17.

49 3 2
                                    

Happy Reading💜
.
.
.

Flashback.......

Saat pagi tiba dan sinar matahari telah menembus masuk melewati jendela kamar nya, Jinhyuk sedikit terusik dari gangguan tidurnya karena hal tersebut. Ditarik lah selimut nya ke atas hingga menutupi wajah nya.

Nyaris saja dia pergi lagi ke alam mimpinya, terdengar suara keributan dari lantai bawah di pagi hari yang mengganggu indra pendengaran nya. "Jinhyuk-ah jika kau tidak mau bangun ibu benar² akan menyiram mu dengan air dingin. Ibu tidak peduli meskipun ini musim dingin,ibu akan tetap melakukan nya" teriak sang ibu.

Baru saja dia enggan mendengarkan apa kata ibunya, suara langkah kaki dan omelan sang ibu berjalan mendekat ke arah kamar nya "Ibu akan benar-benar melakukan nya sekarang. Akan ku hitung sampai tiga kalau kau tak kunjung bangun siap-siap saja air dingin akan menyapa wajahmu di musim dingin".

Bisa saja dia menghiraukan sang ibu tapi jika tadi sudah diberi ancaman seperti itu apakah dia masih bisa menghiraukannya? Tidak, ini sudah gila apa yang bacanya pikirkan sampai-sampai tega menyiram nya dengan air dingin seperti itu.

Lantas dia segera bangun dan duduk disamping ranjang dengan wajah bantal nya yang ia tampakkan ketika sang ibu sudah masuk kedalam kamar nya dan bersiap menyiram nya.

"Ada apa sih bu ini masih terlalu pagi dan ibu sudah membangunkan ku? Ibu kan tahu aku tidak suka jika di bangunkan di pagi hari seperti ini" ucap Jinhyuk dengan nada sedikit kesal.

"Dasar tukang pemalas! Percuma saja ibu mengirim mu dulu melanjutkan study mu ke China, kau memang tidak berubah sama sekali." balas sang ibu dengan wajah yang tampak marah.

"Lagian aku sudah tidak berada disana lagi kan, kenapa ibu selalu mengomeliku seperti itu?"entahlah Jinhyuk sendiri juga heran dengan ibu nya ini.

"Sudah jangan banyak bicara sekarang cepat kau mandi setelah itu sarapan dan segeralah berangkat ke kantor ayahmu!" Jinhyuk sempat tercengang sebelum akhirnya sang ibu menambahkan beberapa kalimat yang perlu ia ucapkan kepadanya "dan jangan lupa sarapan karna ibu ingin pergi ke rumah bibimu pagi ini."

Sebelum sang ibu membalik kan badan Jinhyuk mulai angkat suara "Apa? Kenapa aku harus ke kantor ayah? Ibu sedang tidak bercanda kan..."dengan menunjukkan raut wajah memelas nya berharap sang ibu hanya bercanda.

Tapi nyata nya memang itu yang sedari tadi ingin ibunya katakan untuk membangunkan nya sepagi ini "kau kira ibumu ini bercanda? Sudah cepat mandi sana,jangan membuat ibu semakin pusing karna terus mengomeli mu!"

Dengan sangat terpaksa akhirnya Jinhyuk berjalan gontai ke arah kamar mandi. Sesekali ia menggerutu di dalam "bukankah keinginan ibu sendiri yang mengomel pagi-pagi begini,kenapa aku juga yang harus di salahkan".

Jinhyuk hanya bisa menghela nafas nya sambil sesekali menggerutu dalam hatinya.

Skip....

Setelah selesai dengan semua aktivitas nya, Jinhyuk bergegas pergi ke kantor sang ayah menggunakan mobil hitam kesayangan nya sembari membelah jalanan kota Seoul dengan kecepatan sedang.

Saat melewati depan halte ia melihat seorang wanita yang tengah berdiri sedikit menjauh dari kerumunan. Semakin ia mendekat ke arah wanita tersebut Jinhyuk bisa melihat dengan jelas wanita di hadapan nya ini lalu menurunkan kaca mobil nya.

"Annyeong...kenapa kau ada disini?" melihat wanita di hadapan nya membuatnya mengerutkan dahi karena tidak biasanya wanita itu memberi nya tatapan kaget saat bertemu dengan dirinya.

"Emm itu a aku habis be belanja" melihat wanita tersebut ketakutan saat menjawab pertanyaan nya membuatnya semakin bingung dan bertanya-tanya ada apa dengan wanita di hadapan nya ini.

Selang beberapa detik wanita tersebut akan berlari menjauh sebelum Jinjyuk menarik pergelangan tangan yang ia sembunyikan di balik saku jaket yang ia gunakan. "Aww.." mendengar suara rintihan kesakitan dari mulut sang wanita Jinhyuk langsung melepaskan genggaman tangan nya.

Sebelum dia mengucapkan kata 'maaf' pada wanita itu,Jinhyuk lagi-lagi mengernyit kan dahi nya saat melihat tangan wanita itu terdapat luka-luka yang sedikit memar. Dia menjadi curiga ada apa sebenarnya dengan wanita ini.

Sebelum wanita ini pergi Jinhyuk mengucapkan kata 'maaf' sambil mengajukan beberapa pertanyaan "kenapa dengan tangan mu?" sambil tetap memperhatikan wanita itu yang tengah merapikan sedikit jaket nya untuk menutupi tangan nya.

"I ini tidak apa-apa. Sudah pergi sana,jangan ganggu aku!" jawab wanita tersebut dengan nada kesal nya. Hingga beberapa saat dia tersadar dari lamunan nya bahwa dia harus segera pulang sebelum ibunya itu mengomel lagi.

Jinhyuk semakin bingung dengan tingkah aneh wanita itu. Karena tidak biasanya dia bersikap seperti itu kepadanya. Dan juga luka-luka di tangannya. Ada apa sebenarnya dengan sahabat nya itu?

Sebenarnya ada apa dengan Chungha?

~~~~~~~~~~

Setelah sampai dirumah Chungha menghempaskan tubuhnya ke atas sofa sambil memejamkan mata sejenak. Baru saja ia akan terlelap ke dalam mimpi,suara bel apartement nya berbunyi.

Jika bukan karena rasa kasihan kepada tamu yang sedari dati terus menerus bel Chungha tidak akan mau membuka kan pintu karena hari ini ia lelah sekali ditambah ia juga harus berlari saat pulang agar Jinhyuk tidak banyak menanyai tentang keadaan nya.

Denga terpaksa Chungha berjalan ke arah pintu sambil mengintip dari lubang pintu hanya untuk memastikan siapa yang datang. Pikirnya itu adalah Jinyuk atau bahkan Taehyung yang datang,justru matanya menangkap seorang wanita -sedikit lebih tua darinya- yang jauh dari pikiran nya.

Antara bingung dan takut untuk membuka pintu karena dia hingga bel berbunyi lagi dan menyadarkan Chungha dari lamunan nya. Setelah membuka kan pintu ia mengamati wanita tersebut dari atas sampai bawah.

Cukup lama mereka terdiam hingga akhirnya sang wanita bertanya "Apakah benar ini rumah Taehyung oppa?" bahkan Chungha harus berpikir sedikit keras untuk cukup menjernih kata-kata yang keluar dari mulut wanita tersebut 'Taehyung oppa'

"Iya benar ini rumahnya,siapa kau?" hanya smirk yang ditunjuk kan sebagai balasan hingga wanita itu memberi kan jawaban yang membuat Chungha sebagai istri sah Kim Taehyung cukup terkejut dan rasanya ingin pingsan detik ini juga "Aku adalah sekertaris kesayangan sekaligus kekasih dari Kim Taehyung"

Ingin rasanya ia menampar mulut wanita di hadapan nya saat ini,tapi ia hanya memejamkan mata untuk meredam amarah serta mengepalkan kedua tangan di sisi tubuh. Belum sempat Chungha berkata wanita itu sudah lebih dulu menyela "Aku tau kau pasti adik Taehyung,wajah kalian mirip. Tujuanku datang kemari karna aku ingin berkenalan lebih dekat denganmu sebagai calon kakak ipar mu."

Belum sempat wanita itu berkata Chungha sudah lebih dulu menutup pintu apartemen nya. Bahkan air mata sudah membasahi pipinya. Chungha masih tidak percaya bahwa wanita itu adalah wanita selain dirinya yang dimiliki oleh suami yah selingkuh

Sepulang Taehyung nanti ia harus bertanya pada sang suami tentang wanita tersebut.


------------------
ANNYEONG PARA READERS KU...AKU BACK LAGI DOOONG👋👋👋😊😁

Gimana niih ada yang kangen nggak sama author nya ini yang sebentar lagi bakal jadi istri Taehyung(Amiin)😂😂

Maafin yah aku jarang update karna yah gitu alasannya tetep sibuk sama tugas. Apalagi kurang dua bulan setengah udah menjalankan UN😭

Tapi kalo ada waktu luang janji buat update biar kalian semua enak bacanya


See you....

Revenge_Kim TaehyungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang