami berakhir keluar dari kubangan air di sebuah gua, tidak begitu jauh dari sini."

Eustace protes, "Kecelakaan? Kau tahu kejadian itu lebih dari kecelakaan. Orang-orang membawa senjata api, pak... dan seorang pria bermuka sangar mencoba membunuh kita! Menendang jatuh jembatan kayu untuk membunuh enam orang sekaligus, aku kira itu bukan kecelakaan!" membuatku tepuk jidat karena dia berterus terang terlalu cepat.

"Seseorang mencoba membunuh kalian? Enam orang? Lalu di mana empat orang lainnya? Siapa saja mereka? Mungkin kami bisa membantu kalian menemukan mereka. Kita bisa membuat pengumuman ke seluruh penjuru negeri, harap-harap mereka benar terdampar di Narnia juga." Raja itu bertanya sambil mencoba memberitahu bawahan bawahannya untuk membuat pengumuman itu secepatnya.

Aku masih berusaha untuk hati-hati, tapi aku menjelaskan intinya. "Aku tidak yakin kalau aku benar-benar mengenal mereka. Aku baru bertemu mereka saat mengantarkan mereka ke pelabuhan. Siapa nama lengkap saudara dan saudarimu, Eustace?"

Eustace mengambil nafas panjang dan berat seakan-akan merasa terbebani hanya dengan menyebut nama mereka. "Pevensie.... Lu-"

"Pevensie? Seperti... Susan Pevensie? Peter, Lucy dan Edmund Pevensie?" Raja Caspian melotot kaget dan pasukannya pun saling berbisik.

Eustace mengangkat bahu. "Ya... bagaimana kau tahu soal mereka? Tapi sebenarnya hanya... Lucy dan Edmund Pevensie... dan ada dua orang lainnya yang aku tidak tahu. Seorang pria dan gadis lainnya."

Aku menjawab ragu, "Ehem... aku hanya tahu kalau si pria mengaku namanya John Page. Dia... aku yakin dia berbohong, dia bukan orang Amerika."

"Seperti apa rupa mereka? Mungkin mereka juga orang yang aku tunggu. Katakan padaku, apa yang sang kakak memiliki rambut merah? Adiknya, gadis berambut cokelat tua dan mata mereka berwarna hijau? Mungkin kalian sempat sadar kalau... Edmund Pevensie dan si gadis sangat dekat? Apa betul?" Raja Caspian menjawab dengan sedikit bersemangat.

Aku mengiyakan. "Seingatku... seperti itu. Aku sempat melihat mereka tertidur lelap berdua di kursi belakang mobilku," jawabku sambil terkekeh mengingat mereka.

"Tidak salah lagi. Mereka pasti Phylarchus dan Luna Di Ilios. Mereka juga pernah ke sini di waktu yang bersamaan. Saat perang itu... Kemungkinan besar mereka ada di sini. Di Narnia. Kita harus segera mencari mereka. Kalian bisa ikut aku ke istana. Kita akan menemukan mereka." Raja Caspian itu tersenyum sumringah.

Aku sempat keheranan karena dia terlihat sangat senang mendengar nama anak-anak itu, tapi aku dan Eustace mengikutinya. Tak lama, kami menemukan tempat mereka meletakkan kuda-kuda mereka dan kami menunggangi kuda menuju ke istana yang Raja Caspian sebutkan. Dia juga masih sempat bertanya, "Apa itu... mobil?"

Ini akan menjadi pengalaman yang menarik.

Continue Reading

You'll Also Like

101K 12.1K 99
Meet me in the Astronomy Tower - Draco Malfoy Completed #Draco X OC All original characters belong to J.K Rowling. Most of the gif are property of Wa...
519K 5.6K 88
•Berisi kumpulan cerita delapan belas coret dengan berbagai genre •woozi Harem •mostly soonhoon •open request High Rank 🏅: •1#hoshiseventeen_8/7/2...
10.5K 1.5K 35
âť—next story from pure-blood (a secret story in Hogwarts)âť— Perjalanan cinta sejati tidak pernah berjalan mulus. - William Shakespeare Rosienna Abellar...
1.7K 457 10
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤApocryphal ; (of a story or statement) of doubtful authenticity, although widely circulated as being true. Jake merupakan seorang penulis yg be...