Chanyeol as My Husband

By babymeyica

558K 55.7K 9.9K

Seorang single parent, Park Chanyeol menemukan tambatan hati sejatinya. Who is she? More

Satu
Dua
Tiga
Empat
Lima
Enam
Tujuh
Delapan
Sembilan
Sepuluh
Sebelas
Dua Belas
Tiga Belas
Empat Belas
Lima Belas
Enam Belas
Tujuh Belas
Chanyeol Jorok
Delapan Belas
Sembilan Belas
Dua Puluh
Batal Puasa
Dua Puluh Satu
Dua Puluh Dua
Dua Puluh Tiga
Dua Puluh Empat
Announcement
Dua Puluh Lima
Dua Puluh Enam
Dua Puluh Tujuh
Dua Puluh Delapan
Dua Puluh Sembilan
Tiga Puluh
Tiga Puluh Satu
Tiga Puluh Dua
Tiga Puluh Tiga
Tiga Puluh Empat
Tiga Puluh Lima
Tiga Puluh Enam
Tiga Puluh Tujuh
Tiga Puluh Delapan
Tiga Puluh Sembilan
Empat Puluh
Empat Puluh Satu
Empat Puluh Dua
Empat Puluh Tiga
Chanyeol Side pt.2
Chanyeol Side pt.3
QnA
Empat Puluh Empat
Empat Puluh Lima
Empat Puluh Enam
Empat Puluh Tujuh
Empat Puluh Delapan
Empat Puluh Sembilan
Lima Puluh Satu
Lima Puluh Dua
Lima Puluh Tiga
Lima Puluh Empat
Lima Puluh Lima
Lima Puluh Enam
Being Human with a Soft Heart
Disappointed
Disappointed pt.2
Buka-bukaan
Surat dari Adinda

Lima Puluh

8.1K 850 247
By babymeyica

Hari ini tepat hari ke-4 pasca melahirkan, gue sudah diperbolehkan untuk pulang oleh Dokter Indah.

Karena gue belum bisa sepenuhnya jalan, Chanyeol yang beres-beres rumah. Tapi karena kualahan akhirnya kita pakai go-clean.

"Ih kamu ngapain sih, jorok banget!" kata gue dengan mata menyipit saat melihat Chanyeol menggaruk keteknya. Mana dia lagi pake singlet, Allahu akbar, Allah maha besar.

Chanyeol menatap gue dan cengengesan, "Gatel. Nanya doang, garukin enggak!" tukasnya.

Gue hanya memberi tatapan tidak suka dan bergidik jijik. "Jorok kamu! Mandi sana!" kata gue sambil berjalan ke arah dapur.

"Iya. Ini mau mandi"

Sampai Chanyeol selesai mandi, gue duduk di karpet lantai ruang Tv bersama Celine, Cello, Cayra, Chanyeol, dan juga Ryon.

Iya, hak asuh Ryon memang sepenuhnya pada Chanyeol, jadi bukan hal tabu kalau Ryon ada di dalam rumah ini sekarang.

Kalau kalian fikir gue sama Chanyeol baikan, salah. Gue dan Chanyeol hanya sama-sama terbawa suasana bahagia. Hanya itu. Dan gue pun mentoleransikan semuanya.

Setiap gue menatap atau bahkan hanya melirik ke arah Ryon sekilas, rasanya sakit. Cukup itu yang menggambarkan gue saat ini. Tapi, gue nggak bisa benci Ryon karena kesalahan orang tuanya. Enggak.

"Misi minta sumbangannya dong, pak bu!"

Gue mengernyitkan dahi, tapi Chanyeol malah tertawa. "Pasti si Baekhyun ini mah!" kata Chanyeol.

Chanyeol beranjak berdiri dengan masih menggendong Ryon ke arah pintu rumah. Dan benar saja, Chanyeol kembali ke dalam dengan Baekhyun dan para followers nya.

"Haiii!" teriak Baekhyun sambil menunjukkan wajah berbinar-binar menatap Cayra.

Gue tersenyum senang, mereka masih sama, perhatian. "Kok pada nggak bilang dulu sih?" tanya gue.

"Ngapain bilang? Kalo bilang emang bakalan dibikinin makan?" ucap Taeyeon bertanya balik.

Gue terkekeh sembari menggeleng, "Enggak sih. Haha. Jangankan masak, Tae. Jalan aja masih ngegang" jawab gue.

"Hun, pegang Ryon dulu dong. Gue mau ambil minum" kata Chanyeol pada Sehun. Suaranya membuat semua mata tertuju ke arah mereka berdua, tak terkecuali gue dengan rasa sesak.

"Engh, lo udah ekhem ekhem sama Chanyeol?" tanya Baekhyun memperagakan suatu hal dengan mengerucutkan jari-jari tangannya dan saling mempertemukan. Seperti, kode ciuman.

Gue tertawa miris, "Haha. Ya masih sama" jawab gue.

"L-lo tinggal sama-"

"Iya. Ya gimana gue juga pasti butuh Chanyeol di keadaan kayak gini kan? Tapi kalau nanti gue nggak tau sih" ucap gue dengan diakhiri kekehan memotong ucapan Krystal.

Krystal menggigit bibir bawahnya, "Gue nggak bisa bayangin kalo jadi lo, (yn). Gue pasti sakit hati banget" kata Krystal.

"Tapi kan, anak ini nggak salah. Yang salah ya suami lo bejat" selak Sehun pada gue.

Gue mengangguk dan tersenyum miris, "you know him as well than me" jelas gue.

"S-sorry. Gue-"

"Haha. Nggak papa kok, Hun" jawab gue menganggukkan kepala dan mengalihkan pandangan pada Cayra.

Taeyeon meminta gue untuk bergantian menggendong Cayra. "Lucu gini, namanya siapa?" tanya Taeyeon yang sudah menggendong Cayra.

"Cayra. Bagus nggak?"

Irene mengangguk, "Bagus. Lucu deh dari huruf C semua" kata Irene yang langsung menyolek gemas pipi Cayra.

"Gue awalnya nggak setuju. Abis gue kepengen namanya Rindu atau siapa gitu yang Indonesia banget. Contohnya Gempita, lucu kan dia?" tanya gue.

"Lah terus ini siapa yang ngasih nama?" tanya Taeyeon.

Gue menunjuk ke arah Chanyeol yang sedang berada di dapur dengan menggunakkan bibir yang gue buat manyun. "Tuh, Chanyeol" jawab gue.

"Kalo gue liat kalian gini, gue seneng" kata Baekhyun secara tiba-tiba membuat gue menoleh ke arahnya.

Kai menganggukkan kepala, "Iya gue juga. Bang Chanyeol emang bangsat tapi dia selalu bilang ke gue. Sayangnya, cintanya, ke lo lebih dari apapun" lanjut Kai.

"Eh bahasanya! Ada anak gue tuh!" kata gue memarahi Kai karena memakai kata tak pantas sembari menunjuk ke arah Celine dan juga Cello yang asik menonton Tv.

Kai ketawa, "Sorry, abis emang laki lo gitu sih. Bang-"

"Nih diminum dulu" ucapa Kai terhenti saat Chanyeol membawakan beberapa gelas berisi minum.

"Bang, lo kurusan ya?" tanya Irene pada Chanyeol.

Chanyeol terkekeh dan menganggukkan kepala, "Iya, Rene. Abis nggak dapet jatah susu kan semenjak itu" jawab Chanyeol menatap gue mesum.

Gue yang sedang memegang kaos kaki milik Cayra melemparkannya ke arah Chanyeol. "Beli sono, ultramilk goceng yang kotakan!" kata gue mendengus sebal.

"Makanya, rujuk dong bang. Biar dapet susu" lanjut Krystal sembari menatap gue dengan senyum meledek.

Gue berdecak, "Kalian, kalo pada mau bahas ini mending gue masuk deh!" kata gue yang sudah mengambil ancang-ancang buat masuk kamar tapi tangan gue di tahan Baekhyun.

"Kan lo semua tau, gue maunya ya masih bareng-bareng. Biarpun gue kayak gini, Demi Tuhan, gue cuma sayang sama (yn). Sama dia, gue cuma nafsu sesaat yang bikin gue hidup dalam masalah dan penyesalan yang besar" jelas Chanyeol.

Gue tak berniat melihat Chanyeol ataupun menatapnya. Gue hanya menundukkan kepala. "Penyesalan emang dateng terakhir, Yeol" sambung Baekhyun.

"Haha. Gue emang bangsat sih, Baek"

Gue berdecak sebal, "Apaan sih! Bahasanya dong, ada anak juga!" kata gue kesal.

"Eh iya, maaf abis aku lupa"

"Jadi gimana, udah dapet susu, Yeol? Kan udah keluar susunya. Sebelah anak lo, sebelah lagi lo enak tuh" ucap Baekhyun yang membuat lainnya bersambutan gelak tawa.

Gue menghela nafas kasar, "Bang! Ah, gue masuk aja deh kalo gitu!" kata gue yang udah benar-benar sebal.

"Haha. Gila sih Baek. Kalo orang abis lahiran terus nyusuin, malah makin gede dan kenceng ya?" tanya Chanyeol.

Kai ketawa, "Masa sih, Bang? Entar Krystal juga dong? Ahay!" kata Kai yang langsung dapat cubitan kencang dari Krystal.

Gue harus mengerjapkan mata disaat sedang tidur nyenyak. Karena suara tangisan Cayra dan Ryon saling bersahutan.

"Ssstt.. ssstt.."

Gue mencoba menenangkan Cayra yang berada disamping gue, sedangkan Chanyeol sudah berdiri tepat di dekat baby box Ryon.

"Sstt, kenapa sih malem-malem nangis, hm? Mau susu?" tanya Chanyeol yang kini sudaah menggendong Ryon dengan tangannya.

Gue sesekali melirik ke arah Chanyeol. Gue seperti mimpi atas semua kejadian ini. Seperti, kasih sayang dari Chanyeol untuk Cayra anak gue, harus terbagi.

Gue membuka piyama satin berwarna biru dongker yang gue kenakan saat ini. Mencoba menenangkan Cayra dengan menyusuinya.

Sampai beberapa menit, tangisan Cayra menghilang dan matanya terpejam kembali tidur. Sedangkan Chanyeol mencoba menimang Ryon, mengayunkan tangannya supaya Ryon sedikit tenang dari sebelumnya. Tapi nihil, Ryon malah semakin menangis.

"Aduh, Ryon sayang, anak ayah yang ganteng. Diem dong, udah malem. Susu ya, minum susu mau?" tanya Chanyeol pada Ryon tanpa ada respon. Seakan bermonolog.

Gue menyelesaikan untuk menyusui Cayra dan mencoba berjalan menghampiri Chanyeol yang terlihat sangat gusar. Gue mengambil alih Ryon dari tangannya. "Siniin, aku susuin" kata gue.

"Y-yang, t-tapi.."

Tanpa menunggu jawaban Chanyeol gue mengambil alih Ryon dari gendongan Chanyeol. Melihat wajahnya, sangat mirip dengan Ryana. Membuat otak gue seakan memutar kembali saat-saat itu.

Walaupun dada gue sesak, hati gue sakit. Tapi jiwa dan naluri seorang perempuan yang sudah menjadi Ibu membuat gue tidak tega.

Gue mencoba membawa Ryon dan duduk di tepi kasur. Membuka kembali kancing piyama gue dan mencoba menyusui Ryon.

"Yang..."

Gue hanya berdehem merespon panggilan Chanyeol. Entah, Chanyeol seperti tidak punya malu dengan masih memanggil gue memakai kalimat itu.

Chanyeol menundukkan kepalanya, tak ada suara lanjutan dari bibirnya dan membuat gue menolehkan kepala ke arahnya. "Kamu kenapa?" tanya gue.

Damn, ternyata Chanyeol nangis. Hadu Tuhan, drama apalagi malam ini? Gue berdecak, "Kenapa sih, malah nangis?" tanya gue.

"M-maaf..." katanya dengan suara yang sangat parau membuat gue mengerutkan dahi.

"Sampe kapan mau bilang maaf?" tanya gue lagi. Gue menghela nafas dan menatap lurus kedepan. "Beribu kali kamu minta maaf, aku rasa nggak akan ada yang berubah" lanjut gue.

Chanyeol kembali terisak karena tangisannya. Wajahnya memerah, nafasnya tersengal-sengal, hidungnya sesekali menarik cairan yang mengganggunya.

"Yang.. Hiks.."

Gue tak meresponnya, tapi beranjak berdiri dan berjalan untuk meletakkan kembali Ryon di baby box nya. Lalu gue kembali ke kasur dan merebahkan diri di samping Cayra dan memiringkan tubuh.

Tapi, seperkian detik tangan Chanyeol melingkar di pinggang gue. Memeluk tubuh gue dari belakang, padahal gue udah ada di pinggir kasur. Tapi dengan enggak tau dirinya dia malah tiduran dibelakang gue. Dikira kecil kali.

Gue menarik tangan Chanyeol dan mencoba menepisnya pelan. "Nggghhhh" rengek Chanyeol yang malah semakin mengeratkan tangannya.

"Yeol, aduh sesek ini aku" kata gue mencoba menepis tangan Chanyeol. Tapi nihil, you know why?

Chanyeol meletakkan kepalanya tepat di leher belakang gue, sesegukannya, nafasnya juga erangan tangisannya terdengar jelas di telinga gue.

Gue menepis tangan Chanyeol kuat dan mengambil posisi untuk duduk mengarah ke Chanyeol. "Ngapain nangis, sih? Mau nyamain anaknya?" tanya gue sebal.

Chanyeol menggelengkan kepalanya dengan posisi masih miring setelah memeluk gue tadi. Airmata nya juga sudah membuat sprei kasur basah.

"Ck, bangun ih. Anak udah empat nangis. Enggak malu apa?" tanya gue yang menarik tubuh Chanyeol untuk bangun.

Chanyeol malah mengerang membuat gue semakin memaksanya kuat untuk bangun. "Bangun ih.." pekik gue.

"Ah berat banget. Bangun ah!" kata gue.

Chanyeol mengikuti instruksi dari gue, dia memposisikan dirinya duduk di depan gue sembari menundukkan kepala dan menyeka airmatanya yang terus berjatuhan.

"Cengeng, kayak bocah!" ledek gue sedikit mendecih.

Chanyeol mendongakkan kepalanya menatap gue, "Emang aku nggak boleh nangis, hng?" tanyanya.

"Enggak lah! Udah tua masa mau nangis kayak bocah kecil" jawab gue mencoba mencairkan suasana.

"Terus kalo kamu pergi dari aku, aku diem aja nggak boleh nangis?" tanyanya.

Gue nggak tau harus jawab apa. Pertanyaannya seakan menjebak gue karena memiliki arti. "Y-ya eng-"

"(yn), coba kamu fikir lagi apa nggak bisa kamu kasih aku kesempatan? Sekali aja, aku mohon"

"Demi Tuhan, aku cuma sayang sama kamu nggak ada yang lain. A-aku bener-bener mau berubah. A-aku mau hidup selamanya sama kamu, dan anak-anak kita, (yn)"

"I hope you understand it"






Selamat malam senin, bagi kalian yang besok sekolah selamat bertembu kembali dengan buku-buku dan pr yang menumpuk yaa wkwk. Tenang, aku juga ngalamin itu dulu. Haha.

Oke, komen nya jangan lupa. Gengksss!!!

Btw, karena enggak semua readers CAMH follow ig bapak. Jadi gue mau nanya, menurut kalian Cayra udah gede harus di visualisasi nggak sih?

Kalo iya, gue punya 2 kandidat terkuat. Asek. Komen yaaa yang mana.


Continue Reading

You'll Also Like

4.6K 378 25
Prang Semua mata tertuju pada Na Eun dan Tyuzu. "Aw ... Sakit, papa," rintih nya seraya memegang kakinya yang berdarah. Papa, Chanyeol dan yang lain...
151K 11.1K 27
"Kenapa kau memilih terluka demi untuk bersamanya, sedangkan aku disini mencintai mu dan terluka karna cintaku padamu"- Park Chanyeol "Jangan pernah...
70.1K 4.5K 21
[COMPLETE] Park Chanyeol, anak tunggal yang menginginkan seorang adik. Chanyeol tak bisa punya adik karena rahim sang Ibu sudah diangkat. Hingga akhi...
7.5K 253 8
(END) Seorang anak yatim piatu yang ia angkat saat masih berada di bangku SMA diam diam mencintainya, gadis itu berumur 8 tahun dan masih duduk di ba...
Wattpad App - Unlock exclusive features