[Prolog]

800K 40K 1.6K
                                    

Hai semua, selamat datang diseri pertama dari cerita aku ! 💗

JALUR MANA NIH?

KOMEN DISETIAP PARAGRAF YA!!


[ Happy reading ]




"Bukan penulis yang hebat, tapi menjadi bagian dari seorang penulis itu hebat."







Kisah ini berawal 2 tahun yang lalu, biarkan waktu yang bercerita, selamat memasuki lorong waktu.

"Kak Alia bangun, El sama Zea nungguin kakak." lirih Zea tanpa henti, seakan kakaknya mendengar apapun yang dia bicarakan.

Zea menangis kembali, dadanya sesak melihat kondisi Alia—kakak kandungnya terbaring koma dirumah sakit.

Alia butuh Mama dan Papa nya, untuk menguatkan dan menemaninya. Namun mereka tampak tak peduli.

Hanya El yang mampu membuatnya sedikit tenang, hanya El yang mampu membuatnya merasa aman, dan mungkin memang hanya El yang mengerti bagaimana perasaanya sekarang.

"Z—zea .."

Zea terkejut, ada rasa senang dan haru ketika melihat kakaknya mulai membuka mata.

"K—kak Alia." katanya kemudian memeluk Alia erat, seakan melepaskan kerinduannya.

Alia tersenyum. "Tolong jaga El untuk kakak." ucapnya pelan.

"Adek, bangun!" ujar suster itu, sambil terus menggoyah-goyah tubuh Zea.

Samar-samar Zea membuka matanya, ah sial ternyata hanya mimpi.

Matanya menjelajah setiap sudut ruangan, banyak sekali suster dan dokter pikirnya, sebenarnya ini ada apa?

Dokter itu menatap Zea lekat, kemudian menggeleng pelan kearah Zea.


☆☆☆☆


Alia Cashelia perempuan cantik bersurai panjang, wanita itu dinyatakan hamil setelah insiden pemerkosaan, tak ada satu pun yang membenarkan bahwa Alia adalah korban dari pemerkosaan, bahkan kedua orang tuanya pun terlihat tak peduli.

Bukan bentuk tanggung jawab yang laki-laki itu lakukan, melainkan ancaman untuk Alia jika mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, semua itu membuat Alia tertekan dan depresi.

Beberapa bulan setelah melahirkan, Alia terbaring koma dirumah sakit, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Elgara Aidenio, nama itu yang Alia berikan untuk anaknya.

Tak ada yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Elgara, hanya keluarganya dan mungkin sahabat Zea. Karna pihak keluarga memang sangat menyembunyikan identitas asli Elgara.

Arini— Mama Zea, perempuan itu sempat menolak kehadiran Elgara, bahkan beberapa kali Arini selalu mencoba membawa kabur Elgara dan menyimpan balita itu kepanti asuhan.

Ketika balita itu menghilang, Zea sempat ingin membunuh dirinya sendiri, dan itu membuat Arini cemas. Alhasil Arini kembali membawa pulang balita itu.

Zea siap jika itu tentang Elgara, anak dari kakak kandungnya, dan Zea siap menjadi ibu sambung untuk Elgara.



-Tbc-








Gimana sama prolognya?

Jika kalian tidak suka dengan cerita ini, silahkan pergi dari lapak saya tanpa meninggalkan komentar negatif.

Ambil yang baiknya. Buang yang buruknya!

Udah sedikit keliatan gambarannya?

Jangan lupa vote!!

#kawalsampaiending

See you di next chapter!

ALTHAN: Best Papa ! [ TERBIT ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang