Chapter 23

7K 790 111
                                    

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.










Penyapaan pekat menghampiri, membawa rintik hujan alunan sendu, sehingga membuat suasana malam tak menentu.

Ponpes Al-Fatah, pukul delapan malam kini. Para santri banyak berkeliaran di koridor ponpes, ada yang hendak kembali ke asrama karena kelas malam sudah selesai, dan ada juga yang baru datang dari asrama untuk memulai kelas malam. Di lantai atas, tepatnya di sudut koridor, tampak Saras yang menatap merenung ke gedung ponpes Al-Fatah sebelah barat. Pandangannnya menerawang jauh, tapi sudut bibirnya melebar sesekali. Lalu dari jarak sekitar lima meter, terlihat Adwan dan tiga temannya yang berjalan beriringan, hendak kembali ke asrama karena kelas malam baru selesai.

"Eh," Syaqib menghentikan langkah ketiga temannya.

Tiga orang itu langsung menatap bingung ke Syaqib.

"Itu Neng Saras, bukan?" Syaqib menunjuk ke arah Saras yang sedang asik menatap gedung sebelah barat.

"Kalian langsung ke kamar aja," Adwan buka suara.

"Aku ikut Gus," sambar Syaqib yang tahu maksud dan tujuan Adwan.

"Gak!"

"Ikut aja kenapa Gus, aku gak ganggu kok nanti."

"Yaudah, kalau gitu aku aja yang pergi ke kamar, kalian di luar ini aja."

"Silahkan membucin Gus tampan kami," Fauzan dan Aidan langsung menarik paksa Syaqib untuk pergi.

"Eh eh, apa-apaan ini! Guss, tolongin Gussss, aku mau ikutttt." ronta Syaqib memenuhi koridor itu.

Adwan hanya berdecak halus, lalu menyumbangkan senyum tipis. Pun, tanpa pikir panjang ia langsung menghampiri Saras yang sama sekali belum menyadari keberadaannya.

"Ekhem,"

Saras langsung menoleh mendengar deheman itu.

"Chagiii...!!" sapanya selalu riang.

"Ngapain malam-malam disini?"

"Gak ada, Chagi. Suka aja sama tempatnya, bisa lihat pemandangan malam dari sini. Kamu sendiri kenapa bisa sampai kesini?"

"Emang gak boleh? Kalau gak boleh biar aku pergi."

"Eh eh, bukan gitu. Sensitif amat."

"Teman kamu yang lainnya masuk kelas kayaknya, kamu bolos lagi?"

Saranghaeyo, Gus Tampan [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang