15 | With Althan

222K 23K 2.4K
                                    

[ Happy reading ]





"Althan ikut!" ucap Zea, entah kenapa perempuan itu jadi berubah setelah selesai menonton film horor. Takut?

Althan menghembuskan nafas kasar. "Gue cuman mau ambil minum dibawah Zea." jawab Althan.

"Ikut!" rengeknya kalau saja Elgara belum tertidur ia tak akan setakut ini, tapi sialnya El sudah tertidur.

Zea berjalan mengikuti langkah Althan dari belakang. Karna terlalu pokus melihat kanan kiri, alhasil kepala Zea terpental ke punggung Althan.

"Althan!"

Althan membalikan tubuhnya. "Makannya kalo penakut jangan sosoan nonton film begituan!" bukannya mengusap dahi Zea Althan malah menyentil dahi perempuan itu.

"Shh, sakit Althan!" adu Zea seraya mengusap dahinya yang terasa sakit.

"Althan mau kemana lagi!" Zea benar-benar dibuat jengah, sudah hampir sampai didapur Althan malah pergi kembali keatas.

"Althan ikut!" rengeknya lagi.

"Lo mau ikut?" tanya Althan, Zea langsung mengangguk sebagai jawaban.

"Gue mau BAB, ikut?" tanya Althan lagi.

Zea memanyunkan bibirnya kesal, lalu. Menatap tajam kearah Althan. "ALTHAN IH!"

☆☆☆☆

Dering alarm membuat Althan terbangun lebih dulu, pemandangan indah saat melihat wajah polos Zea membuat Althan enggan untuk segera turun dari ranjang.

Puas memandang wajah istrinya, Althan berinisiatif untuk mandi terlebih dahulu.

Setelah hampir dua puluh menit, akhirnya Althan keluar dari dalam kamar mandi. Mata cowok itu langsung tertuju pada Zea yang masih tertidur.

Althan menghembuskan nafasnya, kemudian ia mendekat dan duduk di pinggiran ranjang tempat tidur. "Zea, bangun."

Karna masih tak ada jawaban sama sekali, Althan mengusap-ngusap pelan dahi Zea. "Sayang, ayo bangun."

Perlahan Zea mulai membuka matanya. "Emang sekarang jam berapa sih, Al?"

Sekilas Zea melirik kearah jam dinding yang menunjukan pukul enam pagi.

Zea menepuk dahinya sendiri. "Mampus kesiangan!" gerutuknya.

"Kebo sih lo!" ucap Althan.

Apakah Zea tidak mimpi? Althan sudah serapih ini, padahal biasanya laki-laki itu masih tertidur pulas dijam segini.

"Kenapa gak bangunin gue sih, gue kan belum bikin sarapan!" Zea terus menggerutuk kesal.

"Gak usah masak. Biar nanti gue yang masak, cepet mandi!" ucapnya membuat Zea semakin takpercaya.

Zea menatap Althan dari atas hingga bawah. "Lo gak lagi kerasukan kan?" tanya cewek itu.

Althan memutarkan bola mata malasnya. "Kebanyakan nonton film horor lo, otak lo juga ikutan horor jadinya!" ucap Althan sembari menyentil kening Zea.

"Althan kebiasaan lo, sakit jidat gue!"

"Cepet mandi, gue tunggu dimeja makan." Althan berucap kembali.

ALTHAN: Best Papa ! [ TERBIT ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang